Rocky Gerung Masuk Istana: Masihkah Suara Kritisnya Tetap Sama?
Tulisan dari Citra Rosika SAP MAP tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika seorang intelektual yang dikenal kritis terhadap kekuasaan akhirnya memutuskan masuk ke dalam lingkar pemerintahan, pertanyaannya bukan hanya mengapa ia menerima jabatan, tetapi apa yang akan ia lakukan dengan ruang baru tersebut?
Selama bertahun-tahun, Rocky Gerung dikenal publik sebagai akademisi, filsuf, intelektual publik, serta pengamat politik dan sosial yang kerap menyampaikan kritik dengan gaya lugas dan argumentatif.
Namanya lebih sering terdengar dari ruang diskusi, televisi, forum akademik, hingga berbagai perdebatan mengenai politik dan kehidupan bernegara. Ia berada di luar struktur pemerintahan, mengamati, mengkritik, dan memberikan tafsir terhadap berbagai persoalan yang muncul di ruang publik.
Namun, pada 2 Oktober 2026, posisi tersebut mengalami perubahan.
Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta. Ia dilantik bersama Ketua Wantimpres Pratikno, Wakil Ketua Hatta Rajasa, serta anggota lainnya yang berasal dari beragam latar belakang.
Dengan demikian, Rocky kini tidak lagi sekadar memberikan pandangan dari luar kekuasaan. Ia mendapat ruang formal untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden. Perubahan posisi ini tentu menarik untuk dilihat lebih jauh.
Dari luar kekuasaan ke dalam lingkar pertimbangan
Menariknya, keputusan Rocky menerima posisi tersebut memiliki latar belakang yang cukup panjang.
Pada 2019, dalam wawancara dengan kumparan, Rocky pernah menceritakan bahwa dirinya pernah mendapat tawaran untuk masuk ke pemerintahan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia memilih berada di luar pemerintahan karena merasa posisinya lebih tepat untuk mengoreksi kebijakan pemerintah.
Bahkan ketika berbicara mengenai jabatan menteri, Rocky pernah mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik dengan pekerjaan teknis pemerintahan. Dalam wawancara yang sama, ia justru melontarkan gagasan tentang “Kementerian Akal Sehat”, sebuah gagasan yang ia kaitkan dengan kebutuhan meningkatkan penalaran publik dan literasi.
Karena itu, keputusan Rocky untuk menerima posisi Wantimpres pada 2026 menjadi menarik bukan semata-mata karena ia mendapatkan jabatan, tetapi karena terdapat perubahan ruang: dari pengamat di luar kekuasaan menjadi pemberi pertimbangan di dalam struktur kepresidenan.
Apakah itu berarti sikap kritisnya berubah Pertanyaan tersebut muncul secara alami. Namun Rocky sendiri memberikan jawabannya setelah pelantikan.
“Cuma pindah dari luar ke dalam”
Usai dilantik, Rocky menegaskan bahwa masuknya dirinya ke Wantimpres tidak berarti ia meninggalkan sikap kritisnya.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Rocky mengatakan bahwa dirinya “cuma pindah dari luar ke dalam” dan menyatakan sikap serta pandangannya tetap. Ia juga menjelaskan bahwa posisi Wantimpres menurut pesan Presiden memiliki kedudukan etis, bukan teknis.
Pernyataan ini penting karena posisi Wantimpres memang berbeda dari posisi menteri ataupun wakil menteri.
Wantimpres bukan bagian dari kementerian yang menjalankan program teknis pemerintahan sehari-hari. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, tugas Wantimpres adalah memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
Dengan kata lain, Rocky tidak masuk ke pemerintahan sebagai pelaksana teknis sebuah kementerian. Ia masuk sebagai bagian dari lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Ruang baru bagi seorang intelektual kritis
Di sinilah posisi Rocky menjadi menarik untuk diamati.
Seorang intelektual yang selama ini memiliki kebebasan untuk mengkritik dari luar kini berada dalam ruang yang memiliki hubungan langsung dengan pengambilan pertimbangan di tingkat Presiden. Pertanyaannya kemudian bukan lagi sekadar apakah Rocky akan tetap kritis.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana kritik tersebut bekerja ketika disampaikan dari dalam sebuah lembaga negara? Sebab, kritik dari luar dan kritik dari dalam memiliki konteks yang berbeda.
Dari luar, seorang pengamat dapat berbicara secara terbuka mengenai kebijakan pemerintah dan memberikan penilaian berdasarkan informasi yang tersedia di ruang publik.
Sementara itu, Wantimpres memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Ketentuan mengenai lembaga ini mengatur bahwa nasihat dan pertimbangan yang diberikan kepada Presiden tidak untuk disebarluaskan kepada pihak lain.
Artinya, publik mungkin tidak akan selalu dapat mengetahui apa yang disampaikan Rocky dalam ruang pertimbangan tersebut. Di satu sisi, ini membuat posisi Wantimpres memiliki ruang yang terbatas untuk dipertontonkan kepada publik.
Di sisi lain, justru di situlah kualitas seorang anggota Wantimpres diuji: apakah gagasan dan kritik tetap dapat disampaikan secara substantif meskipun tidak selalu muncul di ruang publik?
Kritik sebagai bagian dari kekuasaan
Rocky sendiri menggambarkan fungsi Wantimpres sebagai semacam oversight committee. Menurutnya, posisi tersebut berkaitan dengan kemampuan melihat dampak suatu kebijakan serta memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar selaras dengan visi Presiden.
Jika fungsi tersebut dijalankan sebagaimana mandatnya, keberadaan orang dengan latar belakang intelektual dan pengalaman membaca persoalan sosial-politik dapat memberikan perspektif yang berbeda dalam proses pertimbangan kebijakan. Namun, tentu terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana pengaruh Rocky di dalam Wantimpres.
Pelantikan baru berlangsung pada 2 Oktober 2026. Belum terdapat cukup waktu untuk menilai bagaimana gagasan Rocky akan diterjemahkan dalam proses pertimbangan kebijakan ataupun seberapa besar pengaruhnya terhadap keputusan pemerintah.
Karena itu, penilaian terhadap peran barunya sebaiknya tidak berhenti pada siapa Rocky di masa lalu, tetapi juga melihat apa yang benar-benar ia lakukan dalam jabatan tersebut.
Dari “mengkritik” menjadi “memberi pertimbangan”
Ada perubahan menarik dalam posisi Rocky.
Sebelumnya, publik mengenalnya sebagai seseorang yang berada di luar kekuasaan dan aktif mengomentari berbagai kebijakan serta persoalan politik.
Kini ia memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan langsung kepada Presiden melalui lembaga yang memang dibentuk untuk memberikan pertimbangan.
Perubahan ini tidak otomatis berarti Rocky menjadi bagian dari setiap keputusan pemerintah. Wantimpres memiliki fungsi memberikan nasihat dan pertimbangan, sedangkan pelaksanaan kebijakan berada pada struktur pemerintahan yang lain. Secara hukum, Wantimpres memang dibentuk sebagai lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Karena itu, mungkin lebih tepat melihat perubahan Rocky bukan sebagai perpindahan sederhana dari “kritikus menjadi pejabat”, melainkan perpindahan ruang berbicara: dari luar struktur kekuasaan ke dalam ruang pertimbangan kekuasaan. Di ruang baru itu, tantangannya justru semakin besar.
Sebab seorang intelektual yang berada di luar kekuasaan dapat dengan mudah mempertanyakan kekuasaan. Tetapi ketika ia diberi kesempatan berada dekat dengan kekuasaan, tantangannya adalah mempertahankan kemampuan untuk tetap mempertanyakan sesuatu yang perlu dipertanyakan.
Akal sehat ketika berada di dalam kekuasaan
Hal ini mengingatkan pada salah satu gagasan yang cukup sering dibicarakan Rocky: akal sehat.
Bagi Rocky, akal sehat bukan sekadar kemampuan mengetahui mana yang benar dan salah. Ia berkaitan dengan kemampuan menggunakan nalar, membaca persoalan secara kritis, serta tidak menerima begitu saja sesuatu hanya karena berasal dari otoritas. Kini gagasan tersebut mendapatkan ruang pengujian yang berbeda.
Jika sebelumnya Rocky berbicara tentang akal sehat dari luar pemerintahan, kini ia berada di salah satu ruang yang berhubungan langsung dengan pertimbangan Presiden. Maka, publik tentu akan menunggu bagaimana posisi tersebut dijalankan.
Bukan sekadar apakah Rocky masih berbicara dengan gaya Rocky yang selama ini dikenal publik, tetapi apakah kemampuan analisis, kritik, dan penalarannya benar-benar dapat digunakan untuk memberikan pertimbangan yang berarti. Sebab pada akhirnya, jabatan bukan hanya tentang tempat seseorang berdiri.
Jabatan juga tentang apa yang dilakukan seseorang ketika ia sudah berada di tempat tersebut. Rocky Gerung kini telah berpindah dari luar ke dalam ruang pertimbangan Presiden.
Apakah ia akan tetap menjadi suara yang kritisJawabannya tidak cukup dicari dari pernyataannya hari ini.
Publik akan dapat melihatnya dari perjalanan berikutnya: dari gagasan yang ia sampaikan, pertimbangan yang ia berikan, dan bagaimana ia menjalankan amanah sebagai anggota Wantimpres.
Di situlah babak baru Rocky Gerung dimulai.

