Konten Media Partner

Kisah Bocah 13 Tahun asal Samarinda yang Berjuang Melawan Tumor Ganas

Karjaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Mustofa sebelum terkena tumor ganas. | Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto Mustofa sebelum terkena tumor ganas. | Dokumentasi Pribadi

Seorang anak berusia 13 tahun di Samarinda bernama Mustofa mengidap penyakit tumor ganas di bagian wajah dan kepala. Kini Mustofa hanya bisa terbaring tak berdaya di rumahnya.

Beberapa awak media pun menjenguk langsung ke rumahnya yang berada di di Jalan Dr Sutomo Gang 7 blok B no 22, RT 34, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu.

Romli, ayah Mustofa, bersama istrinya, Mariam, menceritakan mengenai kejadian awal yang menimpa anaknya.

Kejadian tersebut berawal ketika dia sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya di SMP N 22 Samarinda pada bulan Februari 2020 kemarin. Namun ketika sedang mengikuti kegiatan ekskul tersebut, dia diantar oleh teman-temannya karena mengalami keram di bagian paha kanannya.

“Pas itu dia izin ke saya main futsal buat ambil nilai, pas pulang-pulang kakinya keram. Saya pijit-pijit kakinya supaya tidak keram lagi,” kata Romli, ayah kandung Mustofa, saat ditemui di kediaman rumahnya Jumat (1/5/2020) siang.

Romli, ayah Mustofa | Photo by Karja/Titiantoro
Mariam, ibu Mustofa | Photo by Karja/Titiantoro

Namun keadaan kaki Mustofa semakin hari semakin parah, dengan adanya kemunculan benjolan di bawah mata kanannya.

Melihat benjolan tersebut yang tak kunjung menghilang, Romli pun membawa Mustofa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk mengetahui penyakit yang diderita anaknya.

“Sudah dibawa ke poli mata, ortopedi, dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan di Lab Nuklir agar dapat mengetahui penyakit anak saya,” tuturnya.

Mustofa terbaring lemah | Photo by Karja/Titiantoro
Mustofa terbaring lemah | Photo by Karja/Titiantoro

Setelah diperiksa di Lab Nuklir, diketahui Mustofa terkena penyakit tumor. Mustofa pun dirawat inap di UGD RSUD AWS selama 12 hari.

Selama rawat inap, keadaan Mustofa semakin parah. Bahkan benjolan matanya semakin membesar dan muncul benjolan lainnya di bagian kepala.

“Selama rawat anak saya mengalami keluhan, akhirnya rujukan sama keluarga akhirnya kita bawa pulang,” ujarnya.

Namun selang beberapa hari, Mustofa mendapat bantuan dari Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. Dia pun dijemput Dinas Sosial Samarinda dan dirawat di Rumah Sakit Siaga Almunawwarah Ramania Samarinda.

“Dapat bantuan dari Pak Wali Kota, dan dirawat di Rumah Sakit Siaga. Dan tidak ada penindakan, dan kembali lagi pulang ke rumah,” ungkapnya.

Setelah pulang dari rumah sakit, kini keadaan Mustofa semakin hari semakin melemah. Kini Romli berharap adanya bantuan terhadap pengobatan untuk anaknya.

***