Tari 'Megadgetan' Sindir Tingkah Para Pecandu Gadget

DENPASAR, kanalbali.com -- Tampil sebagai duta kabupaten Klungkung, Sanggar Celang (Cenik Lantang-red) menampilkan sajian musik tradisional yang dipadukan dengan tari kreasi. Kamis (19/7).
Temanya sangat unik, yakni soal perilaku para pecandu gadget. Berlangsung di Kalangan Ratna Kanda, Art Center-Denpa, tarian 'Megadgetan' diciptakan secara khusus untuk Pesta Kesenian Bali ke-40.
Sang Made Swastama selaku ketua Sanggar Celang mengatakan, tarian tersebut memang terinspirasi fenomena saat ini. Idenya dicetuskan oleh Nyoman Ardika alias Pekak Sengap, tariannya digarap oleh Wah Lanyuk, dan musiknya dikerjakan oleh Wayan Agun Adi Putra.
Tidak mudah memadukan tari dengan musik tradisional angklung terlebih yang digunakan adalah angklung klasik yang menggunakan empat nada. "Inilah tantangan untuk kami. Namun, dengan ketekunan tim, kami berhasil mempersembahkannya tari tersebut hari ini," ucapnya.
BACA JUGA : Janger Anak-anak Denpasar Angkat Kisah Sunda Upasunda di PKB ke-40
Dia juga mengharapkan, melalui persembahan tari 'Megadgetan', masyarakat bisa lebih bijak menggunakan teknologi agar tidak merugikan diri sendiri terlebih lingkungan sekitar. "Jangan hanya nama saja yang smartphone, pemilik juga wajib lebih smart,"ungkap pria berusia 28 tahun ini.
Bahkan menurutnya, masyarakat milenial saat ini tidak bisa dilepaskan dengan gadget. "Makan harus foto dulu, sedikit-sedikit foto dan ini cendrung akan membahayakan termasuk kesehatan," tandasnya.
Tidak hanya 'Megadgetan', Sanggar ini juga membawakan tarian dan tabuh kreasi lainnya seperti tabuh jalikan, panji semerang, cecek megelut, dan baris bandana manggala yuda. (kanalbali/GAN)
