Konten Media Partner

"Suksma Guru", Video Klip Kenangan untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Kanal Baliverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
"Suksma Guru", Video Klip Kenangan untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
zoom-in-whitePerbesar

Erict Est (4 dari kiri) bersama Alumni SMP Sunari Loka angkatan tahun 1965, Selasa, 4/12 - kanalbali/KAD

BADUNG, kanalbali.com -- Alumni SMP Sunari Loka angkatan tahun 1965 punya cara unik untuk mengenang dan menghargai guru mereka. Mereka meluncurkan klip bertajuk "Suksma Guru".

Lagunya adalah ciptaan dua orang alumninya yakni Cokde Surya dan Ketut Setiawan.Para alumni angkatan SMP Sunari Loka yang dibawah naungan Yayasan Pembangunan Desa Adat Kuta ini, akan merilis video tersebut pada tanggal 19 Januari 2019 di SMP Sunari Loka bertepatan dengan reuni angkatan 96 SMP Sunari Loka.

Sementara untuk pembuatan video klip tersebut, tak tanggung-tanggung akan di sutradarai oleh Erick Est yang sudah dikenal dalam dunia perfilman.

Putu Indra Mahyuni yang merupakan alumni angkatan 96 SMP Sunari Loka, menyampaikan untuk pembutan video klip yang dikemas dalam film pendek tersebut, adalah atas keprihatinan dirinya dalam dunia pendidikan yang kurang menghargai sosok seorang guru.

"Lagu dan video klip itu kita akan persembahkan kepada guru kita. Karena melihat isu itu, kita harus perhatikan. Kita ingin memberikan sesuatu yang dapat dikenang oleh adik-adik kita untuk selamanya. Ini loh bandelnya kita dulu, dan ini kita yang sekarang," ucapnya, saat ditemui di Kuta, Badung, Bali, Selasa (4/11).

Mahyuni juga mengenang masa dirinya menjadi murid. Ia bercerita kendati dulu dirinya bandel atau nakal tak perna sekalipun melawan pada guru. Namun,  jika dirinya ketahuan nakal dan di hukum malah orang tuanya akan memarahinya dan membela gurunya.

"Kita dulu bandel, tapi tidak perna sampai guru memukul kita. Kalau sekarang di baik-baikin dengan guru-gurunya malah muridnya yang melonjak," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Osias Pitang, yang juga alumni angkatan 96  SMP Sunari Loka. Ia menyampaikan, di dalam sekolahnya dulu tidak ada unsur kekerasan guru pada murid. Sifatnya hanya seorang guru yang membina dan membimbing kepada para murid agar berguna untuk bangsa. 

"Walaupun kadang kami usil, guru tidak memberikan hukuman pada kami. Kalau kita bandel memang ada akibatnya yaitu di strap. Bagi saya guru adalah sebagai orang tua," ucapnya.

Sementara, sutradara Erick Est menyampaikan, dalam film pendek "Suksma Guru" yang berdurasi sekitar 7 menit, akan berlatar belakang suasana sekolah tahun 1990-an. Kemudian, untuk pengambilan tempatnya sendiri ada di tiga lokasi, yaitu SMP Sunari Loka, di rumah guru itu sendiri dan di gang-gang yang dilewati para murid tersebut.

Erick Est juga menjelaskan, mengapa dirinya tertarik untuk menggarap film pendek tersebut, karena ia juga merasa sosok guru perlu diangkat, bagaimana ia menghadapi murid-muridnya yang nakal atau banyak lainnya. Namun tetap menjadi pedoman bagi murid-muridnya.

"Bagaimana menjadi seorang guru yang menjadi pedoman bagi murid-muridnya. Walaupun murid-muridnya nakal, namun di film ini, saya lebih ingin menampilkan dari sisi psikilogisnya," ujarnya.

Erick juga menjelaskan, dalam beberapa scene video klip film pendek tersebut bagaimana sosok guru yang akan diperankan oleh Nova Eliza sebagai guru muda, dan Kompiani Sarini sebagai guru tua, melihat kebandelan muridnya nongkrong di pinggir jalan sambil merokok atau memberi balsem kepada tempat duduk gurunya.

Namun disisi lain, mengambarkan sosok seorang guru yang menolong muridnya. Ketikan seorang murid di buly oleh kawan-kawanya karena tidak mempunyai sepatu. Sehingga, si guru ingin mengetahuinya dan ternyata ibu si murid sedang sakit dan ekonominya terbatas untuk membelikan sepatu anaknya. Akhirnya si guru membelikan sepatunya walaupun gaji guru hanya pas-pasan. (kanalbali/KAD)