Tampil di Film Antrabez, Jerinx Ungkap Lagu yang Meramal Dirinya Bakal Dipenjara
·waktu baca 2 menit

DENPASAR– Sutradara film Erick S kembali menghadirkan karya bergenre dokumenter. Kali ini pria kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut menyuguhkan kisah perjalanan kreatif Antrabez, grup band yang digawangi warga binaan lapas Kerobokan Denpasar, Bali.
Dalam film yang diputar di Alaya Dharmanegara hingga Minggu (9/1/2022) itu, drummer Superman is Dead (SID) Ary Astina Alias Jerinx juga ikut membintangi.
Pada salah satu adegan film, Jerinx bercerita tentang syair lagu 'Barisan Badai' yang ditulisnya sebelum terlibat kasus hukum pada tahun 2020. Syairnya seakan-akan ‘meramalkan’ kondisi masa depan Jerinx yang akan terkurung di balik penjara.
“Saya heran begitu melihat syair yang saya tulis isinya tentang kerinduan pada orang yang dikasihi, karena terkurung jeruji besi. Seperti meramalkan apa yang akan terjadi,” ucap Jerinx dalam film itu.
Adapun potongan syair yang dia kutip adalah:
Asmara boleh ku bertanya
Apa kabar engkau disana
Kehidupan canda dan air mata
Merindu untuk bertemu
Di bawah bulan.. oo.. terus berjuang..”
Benar saja, 3 bulan setelah menulis Barisan Badai Jerinx tersangkut kasus pidana UU ITE karena laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 14 bulan penjara karena dinilai melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (ITE).
Pada tingkat banding hukumannya berkurang menjadi 10 bulan penjara. Proses hukum yang dilalui sampai dipenjara seakan menggenapi ‘ramalan’ Jerinx yang tertuang dalam Syair lagu Barisan Badai. (Kanalbali/ROB)
