Pengetahuan Suami Penting Sebagai Pengambil Keputusan Persalinan

karenrafasevinka
Mahasiswa poltekkes kemenkes semarang, jurusan kebidanan yang aktif mengikuti kegiatan mahasiswa, dan aktif berorganisasi. Suka dengan hal baru dan hobi menulis baik fiksi maupun ilmiah.
Konten dari Pengguna
3 April 2024 11:39 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari karenrafasevinka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wanita dengan segenggam bunga. Photo by Fadime Erbass from Pexels: https://www.pexels.com/photo/person-holding-white-flowers-13289844/
zoom-in-whitePerbesar
Wanita dengan segenggam bunga. Photo by Fadime Erbass from Pexels: https://www.pexels.com/photo/person-holding-white-flowers-13289844/
ADVERTISEMENT
Menurunkan angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu upaya yang masih digaungkan oleh pemerintah, banyak program yang dirancang untuk mengurangi AKI dan AKB. Beberapa diantaranya ada Sustainable Development Goals (SDGs) , pemberian Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), penempatan tenaga strategis (dokter dan bidan) dan penyediaan fasilitas kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan, Kepulauan (DTPK), dan sebagianya. Sementara hal ini harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dan SDM yang memadai, apabila program-program tersebut dilakukan tanpa diimbangi dengan peningkatan SDM, kemungkinan yang akan terjadi adalah seperti saat ini.
ADVERTISEMENT
Persalinan merupakan suatu proses dimana seorang Wanita mengeluarkan hasil konsepsi yang diawali dengan kontraksi uterus dan memuncak pada saat pengeluaran bayi sampai dengan plasenta dan selaputnya yang mana proses persalinan ini berlangsung salama 12 sampai 14 jam. Persalinan tentunya harus di fasilitas Kesehatan, namun di beberapa daerah yang sumber daya manusianya rendah, sering kali dijumpai persalinan dengan dukun dan berlokasi dirumah ibu. Hal ini mengakibatkan tingginya resiko angka kematian ibu maupun bayi.
Fenomena persalinan dirumah yang didampingi dukun ternyata masih terjadi di jaman dengan kemajuan teknologi saat ini. Faktanya banyak ibu muda yang dengan SDM tinggi melahirkan dengan dukun atau dirumah, ini di karenakan faktor yang mempengaruhi Perempuan dalam pengambilan Keputusan persalinan.
ADVERTISEMENT
Penelitian kualitatif Seljeskog, Sundby dan Chimango (2006) di Malawi Afrika menunjukkan faktor yang mempengaruhi perempuan dalam memilih persalinan adalah orang yang lebih tua seperti ibu, nenek dan suami. Perempuan tersebut tidak mempunyai kekuatan untuk menolak ketika mereka meminta bersalin di rumah. Kemudian di penelitian lain menunjukkan bahwa pengaruh terbesar pengambilan Keputusan persalinan adalah suami, Kemudian diurutan kedua orang tua. Sementara, sebagian orang yang memilih tempat persalinan dirumah dipengaruhi oleh ibu, dan sebagian yang memilih tempat persalinan dirumah sakit dipengaruhi oleh suami, ditambah dengan Wanita yang akan melahirkan menganggap suaminya paling aktif terlibat dala proses pengambilan Keputusan persalinan.
Dapat disimpulkan, bahwa keterlibatan suami memiliki pengaruh yang besar untuk keselamatan ibu dan bayi dalam hal mengambil Keputusan. Maka dari itu pengetahuan suami tentang hal ini perlu ditingkatkan. Bahkan Ketika faktor sosial budaya yang biasanya dibawa oleh orang tua mempengaruhi pengambilan Keputusan persalinan, suami dapat memilah mana yang harus dilakukan dan tidak perlu dilakukan.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga terdapat program P4K yaitu perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang biasanya ada di kelas ibu hamil yang diikuti para ibu hamil dengan di dampingi suami. Materi dalam P4K meliputi tafsiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transportasi, calon donor darah, dana persalinan, dan kontrasepsi pasca persalinan. Namun pada kenyataannya, dalam beberapa daerah kebanyakan ibu tidak didampingi suami, atau hanya didampingi orang tua, bahkan tidak didampingi.
Penelitian yang dilakukan Robitha dkk menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kelas ibu hamil terhadap praktik P4K. Penilaian praktik terkait perencanaan dan pencegahan komplikasi terjadi peningkatan 11.8 poin nilai dari pengukuran sebelum mengikuti kelas ibu hamil yang diberikan pendidikan kesehatan kaitannya P4K. Penelitian tersebut menjadi bukti bahwa pengetahuan sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan persalinan.
ADVERTISEMENT
Kesimpulannya, pengambilan keputusan persalinan untuk mengurangi AKI dan AKB berkaitan dengan pengetahuan atau SDM suami atau keluarga. Orang yang memilki SDM tinggi atau berpendidikan, mereka akan memberikan respon rasional terhadap informasi yang datang, cepat dalam penerimaan pesan-pesan, dan informasi terkait. Penting untuk suami mendampingi ibu untuk mengabil Keputusan persalinan, juga dapat berdiskusi dengan keluarga. Suami juga dapat memberi koreksi kepada keluarga yang masih menganggap bahwa melahirkan dengan dukun dan berlokasi di rumah itu tidak masalah.
Coxon, K., Chisholm, A., Malouf, R., Rowe, R., &Hollowell, J. (2017). What influences birth place preferences, choices and decision-making amongst healthy women with straightforward pregnancies in the UK? A qualitative evidence synthesis using a “best fit” framework approach.BMC Pregnancy and Childbirth, 17, 103. http://doi.org/10.1186/s12884- 017-1279-7
ADVERTISEMENT
Seljeskog. L., Sundby. J., & Chimango J. (2006). Factors Influencing Women’s Choice ofPlace of Delivery in Rural Malawi-Anexplorative study. African Journal of
Oktarina, M., Apriani, W., & Harnita, M. (2017). HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA KELUARGA DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PADANG. Jurnal Sains Kesehatan Vol, 24(2).
Anwar, K. K., & Anwar, M. K. (2023). Keikutsertaan Suami pada Kelas Ibu Hamil Terhadap Pengambilan Keputusan dalam P4K. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 199-207.