kumparan
search-gray
Mom27 Agustus 2019 7:05

8 Tanda Si Kecil Anak Yang Cerdas!

Konten kiriman user
DSCF8517.jpg
8 tanda kecerdasan anak bersama Enfagrow dihadiri oleh narasumber seorang Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, Roslina Verauli M.PSI, PSI dan cucu menantu presiden Selvi Ananda dan Jan Ethes di Grand Savero Hotel Bogor. (foto: kumparan)
Siapa yang ingin anak-anaknya tumbuh menjadi cerdas? Pasti moms semua ingin ya! Sama dong moms, saya juga ingin anak-anak saya pintar. Terutama dimasa “emas” usia 0-2 tahun. Loh kok sebentar banget? Iya moms, ternyata setelah kemarin saya hadir ke acara kumparanMOM bersama Enfagrow saya dapat insights, yaitu memaksimalkan tumbuh kembang anak di usia 0-2 tahun ini.
ADVERTISEMENT
Acara ini dibuka oleh Chief of Mom Kumparan, Prameshwari Sugiri dengan narasumber seorang Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, Roslina Verauli M.PSI, PSI. Apakah intelegensi dapat ditingkatkan? Pertanyaan itu dilemparkan ke hadirin yang datang ke acara itu. Lalu dengan penuh keyakinan saya menjawab “Ya, bisa!” Bagaimana caranya? Dengan menstimulasi atau merangsang kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Ternyata jawaban saya benar, karena ini hal-hal yang sebenarnya selalu kita lakukan ke anak moms. Lebih dari pada itu intelegensi, sudah diturunkan melalui kromosom ibu.
FD2C5005-116E-494E-BFA8-1B9CB2B959B8-672-0000007E0975AD60.JPG
Roslina Verauli M.Psi, Psi menyampaikan materi tentang tanda kecerdasan anak dan tips untuk mengembangkannya. (foto: Karina Kamil)
Meski banyak yang mengatakan kecerdasan diwarisi dari kedua orang tuanya, tapi nyatanya kecerdasan anak diwarisi lebih banyak dari sang ibu. Sejumlah penelitian yang dilakukan di dalam maupun luar negeri mengungkapkan tingkat kecerdasan anak dipengaruhi faktor genetik dari orang tuanya, khususnya yang berasal dari pihak ibu. Dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa ibu yang cerdas berpeluang besar melahirkan anak yang cerdas pula. Kita tahu bahwa kecerdasan memiliki komponen turun-temurun, tetapi tergantung pada ayah maupun ibu. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak lebih cenderung mewarisi kecerdasan dari ibu, karena gen kecerdasan berada pada kromosom X.
ADVERTISEMENT
Turut hadir juga menantu dan cucu dari bapak presiden Jokowi Dodo, Selvi Ananda dan Jan Ethes. Ibu Ethes meceritakan bagaimana Ethes berkembang mulai dari ia masuk ke baby class hingga belajar sendiri melalui stimulasi di rumah. Ethes anak yang sudah mampu memilih apa yang dia suka, apa yang dia ingin share dan bagaimana bertanya kepada orang tua disaat dia kebingungan. Hal-hal seperti dibanding-bandingkan terjadi pada Ethes dan ibu Ethes tidak menghiraukan. Ia lebih fokus pada perkembangan yang dialami oleh Ethes sendiri.
C5C42A33-3417-4601-A62D-E6CADA9A3E34-672-0000007E0AEB5563.JPG
Selvi Ananda ketika menceritakan perkembangan Ethes dan bagaimana ia mengajarkannya menjadi anak yang cerdas (foto: Karina Kamil)
Kita juga harus gitu ya moms, jangan membandingkan anak kita dengan anak-anak lainnya. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, setiap perkembangannya berbeda-beda. Tugas kita adalah fokus pada apa yang dapat membantunya bekembang tanpa melihat perkembangan orang lain.
ADVERTISEMENT
Ada 8 tanda kecerdasan si Kecil yang dapat moms ketahui mulai dari bayi bisa melihat dan jelas, yaitu fokus, memori, komunikasi, inisiatif, problem solving, empati, pengendalian diri dan kemampuan sosial.
1. Fokus
Anak-anak umumnya kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus pada suatu hal. Tetapi anak cerdas mampu berkonsentrasi dengan intens dalam waktu yang lama, dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa banyak terpengaruh dengan kondisi di sekitar.
2. Memori
Anak yang cerdas biasanya memiliki ingatan yang kuat terhadap berbagai macam informasi yang pernah dilihat atau didengarnya. Dengan daya ingat yang baik ini nantinya anak akan lebih mudah memahami dan menangkap pelajaran di sekolah. Selain itu daya ingat juga bermanfaat untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian anak.
ADVERTISEMENT
3. Komunikasi
Kecerdasan anak juga ditandai dengan penguasaan kosakata yang tinggi. Mereka mampu mengekspresikan diri mereka sendiri, disini juga perlu peranan orang tua untuk membantu mereka.
5E2461DE-163D-4B41-B34B-146443B8779C-672-0000007E7572EB3E.JPG
Saya dan si Kecil. Pertama kali ia bermain dikolam bola, hal baru ini membuatnya excited! (foto: Karina Kamil)
4. Inisiatif
Ciri-ciri lainnya anak cerdas adalah memiliki sifat inisiatif. Terkadang hal ini yang membuat bapak dan ibunya kewalahan karena munculnya berbagai macam pertanyaan atau ingin itu oleh sendiri.
5. Problem solving
Bisa memecahkan persoalan sendiri juga merupakan anak yang cerdas. Contohnya ketika menemukan sesuatu yang baru dalam permainan sesuai umurnya dan membutuhkan bantuan, anak cerdas bisa memecahkan persoalan itu sendiri.
6. Empati
Anak cerdas juga memiliki rasa empati terhadap orang lain. Beberapa diantara anak ada anak egois, memaksakan kehendak, dan cenderung cengeng. Tidak dengan anak yang cerdas mereka peduli dan berbelas kasihan dengan orang lain dan juga tidak egois.
ADVERTISEMENT
7. Pengendalian diri
Mengendalikan emosi adalah hal yang sulit apalagi bagi anak kecil, karena hanya orang yang memiliki karakter kuat dan juga stabilitas emosi yang baik dengan kecerdasan yang tinggi yang bisa mengungguli hal ini. Emosi datang dari sebuah hormon yang diproduksi otak, sayangnya anak yang kurang cerdas rata-rata kesulitan untuk menstabilkan hormon atau emosi ini dan menghancurkan banyak sekali standar yang seharusnya baik.
8. Kemampuan sosial
Kemampuan mendengarkan orang lain bisa menjadi tanda yang jelas bagi mereka yang disebut anak-anak cerdas. Seperti halnya orang dewasa yang akan terlihat lebih banyak bicara jika kepala mereka kosong maka anak-anak juga bisa dideteksi dengan hal yang sama. Mendengarkan orang lain menandakan anak tersebut bersifat terbuka dan juga merasa bahwa informasi dari luar bisa ia dapatkan dan diolah dengan baik untuk menjadi sebuah pelajaran dan informasi baru. Pemikiran ini hanya ada pada anak yang cerdas.
ADVERTISEMENT
A4FAB649-AA99-4DEA-A197-07A225542A2E-672-0000007E0D78A821.JPG
Kegiatan "Bagaimana cara" mengenalkan suatu bentuk kepada anak-anak dengan berbagai metode. (foto: Karina Kamil)
Selain faktor keturunan, kecerdasan itu bisa dirangsang oleh beberapa faktor. Diantaranya yang paling dekat dengan ibu dan anak: faktor keluarga, faktor pendidikan, faktor diluar keluarga (tempat bermain anak). Contohnya: jika di lingkungan rumah tempat si Kecil bereksplorasi harus bisa memfasilitasi kegiatannya. Sebisa mungkin melibatkan peranan orang tua untuk membimbing stimulasi motorik kasar dan halus.
Jadi, sudah menemukan 8 tanda-tanda ini moms?
Ingat jika belum, kecerdasan dapat dirangsang. Rajin menstimulasi dan bermain dengan si kecil yuk moms! #8TandaCerdas #EnfagrowAPlus
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white