Temuan Sarkofagus di Gianyar Jadi Koleksi ke-33 Balai Purbakala

Petugas Balai Purbakala menunjukkan temuan sarkofagus di Gianyar (kanalbali/KR11)
GIANYAR, kanalbali.com -- Temuan sarkofagus di di areal sawah Subak Amping, Desa Medahan, Sukawati menjadi koleksi yang ke-33 Balai Purbakala dan Cagar Budaya (BPCB) Bali.
Kepala BPCB Bali, Drs Wayan Muliarsa menyebutkan karena masyarakat setempat tidak sanggup merawat, maka BPCB wajib melestarikan dan merawat sarkofagus tersebut. “Balai Arkeologi bersama BPCB sudah memastikan benda tersebut adalah sarkofagus, dan benda itu sekarang sudah dalam pembersihan,” jelas Muliarsa, Rabu (2/1) di kantornya.
Hanya yang disayangkan Muliarsa, penutup sarkofagus tersebut tinggal sebagian dan sebagiannya sudah terangkut menjadi tanah urug di suatu tempat. Ditambahkannya, di dalam sarkofagus tersebut terdapat tulang termasuk gigi yang kondisinya sudah hancur. “Posisi mayat di dalam sarkofagus membungkuk seperti bayi yang di dalam kandungan,” bebernya.

Sedangkan sarkofagus tersebut dengan posisi kepala menghadap Utara, yang mensimbolkan Gunung-Laut dengan ukuran 111 cm X 64,5 cm. Diperkirakan, sarkofagus tersebut berasal dari jaman pra sejarah Bali, atau sekitar 2.000 – 2.500 tahun lalu, “Atau sebelum masuknya pengaruh Hindu ke Bali,” terang Muliarsa.
Dijelaskannya lagi, sarkofagus tersebut ditemukan di kedalaman 7 meter di bawah tanah, dan karena pengambilan dengan alat berat, maka titik point sarkofagus tersebut sudah tidak bias dipastikan tepat. “Hanya perkiraan lokasi, selain tulang juga ditemukan juga 7 gelang perunggu ukuran mini yang kondisinya sudah berkarat,” tambahnya. Selain berasal dari pra sejarah, diduga sarkofagus tersebut adalah penduduk nomaden Bali.
Untuk memastikan umur dan jenis kelamin termasuk sejarahnya, maka beberapa sampel tersebut diserahkan ke Balai Arkeologi Bali. “Tulangnya nanti akan di tes DNA, mencari jenis kelamin dan umur tulang. Disamping itu, serbuk tanahnya juga diteliti, untuk memastikan kondisi dan struktur bebatuan pada jaman sarkofagus dikuburkan,” terangnya.
Di BPCB Bedulu sendiri terdapat 33 sarkofagus dan 18 buahnya berasal dari Gianyar. Sedangkan selebihnya berasal dari Negara, Buleleng dan Bangli. (kanalbali/KR11)
