Konten Media Partner

Serahkan Ribuan Sertifikat Tanah, Jokowi Mengaku Masih Kurang Banyak

Kanal Baliverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Bangli, Bali, Jum;at (14/6) - kanalbali/KAD
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Bangli, Bali, Jum;at (14/6) - kanalbali/KAD

BANGLI, kanalbali.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Bali, bertempat di Lapangan Kilobar, Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (14/5).

"Bapak ibu sekalian supaya tahu di seluruh Indonesia ini harusnya masyarakat yang pegang sertifikat harusnya 126 juta (orang). Tetapi sampai 2014 kemarin yang pegang baru 46 juta," ujar Jokowi.

"Berarti masih kurang 80 juta (orang) di seluruh Indonesia yang punya tanah tapi belum pegang sertifikat. 80 juta bidang tanah, besar sekali," sambung Jokowi.

Jokowi juga mengungkapkan, bahwa dalam satu tahun di seluruh Indonesia biasanya hanya keluar sertifikat 500 sampai 600 ribu dan itu menunggu sangat lama.

"Artinya, Bapak dan Ibu sekalian kalau pengen pegang sertifikat nunggu 160 tahun. 80 juta kalau setahun hanya 500 ribu berarti 160 tahun. Siapa yang mau, pegang sertifikat nungu 160 tahun,?" tanya Jokowi.

"Tunjuk jari saya beri sepeda," kata Jokowi, disambut tawa masyarakat.

Suasana saat penyerahan sertifikat tanah di Bangli, Bali, Jumat (14/6) - kanalbali/KAAAD

"Oleh sebab itu pada 2015, saya sampaikan ke Kementerian Agraria. Pak ini tidak bisa seperti ini terus. Saya minta tahun depan 5 juta, tahun depannya lagi 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta dan terus bukan 500 ribu (lagi)," jelas Jokowi.

Menurut Jokowi, jika hal tersebut terus berjalan dan tercapai dalam hitung-hitungannya di perkirakan tahun 2025 seluru sertifikat tanah yang 80 juta orang bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia

"Kita perkirakan tahun 2025 itu seluruh sertifikat yang 80 juta bisa diberikan ke masyarakat. Dan patut bersukur khusus untuk Provinsi Bali adalah yang pertama semua sertifikat selesai, yakni untuk tahun ini. Tadi Bapak Menteri Agraria sudah sampaikan, bahwa Bali Provinsi pertama semua bisa pegang sertifikat," jelas Jokowi.

"Karena kita tahu, saya kalau pergi ke desa ke daerah, selalu yang masuk ke telinga saya sengketa tanah, sengketa lahan konflik tanah. Bisa tetangga dengan tetangga (atau) bapak dengan anaknya, ada. Masyarakat dengan pemerintah, masyarakat degan BUMN," ungkap Jokowi.

Jokowi juga meminta kepada masyarakat, untuk menjaga baik-baik sertifikat tanah yang sudah dimiliki. Karena, hal tersebut adalah tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat.

"Oleh sebab itu, yang namanya sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Ini penting sekali untuk mendingikan suasana yang ada di daerah, agar tidak ada lagi sengketa tanah lagi," ujarnya.

"Kalau sudah pegang ini mau apa, ada orang ngaku-ngaku ini tanah saya. Ini tanah saya, sertifikat ada di sini juga jelas nama pemegang hak di sini Joko Widodo, desa-nya jelas, ada semua, meter persegi-nya, mau apa coba. Mau ke pengadilan,? pasti menang pegang ini kok, oleh sebab itu bersyukur pegang sertifikat," ujar Jokowi.(kanalbali/KAD)