Konten dari Pengguna

Kenyang Saja Gak Cukup! Belajar Soal Gizi Bersama Kumparan Mom

Karina Kamil

Karina Kamil

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Karina Kamil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara tentang makanan anak, tentu tidak lepas dari kebiasaan-kebiasaan zaman dulu. Mungkin dibenak orang tua kita zaman dulu, anak kenyang tidurnya nyenyak itu sudah cukup. Tapi apakah makanan yang dia konsumsi mengandung gizi yang cukup?

Saya tertarik ketika mendapatkan undangan dengan topik yang satu ini. Sehingga punya bekal untuk berdiskusi dengan orang tua, bukan asal-asalan atau sok tau saja. Meski dokter anak sedikitnya mengingatkan akan hal ini, tetapi disini dikupas lebih mendalam tentang pentingnya asupan protein hewani. Sedangkan hampir kebanyakan kita Indonesia, nasi adalah yang diutamakan.

Perwakilan Bappenas - Dr. Ir. Subandi Sardjoko, Msc (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan), dr. Diana F. Suganda (Nutritionist) dan Andrew F. Saputro (Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Bappenas - Dr. Ir. Subandi Sardjoko, Msc (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan), dr. Diana F. Suganda (Nutritionist) dan Andrew F. Saputro (Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia)

Permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan di Indonesia masih seputar STUNTING. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Dr. Ir. Subandi Sardjoko, Msc (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan) menyebutkan kalau masalah ini harus bisa kita kurangi secara gotong royong. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi mengenai gizi seimbang. Bahwa memenuhi gizi setiap harinya itu mudah loh!

Kenapa Anak Butuh Protein Hewani?

Dari penjelasan yang dipaparkan oleh dr. Diana F. Suganda (Nutritionist) sebagai salah satu narasumber mengenai Gizi menyebutkan:

Lalu apakah resiko jika anak kekurangan protein?

Resiko Kekurangan Protein Pada Anak

Menurut dr. Diana F. Suganda (Nutritionist) anak yang tidak terpenuhi asupan protein hariannya, akan mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti:

  1. Rasa lelah, letih, lemah

  2. Konsentrasi kurang

  3. Pertumbuhan badan terganggu

  4. Nyeri tulang

  5. Penyembuhan luka lebih lama

  6. Penurunan respons imun

Melihat deretan resiko diatas membuat saya berpikir, apakah anak saya sudah cukup diberikan protein hariannya? Pasti setiap ibu mengalami fase anak sulit makan, sehingga gizi hariannya mungkin tidak tercukupi. Manfaatnya juga banyak loh moms, kalau kita bisa penuhi protein hewani harian si Kecil.

Manfaat jika terpenuhi protein harian si Kecil.

Protein hewani memiliki banyak kandungan yang berguna untuk si kecil, diantaranya:

  1. Vitamin B12 terdapat pada ikan, daging, unggas, dan produk susu.

  2. Vitamin D terdapat pada ikan berlemak, telur, produk sus

  3. DHA = asam lemak esensial omega 3 terdapat pada ikan, sedangkan omega itu penting untuk kesehatan otak dan sulit didapat dari jenis protein lainnya.

Semenjak saya aktif bekerja, walaupun hanya freelancer. Saya harus pasrah pada susu formula. Bukan berarti saya tidak mampu memberikan ASI hingga 2 tahun tapi nyatanya kebutuhan dan keinginan berbanding terbalik. Makanya saat perjalanan saya selalu sediakan susu tetra pack khusus untuk anakku, salah satunya Frisian Flag Junio.

Ukurannya yang kecil ini bener-bener minimalis, enggak takut tumpah dan gak makan tempat.

Yuk, mom penuhi kebutuhan protein hewani harian si kecil!

Salah satu produk susu sebagai protein hewani tambahan yang banyak manfaatnya bagi si Kecil.