Pencarian populer

Tari Tenun Massal Tutup Peti Tenget Festival

DENPASAR, kanalbali.com -- Event pariwisata dan budaya Petitenget Festival ditutup pada Minggu, 16 September 2018 dengan Tari Tenun massal.

Dua ribu penari tampil dalam acara untuk membuat rekor MURI dengan latar belakang suasana matahari terbenam itu.Tari Tenun merupakan tari kreasi khas Bali yang diciptakan oleh seniman asal Banjar Campuhan, Kerobokan yakni Nyoman Ridet pada tahun 1957. Tari Tenun ini menggambarkan kegiatan wanita desa yang sedang membuat kain tenun dengan alat-alat yang sangat sederhana.

BACA JUGA :Aura Kasih Ikut Bawa Obor Asian Para Games 2018 di Denpasar

Keseluruhan gerak tari ini merupakan perpaduan antara unsur-unsur tarian klasik yang ditambahkan dengan gerak-gerak imitatif atau hasil kreativitas penciptanya. Saat ditarikan secara berkelompok, tari menekankan pada kekompakkan gerak sehingga keindahannya semakin terlihat indah.

Selain gerakannya yang unik, busana yang dikenakan oleh para penari tenun juga indah. Biasanya identik dengan warna-warna cerah, seperti kuning, hijau, dan merah. Serta hiasan kepala yang khas (lelunakan) juga menambah keindahan untuk dilihat.(kanalbali/RLS)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63