Video Klip 'Dinasti Matahari' Navicula Tampilkan Keunikan Suku Bangsa Nusantara

Konten Media Partner
12 Januari 2022 8:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Adegan dalam video klip 'Dinasti Matahari' - doc.Navicula
zoom-in-whitePerbesar
Adegan dalam video klip 'Dinasti Matahari' - doc.Navicula
ADVERTISEMENT
DENPASAR – Satu lagi karya bertema keberagaman diluncurkan band Grunge asal Bali Navicula. Kali ini lewat video klip untuk lagu ‘Dinasti Matahari’.
ADVERTISEMENT
“Lewat klip ini kami ingin berkisah tentang keberagaman budaya kita yang berakar pada budaya tropis dan agrikultur,” kata vokalis band Gede Robi, dalam jumpa pers di Kubukopi, Denpasar, Selasa (11/1/2021).
Single dan klip sekaligus mengenalkan kembali identitas masyarakat di tanah air sebagai bagian dari suku nusantara. “Mereka mewarisi cara hidup bersikap pada alam dengan mengambil, memanfaatkan secukupnya, bersyukur dari apa yang sudah tersedia dan menjaga agar tetap dapat memenuhi kebutuhan desain kehidupan di masa yang akan datang,” katanya.
Musik video ini bekerjasama dengan KITAPOLENG (Dibal Ranuh dan Jasmine Okubo). Selain itu, Sandrina Malakiano berperan sebagai eksekutif produser.
Navicula saat perayaan Ultah ke-25 di Hard Rock Cafe Bali - IST
zoom-in-whitePerbesar
Navicula saat perayaan Ultah ke-25 di Hard Rock Cafe Bali - IST
Lokasi pembuatan video dilakukan di Bali dan Sumba Timur, melibatkan belasan seniman tari dan penunggang kuda asli Sumba, menunggang kuda tanpa pelana, bahkan disebagian daerah kuda juga sebagai alat bantu transportasi bagi masyarakat Sumba.
ADVERTISEMENT
Mengadaptasi tradisi Pasola, merupakan upacara yang dilakukan oleh orang Sumba dalam rangka mengucap syukur atas berkat yang didapat sekaligus menyambut datangnya musim panen.
Klip ini juga mengambil karakter beberapa suku dan budaya nusantara dalam video ini, Selain Sumba, ada pula Hudoq dari Kalimantan Timur, Hudoq merupakan tarian dengan menggunakan topeng dan pakaian tertentu.
Dari Bali, mengangkat kembali tarian Sanghyang Jaran dan Barong Brutuk, selain itu ada beberapa suku dan etnis lain seperti Nias, Badui, Minahasa dan Papua. Benang merah dari semua yang digambarkan adalah ucapan syukur atas apa yang sudah tersedia di alam bagi kehidupan manusia.
Navicula bersama Dibal Ranuh (ujung kanan), Sandrina Malakiano (2 dari kanan) dan Jasmine Okubo (ujung kiri) saat jumpa pers di Kubukopi, Denpasar - RFH
zoom-in-whitePerbesar
Navicula bersama Dibal Ranuh (ujung kanan), Sandrina Malakiano (2 dari kanan) dan Jasmine Okubo (ujung kiri) saat jumpa pers di Kubukopi, Denpasar - RFH
Sandrina Malakiano mengatakan, klip ‘Dinasti Matahari’ merupakan klip yang mengangkat Indonesia dalam bentuknya yang asli. “Tidak dalam bentuk brosur pariwisata yang cenderung hanya jadi kosmetik,” katanya. "Menampilkan keindahan alam secara roh apa adanya. Lagu ini kuat sekali, video juga sepadan punya roh. Kalau orang Bali bilang metaksu," kata Sandrina.
ADVERTISEMENT
Single ‘Dinasti Matahari’ sendiri adalah satu dari dua belas lagu untuk album ke-11 Navicula. Formasi lengkap band yang sudah berusia 25 tahun ini adalah Gede Robi (vokal, gitar), Dadang Pranoto (gitar), Palel Atmoko (drum), dan Krishnanda Adipurba (bass). (Kanalbali/ROB)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020