kumparan
16 Maret 2019 17:41

4 Taktik Marketing Coca-Cola Level Dewa yang Bikin Berdecak Kagum

Coca Cola | Photo by Bradley on Unsplash
The Coca-Cola Company merupakan perusahanan minuman berkarbonasi terbesar di dunia. Perusahaan ini menguasai lebih dari setengah pasar global untuk minuman ringan bersoda. Tak hanya Coca-Cola, perusahaan asal Atlanta, Georgia ini juga menangani sekitar 500 merek minuman termasuk Fanta, Pepsi dan Sprite.
ADVERTISEMENT
Sekarang, siapa coba yang tidak kenal dengan Coca-Cola? Setidaknya sebanyak 94 persen dari populasi dunia sudah mengenali logo merah dan putih Coca-Cola. Semua itu tak terlepas dari kehebatan strategi marketing mereka.
Menurut video yang diunggah akun ThounghtCatalyst, sekitar 10 persen dari pendapatan Coca-Cola dialokasi untuk advertising dan marketing. Jika pendapatannya sekitar USD 41 miliar, maka dapat dihitung bujet advertising sekitar USD 4 miliar. Itu adalah biaya iklan di seluruh wilayah.
Terkadang setiap wilayah memiliki cara pendekatan konsumen yang berbeda. Tapi dengan bujet yang besar, tim advertising bisa lebih leluasa untuk bereksperimen dan berkreativitas. Tak heran, hampir setiap taktik marketing mereka sukses dalam memikat konsumen. Bahkan, perusahaan ini dijuluki sebagai rajanya dunia marketing.
ADVERTISEMENT
Bagi yang ingin tahu lebih mengenai rahasia di balik strategi marketing Coca-Cola, berikut kami pilihkan beberapa taktik marketing dan advertising Coca Cola yang mungkin bisa menginspirasi bisnismu.
Mesin Penjual Minuman yang Bikin Bahagia
Daripada hanya sekedar menjual minuman, Coca-Cola lebih 'menjual' pesan positif seperti kebahagiaan. Sehingga semua orang bisa dekat dengan Coca-Cola. Dengan konsep itu, Coca-Cola meluncurkan berbagai mesin minuman yang sangat unik dan bahkan sempat viral di sosial media.
Video
Ada mesin penjual minuman yang didesain mengeluarkan minuman dengan cara memeluknya. Ada pula, mesin penjual minuman yang dirancang dapat mengeluarkan minuman berkali-kali, sehingga orang berpikir mesin tersebut tengah rusak. Mesin tersebut sukses membuat pelanggan Coca-Cola tertawa dan senang. Bahkan teman-teman di sekitarnya ikut tersenyum bahagia. Lihat videonya di bawah ini.
ADVERTISEMENT
Berbagi Coca-Cola
Video
Mungkin ini adalah kampanye Coca-Cola yang paling menarik. Kampanye ini bukanlah ide yang sederhana, namun hasilnya mengagumkan dengan berjalan sekitar 2 tahun. Kampanye "Shake A Coke" berupa botol Coca-cola berlabel 150 nama orang yang mungkin salah satunya yaitu namamu.
Dimulai pada 2011, kampanye ini mampu meningkatkan 7 persen penjualan. Tidak hanya itu, kampanye ini juga meningkatkan 870 persen kunjungan di Facebook Coke dengan jumlah likes bertambah 39 persen.
Di lain kesempatan, Coca-Cola juga mengeluarkan kemasan Coca-Cola kaleng yang bisa dibagi dua dan diminum bersama seorang teman terdekatmu. Begitu juga dengan kemasan botol Coca-Cola, kamu perlu seorang teman untuk melepaskan tutup botol dan meminumnya.
Iklan "Together is Beautiful"
ADVERTISEMENT
Pernah lihat iklan Coca-Cola? Iklan Coca-Cola tidak bisa lepas dari tema kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Itu artinya Coca-Cola ditargetkan untuk menarik konsumen keluarga dan kelompok masyarakat. Ketika kamu tengah berkumpul bersama teman-teman, maka kamu akan teringat dengan Coca-Cola. Coca-Cola ingin menjadi bagian dari kebersamaan setiap orang. Agar hal itu melekat dalam ingatan, Coca-Cola bahkan membuat tagline yang berbunyi "Together is Beautiful"
Video
Iklan Coca-Cola juga lebih ekspresif dan menunjukkan emosi agar mengena di hati masyarakat. Orang-orang mungkin bisa lupa dengan apa yang kamu katakan, tapi orang tidak mudah untuk melupakan bagaimana kamu mempermainkan perasaan mereka.
Eksis di Event Olahraga
Mungkin kamu sempat berpikir, Coca-Cola merupakan minuman yang kurang menyehatkan bagi tubuh. Guna menghapus stigma tersebut, Coca Cola aktif menjadi sponsor event olahraga besar seperti Olimpiade dan Super Bowl. Bahkan, perusahaan ini juga menggaet para atlet untuk menjadi bintang iklan minuman mereka.
ADVERTISEMENT
Video
#terusberkarja
Content Writer : Mia Della Vita
Editor : Charles Raymond
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan