kumparan
1 Sep 2019 13:25 WIB

Seniman Buleleng Perangi Sampah dengan Membuat 'Wajah Plastik'

Wajah para Presiden RI yang dibuat dari kreasi sampah plastik (kanalbali/ZTE)
DENPASAR, kanalbali- Ada banyak cara memerangi sampah. Yayasan Sahabat Bumi Bali dari Buleleng melakukannya dengan mengubah sampah menjadi karya lukisan yang unik. Kini, karya-karya itu dipamerkan dalam pameran bertajuk "Gara-Gara Sampah" di sisi timur Lapangan Puputan Badung, Kota Denpasar, Bali.
ADVERTISEMENT
"Kami ingin mengubah cara berpikir dari slogan 'buanglah sampah pada tempatnya' jadi mari selamatkan sampah," kata sang pendiri yayasan, Made Agus Danardana.
Ia pun menjelaskan, komunitas Sahabat Bumi Bali ini didirikan oleh tiga orang dengan spesialisasi berbeda dalam merespons sampah. "Saya lebih kepada di bidang kreativitas di wajah plastik," katanya.
Yang kedua spesialis eco bricks (batu bata ramah lingkungan-red) dan pengolahan botol plastik bekas menjadi pagar taman, meja dan kursi. Kemudian, yang ketiga berfokus pada seni musik dan puisi-puisi yang berkaitan dengan sampah. "Jadi kami di sini benar benar memanfaatkan sampah hingga tidak ada residu," ungkap pria asal kabupaten Buleleng ini.
Mengenai karya wajah plastik ini, pengerjaannya dimulai sejak tahun 2017 hingga 2018. "Ketika saya lihat warna warni di komputer hampir sama dengan warna warni sampah yang sama dengan sampah plastik. Dari situlah sampah lingkungan kita terapkan seperti grafis, hingga berbentuk sesuatu," ujar Bagus.
Dari situlah karya pertamanya tampak berbentuk wajah walau masih terlihat berantakan. "Di tahun 2019 inilah saya mulai awal berproduksi dan berkarya dari sampah bungkus plastik dengan membuat wajah plastik custom dan beberapa karya tematik seperti Lima Wajah Presiden Indonesia, Wajah Gadis Bali, serta peta dunia," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Karya saya juga sudah terjual ke luar negeri di antaranya Belanda, Islandia dan Prancis," lanjut Bagus.
Untuk yang mau memesan seni wajah plastik ini, pelanggan harus memesan dengan ukuran minimal 12 R untuk satu wajahnya. Ia mematok harga Rp 750 ribu untuk yang terkecil dan yang lukisan wajah besar bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. (kanalbali/ZTE)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan