kumparan
7 Desember 2019 13:47

Teco Tak Terima Ada Spanduk yang Singgung Bali United Juara Settingan

WhatsApp Image 2019-12-07 at 11.43.03 (3).jpeg
Spanduk yang menyebut Bali United juara settingan (ACH)
Berbagai spanduk menghiasi Kota Denpasar menyambut gelar juara Liga 1 yang diraih Bali United. Sayang, salah-satunya menyebut gelar itu hanyalah settingan alias rekayasa.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco mengaku geram.
"Saya pikir ini tidak bagus untuk liga kita, siapa yang juara dan siapa yang degradasi itu sesuai dengan usaha dan kerja keras," katanya.
"Degradasi pasti kurang persiapan atau salah di dalam pilih pemain. Terus tim yang juara biasanya tim yang paling konsisten di dalam liga, bukan hanya di satu pertandingan," ujar Teco saat dimintai keterangan di Bali United Cafe, Sabtu (7/12).
Teco dengan tegas membantah bahwa Bali United bisa menjadi juara karena telah diatur sebelumnya.
"Saya sendiri kerja dari 14 Januari, sekarang kita sudah bulan Desember, saya kerja hampir setiap hari di lapangan. Terus ada orang bilang kalau ini juara settingan, ini tidak benar sama sekali, saya sebagai pelatih tidak Terima, kenapa? Saya benar-benar kerja," tegas Teco.
WhatsApp Image 2019-12-07 at 11.43.03 (1).jpeg
Dirinya menyamakan dengan anggapan orang bahwa ia datang ke Bali United hanya untuk menikmati keindahan pulau Bali saja.
ADVERTISEMENT
"Pantai disini memang sangat bagus, pulau bagus, tapi kita datang kesini buat kerja keras, buat bantu tim ini. Kita tahu sebagai profesional kapan bisa nikmati waktu dengan keluarga dan teman. Tapi kita juga tahu kapan harus kerja keras di latihan, dan ketika ada pertandingan harus lebih kerja ekstra keras lagi," ujarnya.
Teco juga tak terkejut ketika isu 'juara settingan' muncul kala tim yang ia asuh sukses meraih gelar. Pasalnya, tahun lalu bersama Persija, isu serupa menjadi perbincangan hangat bagi seluruh pelaku sepak bola tanah air, baik dari pemain, mantan pemain hingga supporter.
"Sama seperti tahun kemarin ada beberapa mantan pemain yang berbicara seperti itu. Saya pikir mereka hanya mau cari sensasi buat dia besar lagi, kenapa? Karena mereka dulu pemain besar, tapi sekarang tidak lagi, jadi mereka hanya cari sensasi untuk mendapat followers yang banyak," tuturnya. (kanalbali/ACH)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan