Layakkah Kawasan di Kalimantan Timur menjadi Ibukota Indonesia?

Sejak kemarin, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memulai perjalanannya ke beberapa lokasi di Indonesia. Maksud dari perjalanan Jokowi kali ini adalah meninjau beberapa lokasi untuk dijadikan alternatif ibukota baru bagi Indonesia.
"Meninggalkan Jakarta pagi ini menuju Kalimantan. Saya hendak meninjau beberapa lokasi yang menjadi alternatif ibu kota negara yang baru.", begitu cuitan twitter resmi dari Jokowi kemarin (7/5/2019).
Lokasi pertama yang dikunjungi oleh Jokowi adalah kawasan Provinsi Kalimantan Timur. Pertanyaannya, apakah kawasan Kalimantan Timur layak menjadi ibukota baru bagi Indonesia? Berikut ulasan dari Karja.
Memiliki 2 bandara internasional
Provinsi Kalimantan Timur saat ini memiliki 3 bandara yang bisa menampung pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A320 dan Boeing B737. Selain itu, 2 diantaranya merupakan bandara yang berskala internasional.
Ketiga bandara tersebut antara lain : - Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (Samarinda)
- Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan)
- Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau
Memiliki jalan tol pertama di Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan, khususnya Provinsi Kalimantan Timur dalam waktu dekat ini akan memiliki jalan tol yang menghubungkan KotaBalikpapan dengan Kota Samarinda. Infrastruktur tersebut akan menjadi jalan tol pertama yang akan ada di Pulau Kalimantan.
Tol dengan panjang 99,35 km ini diperkirakan akan rampung 100 persen pada tahun 2019 ini. Biasanya waktu tempuh Balikpapan-Samarinda atau sebaliknya ini memakan waktu 2-3 jam. Dengan adanya tol diprediksi waktu tempuh masing-masing rute tersebut hanya menjadi 1 jam saja.
Pembangunan infrastruktur berkembang pesat
Pembangunan infrastruktur, seperti gedung, pusat perbelanjaan, hotel dan sebagainya, pada kota-kota di Provinsi Kalimantan Timur terbilang berkembang dengan pesat. Banyak investor asing maupun lokal yang berinvestasi
Karja mengangkat satu contoh kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur yakni, Kota Balikpapan.
Beberapa pembangunan yang ada di Kota Balikpapan yakni, pusat perbelanjaan seperti Plaza Balikpapan, E-Walk, Penta City, Balikpapan Ocean Square, gedung-gedung tinggi seperti apartemen Borneo Bay City, Hotel Platinum, Hotel Menara Bahtera, Aston Hotel & Apartment dan masih banyak lagi.
Selain itu, Kota Balikpapan punya infrastruktur umum lainnya yang megah dan bermanfaat, seperti Dome Balikpapan dan Stadion Batakan, stadion yang dibangun dengan konsep stadion-stadion yang ada di Benua Eropa.
Masyarakat multi etnis dan cenderung bebas dari bencana alam
Masyarakat yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Timur pun sangat beragam dan hidup berdampingan. Suku dan etnis yang terdapat dan dapat ditemui di provinsi ini antara lain Suku Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Madura, Tionghoa dan masih banyak lagi.
Selain itu, Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki wilayah yang bebas dari bencana alam seperti bencana alam dari aktivitas gunung berapi, tsunami hingga gempa bumi. Hal tersebut bisa dibuktikan dari laporan informasi dari MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia).
Dilansir dari situs resmi, MAGMA Indonesia adalah aplikasi multiplatform (web & mobile) dalam jaringan berisikan informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi (gunungapi, gempabumi, tsunami, dan gerakan tanah) yang disajikan kepada masyarakat secara kuasi-realtime dan interaktif.
Sistem ini dibangun dan dikembangkan secara mandiri oleh PNS Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak tahun 2015 dengan menggunakan teknologi terkini berbasis open-source.
Terlihat secara jelas bahwa icon lingkaran merah (gempa bumi) dan icon gunung berwarna (gunung berapi) hingga icon berwarna orange (gerakan tanah) tidak terlihat di wilayah Pulau Kalimantan. Hal ini menandakan bahwa Pulau Kalimantan cenderung bebas dari bencana alam.
Bagaimana? Apakah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur cocok menjadi ibukota baru bagi negara Indonesia? Tulis komen kalian di bawah ya!
#terusberkarja
Content Writer & Reporter : Charles
Editor : RMD
