Konten dari Pengguna

Kisah Tasya, Perempuan Tangguh Penyintas Leukemia: Sempat Tidak Terima

Kaniya Annisa

Kaniya Annisa

Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kaniya Annisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pixabay.com

Tasya Arda Muslimah mungkin tak pernah mengira bahwa dalam hidupnya mesti merasakan kemoterapi dan ribuan suntikan yang masuk dalam tubuhnya. Walaupun sempat merasa terpuruk dan putus asa, namun semangat untuk sembuhnya begitu besar. Penyakit kanker darah atau yang dikenal dengan leukemia yang dulu pernah menggerogoti tubuhnya dan sempat mematahkan mimpinya sejak kecil kini telah berhasil dikalahkan.

Gadis yang biasa dipanggil Tasya oleh teman-temannya itu kini telah berusia 21 tahun dan sekarang dia sudah dapat melakukan semua aktivitas layaknya orang seusianya. Dulu dia sempat merasa iri dengan teman-temanya karena pada saat itu teman-temannya dapat bermain dengan sepuasnya, sedangkan dia hanya diperbolehkan berbaring di ranjang rumah sakit. Dia juga sempat berhenti sekolah selama dua tahun karena fokus untuk pengobatan kanker dalam tubuhnya.

“Awal mula saya mengetahui ada sel kanker dalam tubuh saya adalah saat saya terjatuh dari sepeda dan awalnya hanya dikira keseleo biasa namun setelah dipijat dan beberapa hari kemudian malah semakin parah akhirnya saya diperiksakan ke rumah sakit lalu didiagnosa oleh dokter demam berdarah dan anemia. Akhirnya dokter menyarankan untuk rawat inap selama satu minggu,” jelas Tasya saat ditemui, Rabu (10/11/2021). Tasya juga menambahkan, bahwa sebelumnya dia sudah beberapa kali pingsan dan merasa badannya lemas.

Setelah menjalani rawat inap dan diperbolehkan pulang oleh dokter, namun beberapa hari selanjutnya dia tetap merasa lemas dan hampir setiap malam badan panas. Lalu orang tuanya memutuskan untuk memeriksakan lagi di rumah sakit. Saat itu dokter memberikan rujukan untuk pindah ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito dan bertemu dengan dokter spesialis.

“Saat bertemu dengan dokter spesialis, saya disarankan untuk melakukan tes dengan mengambil sumsum tulang dan setelah hasilnya keluar ternyata saya didiagnosa kanker leukimia stadium dua,” ungkap Tasya.

Pada awalnya dia merasa sangat terpukul dan merasa tidak percaya. Dia juga sempat menolak jika harus dirawat di rumah sakit dan harus akrab dengan jarum suntik. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya dia bisa menerima keadaannya. Serta dia juga mendapat dukungan dari orang tua dan orang-orang di sekelilingnya yang membuat dia semangat dan optimis kembali.

Selama dua tahun Tasya secara rutin menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya. Di samping itu dia juga mencoba beberapa pengobatan alternatif serta obat-obatan herbal. Entah sudah berapa ribu butir obat yang diminumnya dan berapa ratus jarum yang mendarat di tubuhnya. Di tengah pengobatan, dokter sudah hampir menyerah. Namun, Tasya tetap semangat dan optimis untuk sembuh.

Tasya bersyukur masih banyak orang yang sayang dengannya dan selalu mendukungnya sampai sekarang dia sembuh. Walaupun banyak rintangan saat dia mengalami pengobatan, namun dia tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dia rasakan.

Tasya juga berpesan kepada para pasien kanker jika badai pasti berlalu dan harapan pasti akan datang. Serta harus tetap berjuang dan jangan menyerah karena optimis adalah obat yang paling mujarab.