Bersepeda Kembali Ngetren, Jasa Servis Sepeda di Samarinda Kebanjiran Untung

Sambil mengisi waktu dan menjaga imun tubuh tetap sehat, banyak masyarakat Kota Samarinda bersepeda sebagai olahraga serta menjadikannya sebuah gaya hidup. Akhirnya tren sepeda pun kembali diminati di tengah pandemi COVID-19.
Dampaknya, selain penjualan sepeda yang meningkat, usaha jasa perbaikan sepeda pun juga mengalami kebanjiran servis.
Salah satunya Biantoro (40) yang telah membuka usaha perbaikan sepeda sejak tahun 1987 hingga sekarang ini. Usaha yang telah ia tekuni ini merupakan turun-temurun dari kakeknya.
“Meningkat 50 sampai 100 persen. Biasanya enggak banyak, kalau sekarang ini banyak yang datang ke sini. Biasanya masih sempat untuk istirahat sekarang enggak,” katanya, Kamis (23/7/2020) siang.
Ketika Karja mendatangi bengkel yang berlamat di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, terlihat telah berjajar berbagai macam jenis sepeda. Mulai dari sepeda anak-anak, sepeda gunung, hingga sepeda ontel mengantri untuk diservis.
Selanjutnya, dalam sehari Biantoro bisa mendapatkan orderan lebih dari 10 sepeda yang siap untuk diservis.
“Rata-rata lebih dari 10 sepeda. Kalau untuk kerusakan seperti sepeda gunung kebanyakan dari operan gigi ganti karena lama tidak dipakai, dan gearnya yang sudah berkarat,” jelasnya.
Ditanya mengenai rata-rata harga satu sepeda dalam sekali servis, Dian sendiri menerangkan tergantung dari tingkat kerusakan pada sepeda tersebut.
“Kisaran harga servis sepeda tergantung dari kerusakannya. Seperti ganti ban luar dan dalam, depan belakang bisa sampai Rp 100 ribu lebih,” terangnya.
Di sisi lain, menumpuknya sepeda yang tengah mengantri di bengkelnya berbanding terbalik dengan onderdil yang mulai langka.
“Kalau untuk spare part seperti operan gigi atau Rear Derailleur (RD) sekarang susah dicari, karena banyak yang cari,” keluhnya.
Sebelum tren sepeda kembali ramai di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini, ia menuturkan sehari-harinya mendaur sepeda rusak.
“Biasanya sebelum ramai gini, saya memperbaiki sepeda yang rusak dan saya jual kembali. Tapi kalau ramai gini, jadi tidak sempat,” tuturnya.
Ditempat yang sama Eko Puji Widodo (43) bersama dengan anaknya sedang membawa sepeda untuk di servis di bengkelnya Dian.
“Posisinya lagi ngetren, jadi sekalian aja servis sepeda karena sudah lama tidak dipakai juga,” ucapnya.
Pria yang berprofesi sebagai pelatih sepatu roda ini membawa dua sepedanya untuk di servis. Selain karena tren sepeda kembali ramai, ia juga mengatakan sambil menjaga kondisi fisiknya dengan bersepeda bersama anaknya.
“Kemarin saya bawa satu sepeda, dan hari ini bawa yang satunya lagi untuk di servis. Saya sudah langganan lama disini. Sambil menjaga fisik juga sekalian bersepda bersama anak-anak,” pungkasnya.
