Konten Media Partner

Viral Ibu Sakit Ditolak RS di Denpasar dan Meninggal, RSUD Wangaya Membantah

Kanal Baliverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Screenshot unggahan di instagram - IST
zoom-in-whitePerbesar
Screenshot unggahan di instagram - IST

DENPASAR, kanalbali.com - Sebuah unggahan di akun instagram Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Bali Arya Wedakarna viral di media sosial.

Dalam unggahan itu, dia mengaku menerima aspirasi dari warga Buleleng yang diduga ibunya ditolak untuk dirawat oleh RS Wangaya, Denpasar. Akibatnya, sang ibu meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUP Sanglah.

"@rsud.wangaya termasuk RS menolak meminjamkan Ambulance dr RS Wangaya ke Sanglah. Bayangkan, anak muda itu harus "membonceng" ibu beliau dengan sepeda motor dan ibu beliau dinyatakan meninggal saat di tiba di RS Sanglah," sebutnya dalam unggahan itu

Dalam akun disebutkan, AWK akan turun tangan ke Sanglah dan memastikan jenazah tiba besok juga di kampung di Buleleng. Selanjutnya AWK akan memproses hukum oknum pejabat / petugas sudah rumah sakit Wangaya jika terbukti salah.

embed from external kumparan

Menanggapi unggahan itu, Humas Pemkot Denpasar Dewa Rai mengaku telah meminta keterangan dari pihak RSUD Wangaya. Disebutkan bahwa yang terjadi bukanlah penolakan untuk merawat di UGD RSUP Wangaya milik Pemerintah Kota Denpasar.

"Jadi saat itu, ruang perawatan di UGD sudah penuh dan bed juga sudah penuh sementara petugas medis harus menangani pasien yang sudah ada disana," katanya.

Karena kondisi itu, dokter jaga kemudian mengarahkan pemuda yang membawa ibunya untuk ke rumah sakit terdekat, yakni RS Manuaba, Namun ternyata kemudian diketahui dibawa ke RSUP Sanglah.

Mengenai masalah ambulans, menurut Dewa Rai, untuk menggunakan ambulans itu harus ada prosedur dan umumnya digunakan untuk pasien yang sudah dirawat disana. Saat itu juga tidak ada petugas medis yang bisa mendampingi.

Dewa Rai menyebutkan, pihak RSUD Wangaya akan bersedia menjelaskan hal itu bila nantinya AWK meminta klarifikasi mengenai kejadian tersebut. (kanalbali/RFH)