Soroti Iklan 'Kelas Orgasme', Luh Jelantik Minta Imigrasi Bali Turun Tangan

DENPASAR - Iklan tentang kelas yang diduga tentang orgasme dan dipasang oleh seorang WNA yang tinggal di Bali bikin heboh. Selebgram dan politisi Ni Luh Jelantik Pun menyoroti acara berlabel "Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat" itu digelar di Ubud pada Sabtu (6/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021) mendatang.
Acara itu diselenggarakan Sexolog, berinisial AB yang memasang tarif kepada peserta sebanyak 600 Dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp 8 juta rupiah.
“Terlepas apapun profesinya, bukan urusan kita, tapi mengekspose sebuah kelas yang sangat sensitif di negeri ini dapat bertentangan dengan norma yang selama ini kita pegang," tegasnya saat dikonfirmasi Jumat (05/03/21).
"Bali sedang berusaha bangkit, jadi orang-orang seperti itu ke laut aja," imbuhnya. Ni luh mengetahui informasi mengenai pelaksanaan kelas orgasme itu, setelah mendapati dirinya ditag (ditandai) pada postingan itu di di grup Bali Expad Comunity di Facebook. "Saya ditag di Bali Expat Comunity aku di tag kalo gini-gini pasti di tag," ungkapnya.
Ia sempat berusaha mengkonfirmasi maksud tujuan gelaran itu ke pihak penyelenggara, namun mendadak pengaturan privasi terhadap postingan itu dirubah, sehingga ia tak dapat mengkonfirmasi. "Udah dimatiin, privasinya, jadi pihak yang berwajib mungkin, tidak bisa melakukan konfirmasi," tambahnya.
Wanita itu menilai kelas orgasme itu, sama saja dengan bisnis esek-esek dan tegas memprotes gelaran kelas orgasme itu melalui postingan instagramnya, Kamis kemarin. "Kelas orgasme. Bisnis esek esek zaman now?," tulis Ni Luh
Selain norma yang berlaku, Luh Djelantik menyoroti beberapa hal terkait gelaran itu, diantaranya perizinan serta situasi pandemi COVID-19 yang belum reda. "Pertama pandemi, otomatis prokes bagaimana terhadap acara-acara seperti ini, ketika kelas dilakukan, memungkinkan pesertanya untuk nudity (telanjang-red)," ungkapnya
Kemudian izin kerja, terkait pelaporan acara itu. "Dia kan bikin kelas di Bali, dan mendapatkan bayaran di Bali, nah gurunya ini izinya apa, dia punya izin kementrian gak?, mengenai standarnya bagaimana, siapa boleh masuk, karena disana pasangan dan bukan pasangan, itu bagaimana, kan ini sangat mengaburkan nilai sakral yang ada di Indonesia," imbuhnya.
Ia pun meminta kepada pihak imigrasi untuk segera mengecek izin tinggal dan mengambil langkah terhadap WNA itu. "Bapak imigrasi, please cek izin tinggalnya orang ini," ujarnya. (Kanalbali/WIB)
