kumparan
17 September 2019 16:17

Pura Pucak Sari di Atas Pura Goa Lawah, Klungkung Terbakar

KLUNGKUNG, kanalbali - Pura Pucak Sari, di wilayah Bukit Tengah, Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, terbakar, Selasa (17/9) sekitar pukul 11.20 Wita siang. Sedikitnya 5 Palinggih terbakar Piyasan, Pengaruman, Gedong Sri Sedana, Gedong Manik Mas dan Bale Penganteb. Selain itu api juga menyambar daun pintu Gapura Pura.
ADVERTISEMENT
Kejadian awalnya diketahui oleh warga setempat, Cahya Suryawan yang saat itu sedang berjualan di depan Pura Goa Lawah yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran. Menurutnya api langsung membubung tinggi, dengan asap pekat.
‘Saya beritahu prejuru pura, dan kami sama-sama naik untuk melihat, warga lain langsung mengambil air dibantu pedagang secara manual,” terangnya dengan kondisi basah akibat ikut memadamkan api.
Lima belas menit petugas pemadam kebakaran datang kelokasi kejadian, dengan tiga armada dibantu satu suplai truk tangki. Namun sayang karena besarnya api dan kondisi panas menyengat serta barang mudah terbakat, yakni atap dari ujuk kebakaran cepat meludeskan bangunan. Untuknya, kebakaran bisa cepat di kendalikan dan tidak merembet ke semak-semak dan mendekati pura Goa Lawah dibawahnya.
Kerugian akibat kejadian ini lebih dari Rp 500 juta. Untuk sementara penyebab kebakaran diduga karena api dupa usai menghaturkan persembahan, di mana dupa itu kemudian diambil oleh bojog (kera) hingga terjatuh di atas atap Piyasan yang berbahan ijuk.
ADVERTISEMENT
Bendesa Pura Goa Lawah, Putu Juliadi bersama-sama sejumlah krama langsung meluncur ke Pura Pucak Sari. Ternyata saat tiba di atas api sudah membakar Palinggih Piyasan, karena cuaca terik disertai angin kencang. Dengan cepat api menyambar Palinggih Pengaruman, Gedong Sri Sedana, Gedong Manik Mas dan Bale Penganteb. Selain itu api juga menyambar daun pintu Gapura Pura.
Pura Pucak Sari sendiri secara historis berkaitan erat dengan Pura Goa Lawah dan Pura Segara di Goa Lawah, yang menjadi sinergi dalam konsep Nyegara-Gunung. Pura tersebut diempon oleh krama Desa Adat Pesinggahan yang berjumlah 775 kepala keluarga (KK). Untuk Pura Pucak Sari pujawalinya jatuh pada Rahina Anggara Kliwon Medangsia.
Bendesa Pura Goa Lawah, Putu Juliadi, mengatakan begitu mendapat informasi dari pedagang canang di areal Pura Goa Lawah, dirinya bersama krama yang berada di Goa Lawah langsung menuju ke Pura Pucak Sari. Ternyata begitu masuk ke Utama Mandala, Palinggih Piyasan sudah terbakar, selanjutnya api menyambar 4 Palinggih lainnya termasuk pintu gapura pura.
ADVERTISEMENT
“Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, kami berusaha memadamkan api dengan cara menyirami. Kami mengambil air dari bawah (areal Goa Lawah,” katanya. Sementara pihak kepolisian Lab Forensik langsung menggelar olah kejadian perkara untuk mengetahui penyebab utama kasus kebakaran yang terjadi. (kanalbali/KR7)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan