Konten dari Pengguna

Ayo Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Terbuka, Tegakkan Tridharma & Demokrasi

Dimas Muhammad Erlangga

Dimas Muhammad Erlangga

Soekarnois Mahasiswa Universitas Terbuka Prodi Ilmu Pemerintahan GmnI Komisariat Universitas Terbuka Bandung

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dimas Muhammad Erlangga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen Pribadi

Ayo Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Terbuka, Tegakkan Tridharma & Demokrasi di Kampus!

Pendahuluan

Universitas atau Kampus adalah kawah candradimuka bagi calon pemimpin bangsa. Kampus tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga arena perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan demokrasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga idealisme, memperjuangkan hak-hak rakyat, dan membangun peradaban yang lebih maju.

Universitas Terbuka (UT), sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis jarak jauh, memiliki keunikan tersendiri dalam membentuk karakter mahasiswanya. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, mahasiswa UT diharapkan tetap berperan aktif dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi tidak kecil, terutama dalam hal menghidupkan demokrasi di lingkungan akademik.

Oleh karena itu, mahasiswa dan mahasiswi UT harus lebih progresif dalam memahami dan mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperjuangkan demokrasi yang sehat di dunia akademik. Tulisan ini akan mengulas pentingnya peran mahasiswa UT dalam menegakkan Tridharma dan demokrasi kampus, dengan meninjau gagasan dari tokoh-tokoh progresif dan revolusioner.

Tridharma Perguruan Tinggi: Pilar Akademik yang Wajib Ditegakkan

Konsep Tridharma Perguruan Tinggi mencakup tiga aspek utama:

1. Pendidikan dan Pengajaran

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan juga transformasi kesadaran. Paulo Freire dalam bukunya Pedagogy of the Oppressed (1970) mengkritik pendidikan konvensional yang bersifat banking system, di mana mahasiswa hanya diperlakukan sebagai wadah kosong yang diisi dengan informasi. Freire menekankan pentingnya pendidikan yang dialogis dan membebaskan. Mahasiswa UT harus menjadikan pembelajaran sebagai alat untuk membangun kesadaran kritis dan membebaskan diri dari pola pikir pasif.

2. Penelitian dan Pengembangan

Mahasiswa UT harus mampu melakukan riset yang tidak hanya akademis tetapi juga memiliki dampak sosial. Karl Marx dalam Theses on Feuerbach (1845) menyatakan bahwa "para filsuf hanya menafsirkan dunia dengan berbagai cara; yang terpenting adalah mengubahnya." Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa seharusnya tidak hanya untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga harus berorientasi pada solusi konkret bagi masyarakat.

3. Pengabdian kepada Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat adalah bukti nyata bahwa ilmu harus diabdikan bagi kepentingan rakyat. Tan Malaka dalam Madilog (1943) menegaskan bahwa intelektual sejati bukanlah mereka yang hanya berbicara teori di ruang kelas, melainkan mereka yang berbaur dengan rakyat dan memperjuangkan perubahan. Mahasiswa UT, meskipun berkuliah secara daring, tetap dapat melakukan aksi sosial melalui berbagai platform dan program berbasis komunitas.

Demokrasi Kampus: Hak yang Harus Diperjuangkan

Selain menegakkan Tridharma, mahasiswa juga harus memastikan demokrasi di kampus tetap terjaga. Demokrasi dalam konteks pendidikan tinggi berarti adanya kebebasan akademik, kebebasan berorganisasi, serta transparansi dalam pengelolaan kampus.

1. Kebebasan Akademik

Edward Said dalam Orientalism (1978) mengkritik bagaimana pengetahuan sering kali digunakan sebagai alat kekuasaan. Oleh karena itu, mahasiswa harus menuntut kebebasan akademik agar kampus tetap menjadi tempat berkembangnya pemikiran kritis dan inovatif.

2. Kebebasan Berorganisasi dan Bersuara

Che Guevara pernah berkata, "Revolusi bukan sekadar kata-kata, tetapi tindakan." Kebebasan berserikat dan berorganisasi adalah hak mahasiswa yang harus dipertahankan. Organisasi mahasiswa harus menjadi wadah perjuangan, bukan sekadar formalitas administratif. Mahasiswa UT dapat membentuk komunitas intelektual yang aktif berdiskusi dan mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan publik.

3. Transparansi dalam Pengelolaan Kampus

Demokrasi juga berarti transparansi dan akuntabilitas. Mahasiswa berhak mengetahui bagaimana kebijakan kampus dibuat dan bagaimana anggaran pendidikan dikelola. Tanpa transparansi, kebijakan pendidikan berisiko disalahgunakan oleh segelintir elite akademik.

Tantangan bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

Mahasiswa UT memiliki tantangan unik dibandingkan mahasiswa di perguruan tinggi konvensional. Salah satu tantangan utama adalah minimnya interaksi langsung antar mahasiswa, yang dapat menghambat terbentuknya solidaritas kolektif. Namun, era digital juga membuka peluang baru bagi mahasiswa UT untuk tetap aktif dalam berbagai diskusi dan gerakan sosial melalui media sosial, forum daring, dan komunitas virtual.

Selain itu, akses terhadap sumber daya akademik juga menjadi tantangan. Mahasiswa harus memperjuangkan akses yang lebih luas terhadap jurnal, buku, dan bahan bacaan agar dapat berkembang secara intelektual tanpa hambatan birokrasi.

Apa yang Bisa Dilakukan Mahasiswa UT?

Untuk menegakkan Tridharma dan demokrasi kampus, mahasiswa UT bisa melakukan beberapa langkah konkret:

1. Membangun Forum Diskusi Online

Dengan memanfaatkan teknologi, mahasiswa dapat membangun komunitas intelektual berbasis daring untuk membahas isu-isu akademik dan sosial secara kritis.

2. Menggalang Gerakan Kolektif

Mahasiswa dapat membentuk gerakan sosial untuk memperjuangkan hak-hak akademik, seperti akses pendidikan yang lebih inklusif dan transparan.

3. Aktif dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa UT dapat melakukan penelitian yang berorientasi pada solusi sosial serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang berbasis komunitas lokal.

4. Mengadvokasi Kebijakan Pendidikan

Dengan memahami hak-hak mahasiswa, mereka dapat menyuarakan kritik terhadap kebijakan kampus yang tidak berpihak pada kepentingan akademik dan mahasiswa.

Kesimpulan

Mahasiswa UT memiliki tanggung jawab besar dalam menegakkan Tridharma Perguruan Tinggi dan menjaga demokrasi kampus. Pendidikan harus membebaskan, penelitian harus transformatif, dan pengabdian masyarakat harus nyata. Dalam menghadapi tantangan, mahasiswa UT harus tetap progresif, kritis, dan aktif berpartisipasi dalam perubahan sosial.

Seperti kata Soekarno, "Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia!" Mahasiswa UT harus membuktikan bahwa meski kuliah secara daring, mereka tetap bisa menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara.

Ayo, mahasiswa-mahasiswi Universitas Terbuka, tegakkan Tridharma & demokrasi di kampus!