Konten Media Partner

Umat Hindu di Bali Rayakan Hari Saraswati dengan Prokes Ketat

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat yang bersembahyang di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali mendapatkan percikan tirta suci - IST
zoom-in-whitePerbesar
Umat yang bersembahyang di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali mendapatkan percikan tirta suci - IST

DENPASAR - Umat Hindu di Bali hari ini melaksanakan perayaan Hari Saraswati, yakni hari yang diyakini sebagai saat turunnya ilmu pengetahuan. Persembahyangan dilakukan di sejumlah Pura seperti di Pura Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (28/08/21).

Meski masih dalam situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, umat hindu tetap melaksanakan persembahyangan protokol kesehatan.

Aparat keamanan, yang terdiri atas pecalang hingga anggota kepolisian nampak memantau ketat jalannya persembahyangan. Dijelaskan, dalam satu sesi persembahnyangan dibatasi hingga maksimal 30 orang dengan pembatasan jarak.

Saat persembahyangan di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, umat harus tetap menjaga jarak - IST

Wali kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Jegara menyatakan, PPKM tak menghalangi warga untuk beribadah.

"Yang penting bhakti kita kepada yang diatas (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) jangan sampai tidak jalan tetap melakukan prokes yang ketat," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai pelaksanaan Banyu Pinaruh atau pengelukatan (pembersihan diri), pihak Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar memberikan batasan kepada masyarakat untuk tidak berduyun-duyun ke pantai. Pihak MDA menyarankan supaya umat Hindu melakukan Ngayat atau bersembahyang dari rumah.

“Kami mengimbau masyarakat Kota Denpasar tidak berbondong-bondong ke pantai untuk melaksanakan pembersihan, melainkan ngayat melaksanakan di rumah masing masing,” ujar Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana.

Wali kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Jegara - IST

Hingga saat ini, kata dia Kota Denpasar khususnya wilayah pesisir Sanur dan Serangan masih terjadi penularan COVID-19. Karenanya, obyek wisata pantai di Kota Denpasar termasuk di wilayah Sanur dan Serangan masih ditutup untuk umum.

“Jadi masyarakat Kota Denpasar yang sebagaimana sebelumnya biasa melaksanakan pengelukatan di pantai, untuk kali ini kami mengajak masyarakat untuk melaksanakan pengelukatan dari rumah masing-masing, atas kondisi ini kami berharap permakluman untuk kebaikan kita bersama dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19 ini,” harap Sudiana. (Kanalbali/WIB)