Putri Pariwisata 2020 Ramaikan Charity Run untuk Mental Health di Bali
·waktu baca 2 menit

DENPASAR— Sebanyak 13 orang akan berlari sejauh 50 Km dari The Ambangen Tenten Denpasar sampai Pantai Melasti Uluwatu, Pada Minggu (10/10/2021) serangkaian acara Bali Run for Hope 2021.
Acara untuk menggalang dana guna membantu Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bali itu juga akan diramaikan oleh Putri Pariwisata Indonesia 2020 Jessy Silana Wongsodiharjo.
"Saya akan berusaha menempuh jarak 10 kilometer," jelasnya. "Dengan kegiatan ini saya juga ingin mengajak followers di akun instagram saya untuk mengetahui apa sebenarnya mental health itu dan membantu mereka yang mengalami masalah ini," jelasnya.
"Karena jika masih bisa makan, dan bekerja, perlu ada rasa syukur, Jangan gampang merasa mengalami mental health kalau hanya sedang merasa jenuh dan bosan," kata Jessy.
Sementara Prof Luh Ketut Suryani dari Suryani Institute for Mental Health (SIMH) yang menginisiasi acara, kegiatan charity run kali ini sebagai hasil kerjasama dari Virtuathlon dan Bali Run for Hope.
Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Suryani Institute for Mental Health untuk biaya pengobatan dan perawatan ODGJ di Pulau Dewata.“Sebagian besar kami menemui ODGJ yang dipasung di lantai rumah bertahun-tahun, sehingga perlu pengobatan dan perawatan, dan jumlahnya mencapai ratusan orang di Bali,” tambah Suryani.
Kegiatan dengan tema ‘Hope and Freedom’ ini juga dapat diikuti oleh masyarakat umum secara virtual dengan jarak 5 Km. Pendaftaran ini dapat dilakukan dengan mendownload aplikasi Virtualthon di Google Play and Apps Store.
Pemberian donasi dari kegiatan tahunan ini dapat dilakukan melalui Ayobantu.com, sehingga donasi lebih transparan dan bisa dilihat secara real time. Adapun target dari jumlah donasi hingga akhir Oktober 2021 senilai Rp200 juta.
“Saya senang dapat berpartisi dalam kegiatan ini, karena hampir semua donatur kaget dengan masalah pemasungan yang ada dimana-dimana. Charity run sebagai awalan yang bagus agar isu ini terangkat dengan positif dan para ODGJ mendapatkan penanganan yang baik,” kata Nicky Hogan salah satu pelari yang tergabung dalam gerakan ini. (kanalbali/LSU)
