Konten Media Partner

Warga Muslim di Bali Laksanakan Ziarah Kubur

Kanal Baliverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Muslim di Bali Laksanakan Ziarah Kubur
zoom-in-whitePerbesar

Menjelang bulan suci Ramadhan, ribuan umat Muslim di Denpasar Bali berdatangan ke Pemakaman Muslim Wanasari Maruti 13 untuk melakukan Ziarah. Nampak sejumlah warga datang membawa bunga, air dan membacakan lantunan ayat suci Al Quran didepan kuburan keluarganya.

Salah seorang peziarah, Yudi Abdullah (36) mengatakan kegiatan ziarah ini rutin dilakukan setiap tahunnya saat menjelang bulan Ramadhan, meskipun di hari biasa seperti hari kamis ia tetap berziarah. Menurut Yudi, kegiatan Ziarah merupakan kewajiban bagi seluruh umat Muslim, sehingga saat ditemui Yudi datang bersama kedua orang anaknya beserta istri.

“Anak-anak sedari kecil sudah di sisipkan sisi agama, karena kami tinggal di lingkungan minoritas dan kita ajarkan untuk ziarah kubur juga,” ujarnya usai berziarah, Sabtu (4/3).

Selain Yudi, keluarga lain yang berziarah yakni Endang (61) dan Nyoman Budiarta (62). Pasangan suami istri ini menuturkan selalu menyempatkan diri untuk datang ke kuburan dan mengirim doa kepada anggota keluarga yang telah mendahului mereka.

“Saya setiap ada waktu pasti berziarah, terlebih saat ini sudah menjelang bulan Ramadhan. Disini kami mengunjungi ayah, ibu dan paman, semoga semua dosa nya diampuni dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah,” ucapnya.

Wakil Ketua Yayasan Pemakaman Muslim Wanasari Maruti 13, Haji Sumartono (60) mengatakan sudah satu minggu belakangan ini masyarakat muslim kota Denpasar datang untuk melakukan ziarah. “Dari minggu lalu mereka berdatangan, kemungkinannya akan berlanjut hingga selesainya Shalat ied,” tandasnya

Haji menuturkan, makam yang sudah ada sejak tahun 1811, saat ini jumlah yang di kuburkan sudah mencapai puluhan ribu orang. Bahkan dalam satu makam akan ditumpuk hingga 5 orang mayat di dalam satu keluarga yang sama.

Kedatangan peziarah yang ramai ini turut membawa keuntungan bagi sejumlah penjual bunga di dekat kuburan. Miswati (57) salah satu pedagang yang sudah bekerja puluhan tahun mengatakan keuntungan yang diperoleh dari menjual bunga mencapai Rp 300.000 untuk modal yang di keluarkan Rp. 1.000.000.

“Semoga bulan suci Ramadhan membukakan pintu rejeki untuk kita semua,” tandas wanita asal Kota Surabaya ini.