Saat Sidang Pertama MK, Jokowi Malah Kunjungi Pasar Sukawati Gianyar

GIANYAR, kanalbali.com - Sidang perdana Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres 2019 mulai dilangsungkan hari ini. Namun Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) malah sibuk melakukan kunjungan ke Pasar Sukawati Gianyar.
Ketika ditanya soal sidang itu, Jokowi menjawab santai. "Iya itu proses hukum harus kita hargai, harus kita hormati," ujarnya saat mengunjungi Pasar Sukawati, di Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (14/6).
Saat ditanya mengenai usulan sejumlah akademisi yang menginginkan Jokowi melakukan rekonsiliasi dengan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto di Jogjakarta. Jokowi mengatakan rekonsiliasi bisa dilakukan dimana saja.
"Dimana pun bisa, bisa dengan naik kuda, bisa. Bisa di Jogja, bisa, bisa naik MRT bisa kita ini. Yang paling penting kita ini bersama-sama kerjasama untuk memajukan negara ini, membangun negara ini," ujarnya.
Sementara itu Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini, tiba di Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar pada pukul 08.20 WITA dan langsung menuju lapangan di seberang Pasar Sukawati untuk mendengarkan penjelasan dari Bupati Gianyar Made Mahayastra tentang rencana revitalisasi Pasar Sukawati Blok A, B, dan C.
Setelah mendengarkan penjelasan tentang rencana revitalisasi Pasar Sukawati, Presiden menjelaskan bahwa relokasi pedagang Pasar Sukawati telah dilaksanakan dan pekerjaan revitalisasi pasar ditargetkan rampung semuanya pada tahun 2020.
Menurut Kepala Negara, anggaran yang digunakan untuk revitalisasi tersebut berasal dari APBN sebesar Rp89 miliar dan dari APBD sebesar Rp3,9 miliar.
"Kita harapkan ini, tahun depan sudah selesai semua," kata Presiden saat memberikan keterangan pers kepada awak media di lokasi.
Presiden berharap Pasar Sukawati bisa menjadi sebuah pasar rakyat yang modern, bersih, dan tertata sehingga membuat pengunjungnya nyaman untuk datang dan berbelanja. Terlebih pasar yang telah berdiri selama 38 tahun ini menghidupi 1.700 pedagang setiap harinya.
"Kalau ke Bali belum ke Sukawati itu belum ke Bali. Harus belanja. Ini menghidupi 1.700 pedagang, ini kan luar biasa. Enggak tahu saya sudah berapa kali ke sini," ujarnya.
Untuk program pasar tradisional secara nasional, Presiden menuturkan pemerintah memiliki target yang sama seperti lima tahun yang lalu. Menurutnya, selama lima tahun ke belakang telah dibangun lebih dari 5.000 pasar besar dan sekitar 8.900 pasar desa.
"Ke depan sama, saya kira kita akan tetap pasar sebagai sebuah bertemunya penjual dan pembeli, produk-produk dari petani, nelayan, pengrajin. Pasar-pasar di seluruh Indonesia memang harus hidup," tandasnya.
Setelah memberikan keterangan pers, Presiden dan Ibu Iriana sempat berbelanja buah-buahan, seperti semangka dan salak.
Usai meninjau Pasar Sukawati, pada pukul 08.50 WITA Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lapangan Kilobar, Kabupaten Bangli. Di sana, Presiden Jokowi akan menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. (kanalbali/KAD/RLS)
