Konten Media Partner

Relawan di Bali Sebut Ganjar-Mahfud Paling Siap Berantas Korupsi

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konsolidasi relawan Ganjar-Mahfud di Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Konsolidasi relawan Ganjar-Mahfud di Bali - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Sejumlah organ relawan untuk pasangan Ganjar-Mahfud (GM) di Bali menggelar konsolidasi usai pendaftaran pasangan itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta. Mereka meyakini bahwa pasangan GM adalah paket yang komplit dan bisa menjadi jawaban atas permasalahan bangsa.

Menariknya, hampir seluruh organ relawan sebelumnya adalah pendukung Jokowi di Pemilu 2019.

“Kita optimis, pasangan ini juga adalah yang paling bisa diterima oleh warga Bali,” kata IGN Agung Diatmika dari Oemah Ganjar yang menjadi inisiator pertemuan itu, Sabtu (21/10/2023).

kumparan post embed

Organ relawan yang hadir antara lain adalah Bala Ganjar, Ganjarian Spartan, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), Perempuan Nusantara Pendukung Ganjar, Sedulur Ganjar Pranowo (Sergap), Ganjaris Bali, Semeton Milenial Ganjar (SMG) dan sejumlah tokoh yang hadir secara individual.

Ketua Bala Ganjar Nyoman Sudiantara menyebut, pasangan ini sama sekali tak memiliki beban masalah di masa lalu. “Keduanya jujur, bersih dan profesional. Kalau bicara soal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, kita bisa percaya sepenuhnya,” sebutnya yang sebelumnya adalah pendiri Semeton Jokowi Bali.

Pengacara yang akrab disapa Ponglik ini juga menekankan bahwa Ganjar-Mahfud mewakilik aspirasi kaum nasionalis dan religius yang selalu berada di garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dengan keberagaman identitasnya.

Sementara Agung Putra dari Sergap menekankan profil dari Ganjar dan Mahfud sebagai kepala keluarga yang harmonis dengan anak-anak yang berbudi dan berprestasi. ”Ini modal yang sangat penting. Karena keberhasilan memimpin bangsa ini bisa jadi harus dimulai dari keberhasilan menjaga keluarga kita,” katanya.

Terkait kegiatan yang dilakukan Eka Mahardika dari KAPT menyatakan, organ relawan tetap akan bergerak sesuai dengan pola dan sasaran mereka masing-masing. Namun disepakati untuk selalu berkoordinasi dan membangun sinergi agar gerakan itu lebih efektif.

Disepakati pula bahwa gerakan ini tidak akan menggunakan hoaks tapi hanya menunjukkan fakta-fakta mengenai pasangan Ganjar-Mahfud kepada masyarakat. “Disini kita merasa lebih ringan karena lebih mudah memberikan penjelasan,” tegasnya. (kanalbali/KAD)