Tak Berbusana Bali di Hari Kamis, Murid Diminta Pulang Ganti Pakaian

SUASANA di SMKN IV Denpasar pada hari pertama wajib busana Bali (kanalbali/GAN)
DENPASAR, kanalbali.com --- Hari Kamis akan menjadi hari yang istimewa di Bali. Sebab, semua instansi dan sekolah dikenai kewajiban untuk menggunakan busana adat Bali dan berbahasa Bali.
Bagaimana prakteknya di hari pertama hari ini Kamis, (11/10)? . Ternyata banyak yang mempraktekkanya dengan biasa-biasa saja. Maklumlah, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 4 Denpasar, pihak sekolah telah melakukan hal serupa setiap purnama dan tilem atau hari besar hindu lain. "Tindakan pertama kalau ada yang melanggar adalah suruh pulang ganti pakaian,"ujar I Made Suarta selaku Wakil Kesiswaan.
Dalam penggunaan pakaian busana Bali pun tidak menggunakan pakaian ke Pura. "Kalau busana ke Pura identik dengan warna putih dan kuning, sedangkan busan adat Bali lebih beragam, dan pakaian adat pun harus mengikuti batas kesopanan"ujarnya.
BACA JUGA : Kartunis Bali Gelar Pameran Kritisi IMF -World Bank
Lebih lanjut disampaikan ada pengecualian di beberapa aspek seperti saat siswa melakukan kegiatan praktik. Ia juga menyampaikan jika ada murid yang kedapatan melanggar akan ditindak sesuai dengan aturan.
Sedangkan untuk siswa atau guru yang belum bisa menggunakan bahasa Bali, ia menegaskan hanya menganjurkan untuk menggunakan bahasa Bali di awal percakapan saja. "Saya tegaskan, hal ini tidak ada paksaan,"tegasnya.
Toh demikian, ada juga yang merasa kerepotan dengan aturan ini. "Ya mungkin belum terbiasa saja. Jadi tadi malam harus persiapan khusus pakai baju yang mana," kata Ahimsa, Siswa sebuah sekolah menengah di Denpasar. Selain itu penggunaan baju adat memang membuatnya merasa agak kurang lincah bergerak karena takut terlepas kainnya. "Lebih bebas pakai celana panjanglah," jelasnya. (kanalbali/GAN)
