Politik
·
19 April 2019 23:14

Ke TPS atau Kondangan?

Konten ini diproduksi oleh Karja
Ke TPS atau Kondangan? (298019)
Bilik Suara TPS 16 | Photo by Lambe Turah via Instagram
Jangan kaget ketika memasuki tempat pemungutan suara (TPS) 16, mengira bahwa telah salah masuk ke pesta kondangan warga. Didesain sedemikian rupa hingga menyerupai tempat acara pernikahan, TPS yang berada di kecamatan Kromengan kabupaten Malang itu mengundang kebingungan, decak kagum, dan tawa daftar pemilih tetap (DPT) di tempat itu.
ADVERTISEMENT
Tampak luar TPS itu tidak terlihat berbeda dari bangunan – bangunan disekitarnya, bahkan sekilas terlihat seperti rumah sederhana pada umunmya. Namun ketika masuk, para pemilih akan disambut dengan dekorasi megah, lengkap dengan bunga dan karpet merah, yang akan membuat para pemilih bertanya ke panitia untuk memastikan bahwa benar ini adalah tempat dimana seharusnya mereka mencoblos.
Ke TPS atau Kondangan? (298020)
TPS 16 | Photo by Lambe Turah via Instagram
Tidak hanya itu, kursi – kursi di TPS tersebut bahkan dihias bunga selayaknya kursi di acara kondangan resmi. Ditambah dengan pencahayaan warna – warni di belakang meja tempat pengambilan surat suara, sungguh susah membedakannya dengan acara sebenarnya. Bila panitia lebih totalitas lagi dengan menyewa satu model laki – laki dan satu wanita untuk berpura – pura menjadi pengantin, maka lengkaplah kebingungan warga.
ADVERTISEMENT
Selama ini TPS selalu mempunyai kesan dibuat seadanya dikarenakan tempat dimana TPS diselenggarakan biasanya hanya ada tenda untuk peneduhan, kursi – kursi, dan atribut – atribut pemilihan umum. Hal ini wajar mengingat fungsi utama TPS pada dasarnya adalah sebagai tempat fasilitas untuk pengambilan suara warga. Oleh sebab itu, usaha para panitia TPS 16 dalam menggunakan kreatifitas mereka untuk mendekorasi TPS tersebut sangat patut diapresiasi.
Ke TPS atau Kondangan? (298021)
Plaminan Pernikahan | Photo by Lambe Turah via Instagram
Jika selama ini salah satu alasan pemilih malas menggunakan hak pilih mereka adalah karena mereka enggan untuk ke TPS, maka TPS 16 ini tidak memberi alasan bagi para DPT untuk tidak pergi. Ini adalah salah satu bentuk totalitas para panitia dalam menyambut pesta demokrasi rakyat Indonesia. Secara tidak langsung, TPS ini mendorong para pemilih untuk tidak menyia – nyiakan hak pilih mereka dengan cara yang bahkan bisa dbilang lebih efektif daripada penyuluhan dan brosur – brosur sosial. Sungguh inovatif .
ADVERTISEMENT
Ditengah keramaian pemilu, dimana pendukung dari masing – masing kubu saling menyerang dan menyudutkan yang lain di sosial media, berita kehadiran TPS semacam ini membawa angin segar. Mengundang senyum dan kagum dari para pemilih dan warganet, TPS 16 tentunya membawa hiburan di tengah media yang dipenuhi keseriusan pemilu.
Kita diingatkan bahwa pemilu adalah pada intinya adalah hari dimana rakyat Indonesia memilih pemimpin yang akan menentukan nasib bangsa ini, yang mana kelancaran dan ketertiban hari ini sangatlah bergantung dari kemauan para pihak yang terlibat untuk berpartisipasi.
Ketika beberapa orang merasa mereka sudah sangat berkontribusi dengan memberikan suara mereka, kita juga patut mengingat jasa para panitia yang bersedia untuk melakukan usaha ekstra dalam memastikan tidak ada suara yang disia – siakan.
ADVERTISEMENT
#terusberkarja
Writer : Cintya
Editor : SEP