Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.94.1
Konten Media Partner
Ritual Melukat Sekaligus Berwisata di Pura Tirta Sudamala
14 Januari 2019 11:04 WIB
Diperbarui 15 Maret 2019 3:49 WIB
ADVERTISEMENT
Bangli , kanalbali.com - Ritual Melukat merupakan salah satu tradisi yang ada dalam ajaran Hindu di Bali. Maknanya, untuk pembersihan jiwa dari pengaruh unsur-unsur negatif.
ADVERTISEMENT
Salah satu lokasi yang menarik sekaligus tempat tujuan wisata yang terbilang wajib dikunjungi adalah Pura Tirta Sudamala.
Lokasi ini tepatnya di Desa Sedit, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli, Bali yang dapat ditempuh selama 90 menit dari Kota Denpasar. Sepanjang perjalanan menuju lokasi ada panorama persawahan prodoktif yang sangat hijau.
Disana ada sebelas mata air berbentuk pancoran untuk melakukan prosesi melukat. Untuk tiba di sumber mata air para wisatawan yang ingin melakukan prosesi ritual melukat harus menyusuri anak tangga ke bawah Pura Tirta Sudamala.
Tempatnya bersebarangan langsung dengan Sungai Banyu Asih. Wisatawan yang sedang hamil dan datang bulan tidak diperkenankan untuk masuk ke areal Pura Tirta Sudamala untuk menjaga kesucian. Pengunjung juga diwajibkan untuk mengenakan kamen (red : kain adat bali) ketika memasuki areal ini.
ADVERTISEMENT
Pagi wisatawan yang berkeyakinan Hindu sebelum memulai prosesi melukat membawa sesajen berupa pejati, dupa , dan canang sari untuk dihaturkan saat sembahyang. Bagi wisatawan non Hindu apabila tidak menggunakan kamen diwajibkan untuk menggunakan pakaian yang sopan.
Tata cara melukat pun sudah diinfokan oleh papan pengumuman yang terpasang di lokasi. Para wisatawan harus berurutan melakukan proses melukat mulai dari pancoran di utara sungai Banyu Asih. Konon dengan mengikuti setiap tahap melukat di sebelas pancoan mata air dapat mengobati segala macam bentuk gangguan penyakit baik medis dan non medis.
Mata air yang dipakai untuk melukat dapat dibawa pulang dengan jerigen yang dijual oleh penduduk lokal disana. Usai melukat di sebelas mata air, wisatawan akan diberikan bija (red : sarana upacara berupa beras yang telah diberikan doa) dan dipercikan tirta oleh pemangku (red : pemuka Agama Hindu) di Pura Tirta Sudamala.
ADVERTISEMENT
Para Wisatawan juga disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan dan kamar ganti bilas usai melakukan proses ritual melukat. Untuk masuk ke Pura Tirta Sudamala wiasatawan tidak dikenakan biaya masuk, namun wisatawan dapat berdonasi seikhlasnya untuk operasional perawatan Pura Tirta Sudamala. (kanalbali/Dhani Armandhani)