Pencarian populer

Menelusuri Perkembangan dan Potensi Industri Kreatif di Indonesia

Ilustrasi kreatifitas | Photo by Aleks Dorohovich on Unsplash

Kemajuan teknologi yang sangat pesat memberikan banyak ruang untuk berekspresi dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Banyak dampak positif maupun dampak negatif yang dihasilkan dari dampak kemajuan teknologi.

Oke, saat ini kita lebih membahas dampak positif dari kemajuan teknologi. Salah satu dampak positif dari fenomena tersebut adalah potensi yang dihasilkan dari kreatifitas dalam pemanfaatan teknologi.

Kemajuan teknologi memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mengeksplor lebih jauh kreatifitas mereka, sampai sejauh mana kreatifitas mereka dapat dihasilkan melalui karya-karya. Kreatifitas itulah yang memicu timbulnya ekonomi kreatif, salah satu aspek yang saat ini menjadi salah satu topik penting dalam pengembangan suatu negara.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (2018) juga mengemukakan bahwa Ekonomi Kreatif (Ekraf) adalah paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Selanjutnya, Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 telah mengklasifikasikan produk ekonomi kreatif ke dalam 16 subsektor yang kemudian dirinci ke dalam 206 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 5 digit oleh Badan Pusat Stastik dengan rincian sebagai berikut :

1. Arsitektur

2. Desain Interion

3. Desain Komunikasi Visual

4. Desain Produk

5. Film, Animasi dan Video

6. Fotografi

7. Kriya

8. Kuliner

9. Musik

10. Fesyen

11. Aplikasi dan Game Developer

12. Penerbitan

13. Periklanan

14. Televisi dan Radio

15. Seni Pertunjukan

16. Seni Rupa

Pertumbuhan Industri Kreatif di Dunia

Pertumbuhan industri kreatif berkembang sangat pesat di dunia seiring perkembangan teknologi dari tahun ke tahun yang pesat pula. UNCTAD memaparkan bahwa nilai global produk dan jasa kreatif di dunia tahun 2015 mencapai $509 miliar, naik drastis dibandingkan tahun 2002 yang hanya mencapai $208 miliar.

Data industri kreatif dari Ernst and Young (2015) | Photo from Ernst and Young (ey.com)

Data dari Ernst and Young (2015) menambahkan bahwa 11 sektor pada industri kreatif telah menyumbang total 29,5 juta pekerjaan dan memberi kontribusi pendapatan sebesar US$ 2.250 miliar pada tahun 2013. Itu berarti terdapat 1 dari 100 orang atau 1 persen populasi yang bekerja pada industri kreatif.

Bagaimana Pertumbuhan Industri Kreatif di Indonesia?

Pertumbuhan industri kreatif di dunia juga diikuti dengan tren positif pada pertumbuhan industri kreatif di Indonesia pula. Berdasarkan berbagai data yang dihimpun dari World Conference Creative Economy 2018, Sektor industri kreatif di Indonesia telah menyumbang produk domestik bruto sebesar 852 triliun Rupiah atau setara dengan 7,3 persen dari total PDB Indonesia selama 3 tahun terakhir.

Selain itu, sektor industri kreatif di Indonesia telah menyumbang ekspor senilai USD 19,4 miliar atau setara dengan 12,88 persen dari total ekspor Indonesia. Dari sisi pekerja, sektor industri kreatif menyumbang lapangan kerja untuk 15,9 juta orang atau setara dengan 13,9 persen dari total lapangan kerja di Indonesia. Itu berarti terdapat 14 dari 100 orang di Indonesia yang bekerja pada industri kreatif.

Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia ditopang pula dengan adanya bonus demografi di Indonesia. Bappenas (2017) mengemukakan bahwa jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa pada tahun 2030-2040 mendatang.

Data dan fenomena diatas membuktikan bahwa pertumbuhan industri kreatif di Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata alias memiliki peluang yang sangat baik.

Sektor industri kreatif di Indonesia haruslah dikembangkan secara serius dengan tujuan mempersiapkan generasi muda Indonesia dengan harapan mereka mampu menjadi creativepreneur yang sukses dan berdampak di masa depan bagi perekonomian Indonesia.

#terusberkarja

Content Writer by Charles Raymond

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32