Konten Media Partner

Wisman Tak Bisa Lewat Bandara Soetta, Wagub: Bali Siap dan Tak Khawatir

Kanal Baliverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali saat kedatangan travel agent dari Jepang - IST
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Bandara Ngurah Rai, Bali saat kedatangan travel agent dari Jepang - IST

DENPASAR, kanalbali.com- Aturan baru perjalanan wisata ke Luar Negeri tak membolehkan WNA maupun WNI tujuan wisata melewati Bandara Soetta. Terkait hal itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan, Bali sebagai satu dari tiga daerah yang bisa dilewati PPLN wisata sudah siap.

"Bali siap, bahkan jauh hari sudah kita sudah siapkan dan sudah beberapa kali kita lakukan simulasi. Bahkan, Bali sudah melakukan sertifikasi hotel-hotel karantina ada 60 hotel itu," kata tokoh yang akrab disapa Cok Ace, kepada wartawan di Gedung DPRD Bali, Senin (7/2).

Menurutnya dari 60 hotel tersebut hanya beberapa saja yang saat ini dilakukan uji coba untuk karantina bagi wisatawan yang datang ke Pulau Dewata. Sementara, untuk harga lima hari karantina di hotel itu bervariasi.

"Tapi, untuk pertama baru digunakan beberapa saja dan sekaligus kita mau lihat ujicoba. (Harga hotel) bervariasi tergantung fasilitasnya, itu masing-masing perusahaan punya nilai sendiri. Ada Rp 11 juta dan Rp 12 juta dengan (fasilitas) segala-galanya untuk lima hari karantina," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa pihaknya tidak khawatir bila Bali menjadi tempat WNI dan WNA untuk tujuan wisata kendati adanya lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati - IST

"Sekarang belum ada wisatawan lonjakannya sudah luar biasa. Sempat menyentuh angka 2000 di atas, yang sebelumnya pernah kita alami. Kita tetap waspada namun demikian kita tidak usah panik. Tidak menolak (jadi tempat karantina) kita sudah siapkan," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah tidak terlalu buru-buru Bali membuka penerbangan internasional. Menurutnya, hal itu sudah dipersiapkan dengan matang dan jauh-jauh hari.

"Ini, sudah dipersiapkan dari tahun lalu. Kita sudah persiapakan, terutama kita jaga kawasan Nusa Dua," ujar Cok Ace.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan menetapkan aturan baru perjalanan luar negeri dengan transportasi udara di tengah pandemi Covid-19. Kini, WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata tak bisa melalui Bandara Soekarno Hatta.

Aturan baru itu termaktub dalam Surat Edaran bernomor 11 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19 yang mulai berlaku pada 3 Februari.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, mengatakan bahwa selama pemberlakuan SE ini, WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri tujuan wisata hanya bisa melalui tiga bandara. Yakni, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandar Udara Hang Nadim, Batam, dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang.

Update dari Kementerian Perhubungan

Perkembangan terbaru, pihak Kemenhub melakukan ralat siaran pers terkait yang sebelumnya telah terbit dalam Siaran Pers Ditjen Perhubungan Udara, tanggal 6 Februari 2022. Yang berjudul Kemenhub Terbitkan SE Baru Perjalanan Luar Negeri (SE Kemenhub Nomor 11 Tahun 2022).

embed from external kumparan

"Serta untuk menghindari kesalahan persepsi agar setiap pihak memiliki pemahaman yang sama, maka kami menyampaikan koreksi atas siaran pers yang semula berbunyi"... pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata, hanya dapat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Hang Nadim (Batam), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang)," kata Plt Kepala Bagian Kerja Sama Internasional dan Umum Ditjen Hubud Kemenhub Fitri Indah melalui siaran persnya, Senin (7/2) sebagaimana dilansir Kumparan.com.

Ia menegaskan poin tersebut seharusnya berbunyi, "Pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata, dapat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Hang Nadim (Batam), dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang)," tuturnya.

(kanalbali/KAD)