Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Penyuluhan Pijat Oksitosin: Mendukung Kelancaran ASI

Karisma Laela

Karisma Laela

Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Karisma Laela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Penyuluhan Pijat Oksitosin:  Mendukung Kelancaran ASI
zoom-in-whitePerbesar

Kab. Pemalang, (19/07/2024) — Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan kegiatan edukasi pijat oksitosin di Posyandu Ibu Hamil Desa Wonokromo, dalam rangka membantu para ibu hamil dan menyusui memperlancar produksi air susu ibu (ASI). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja monodisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Edukasi ini dipandu oleh mahasiswa Keperawatan, Fakultas Kedokteran UNDIP dengan memberikan materi tentang pentingnya pijat oksitosin sebagai salah satu cara alami untuk merangsang produksi hormon oksitosin, yang berperan penting dalam proses laktasi. Pijat oksitosin dilakukan pada area punggung atas, khususnya di sekitar tulang belikat, untuk membantu memperlancar keluarnya ASI. Dalam sesi praktik, para ibu diajarkan teknik-teknik pijat yang aman dan efektif oleh mahasiswa.

Salah satu anggota Tim KKN, Karisma Laela Rahmadani, menjelaskan bahwa pijat oksitosin sangat bermanfaat bagi ibu menyusui, terutama yang mengalami kesulitan dalam produksi ASI. Tujuan edukasi pijat oksitosin yaitu ingin memberikan pengetahuan kepada para ibu agar mereka bisa menerapkan pijat oksitosin secara mandiri di rumah. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir jika produksi ASI berkurang, karena ada cara alami yang bisa membantu mengatasinya.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta posyandu ibu hamil, yaitu sebanyak 7 ibu hamil dan ibu kader. Hampir semua dari ibu hamil yang baru tahu mengenai pijat oksitosin ini yang ternyata caranya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah untuk membantu dalam memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.

Selain praktik pijat oksitosin, Tim II KKN UNDIP juga memberikan penyuluhan mengenai manfaat ASI eksklusif dan bagaimana menjaga pola makan sehat selama masa menyusui serta cara-cara pijat oksitosin melalui media poster.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Posyandu dan para ibu hamil yang hadir. Bidan Ratikem, yang mendampingi kegiatan ini, menyatakan bahwa edukasi semacam ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu hamil dan menyusui di desa.

Dengan adanya edukasi pijat oksitosin oleh Tim II KKN UNDIP, diharapkan para ibu hamil dan menyusui dapat lebih memahami pentingnya ASI eksklusif dan mampu mengatasi masalah produksi ASI secara mandiri, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.