kumparan
search-gray
News11 Mei 2020 18:22

Mengenal Pondok Pesantren Al Fatah Temboro

Konten Redaksi Karja
Mengenal Pondok Pesantren Al Fatah Temboro (22202)
Desa Temboro, Magetan, Jawa Timur | Photo from @__apipul via @alfatah_temboro_id on Instagram
Belakangan ini, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan tengah menjadi sorotan. Pasalnya, Ponpes ini ramai diberitakan menjadi salah satu klaster baru penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya di Jawa Timur, Ponpes Al Fatah atau biasa disebut Pesantren Temboro ini menjadi pusat pengembangan ideologi Jamaah Tabligh terbesar se-Asia Tenggara (Arifin, 2017:265).
Ponpes ini diketahui memiliki kurang lebih dari 22 ribu santri dari berbagai negara. Tak hanya itu, Pondok Temboro sendiri saat ini dijadikan sebagai pusat gerakan Jamaah Tabligh di Indonesia.
Apa saja sih informasi umum seputar Pesantren Temboro yang telah berdampak sangat positif bagi perkembangan Islam di Indonesia? Berikut ulasannya.
1. Sejarah berdirinya Pesantren Temboro
Menurut informasi yang dilansir dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI (2011:187), Pesantren Al-Fatah didirikan pada tahun 1950 oleh KH. Kholid Umar atau terkenal dengan nama Kyai Mahmud, yang merupakan ayah kandung dari Gus Ron bersama saudara kandungnya yakni Kyai Ahmad Shodiq.
ADVERTISEMENT
Dari segi orientasi dan praktek keagamaannya, pesantren ini menganut sistem pengajaran seperti layaknya pesantren di kalangan Nahdhiyin lainnya di pulau Jawa. Hanya saja, pesantren Al-Fatah Temboro memadukan antara konsep Tabligh (dakwah) dengan konsep pesantren. Hal inilah yang membedakannya dengan pesantren lainnya.
Pesantren ini menempati lokasi seluas 50 hektar di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. Tujuan utama yang diusung oleh Pesantren Al-Fatah adalah belajar tentang Nabi, dakwah Nabi, dan dakwah ila Allah, mencetak ahli agama, menyebarkan agama Islam ke lapisan masyarakat melalui kegiatan khuruj, memperbaiki diri dan menegakkan perjalanan dakwah Rasul Allah.
2. Terdapat tradisi menghafal hadis
Di Pesantren Al-Fatah Temboro terdapat tradisi menghafal hadis bagi para santrinya. Menurut Khamim & Hadziq (2018:112), kebijakan tersebut bermula dari adanya anjuran pengelola pesantren yang diawali sekitar tahun 2007/2008 agar para santri memiliki hafalan hadis, yang akhirnya sampai tahun 2012 kegiatan menghafal hadis ini menjadi sebuah tradisi.
ADVERTISEMENT
Tradisi menghafal hadis ini memiliki beberapa tujuan positif, salah satunya untuk membiasakan para santri dalam melakukan interaksi yang berdasarkan hadis-hadis Nabi.
3. Sangat menghormati Kiai
Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai sangat dihormati oleh santri dan masyarakat karena telah menjadi budaya dan kepercayaan bahwa Kiai adalah tokoh pemimpin spiritual yang menjadi panutan dalam Islam.
Di Pesantren Temboro, santri menunjukkan perilaku hormat kepada kiai dalam bentuk mematuhi perintah Kiai, meniru perilaku keagamaan Kiai, bahkan membahas masa depan hidupnya dengan Kiai.
Hal ini disampaikan oleh Jailani seorang santri yang telah berada di Pesantren Temboro selama 10 tahun dalam jurnal oleh Arifin (2017:277) yang berjudul The Authority of Spiritual Leadership at Pesantren Temboro Based on Jamaah Tabligh Ideology.
ADVERTISEMENT
4. Kegiatan Santri
Kegiatan santri di Pesantren Temboro dipenuhi dengan banyak kegiatan dan studi agama (diniyyah). Arifin (2017:285) memaparkan bahwa Kiai di Pesantren Temboro selalu menekankan pentingnya mempelajari agama. Dapat dilihat bagaimana kiai Pesantren Temboro memprioritaskan belajar diniyyah dalam proses kegiatan belajar mengajar di madrasah formalnya.
Kurikulum pesantren saat ini dirancang untuk tidak hanya mengajarkan ilmu tapi juga amal kepada para santri. Setiap hari Minggu, santri diwajibkan untuk melakukan intiqoli (khuruj) sehari dalam sepekan. Khuruj sendiri adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah yang dilakukan dari rumah ke rumah dan dari masjid ke masjid.
Misalnya, salah seorang santri pada Senin sore melakukan intiqoli di Masjid desa sekitar pesantren, lalu kembali lagi ke pesantren sore lagi pada keesokan harinya. Kemudian selama sepekan melakukan maqomy (berdiam) di dalam pesantren. Ini artinya bahwa pesantren Al-Fatah Temboro menggabungkan amalan tabligh dengan amalan pesantren.
ADVERTISEMENT
5. Dikenal luas hingga mancanegara
Arifin (2017:288) memaparkan bahwa Pesantren Temboro cepat berkembang dan dikenal luas sampai ke mancanegara karena memiliki empat indikator, yaitu pesantren sebagai sekolah dakwah, 'alim, ahli Alquran, dan ahli zikir.
Maksudnya ialah di Pesantren Temboro terdapat Kiai yang memiliki kemampuan dalam empat hal, yaitu kiai yang ahli dalam dakwah (terlibat dalam dakwah Jamaah Tabligh), 'alim artinya menguasai ajaran Islam, ahli Al Qur’an berarti Kiai dan santri bahkan masyarakat Temboro banyak yang memahami ilmu Alquran dan menghafal 30 juz, dan para ahli zikir artinya kiai Pesantren Temboro juga sebagai mursyid dari Naqsyabandiyah-Khalidiyah tarekat.
Referensi:
  1. Perkembangan Paham Keagamaan Transnasional di Indonesia - Kementerian Agama Republik Indonesia Badan Litbang dan Diklat Puslitbanh Kehidupan Keagamaan (2011)
  2. The Authority of Spiritual Leadership at Pesantren Temboro Based on Jamaah Tabligh Ideology - Zainal Arifin (2017)
  3. Tradisi Menghafal Hadis di Pesantren Al-Fatah, Temboro Karas Magetan (Analisis Fenomenologi) - Khamim & Hisbulloh Hadziq (2018)
ADVERTISEMENT
--
#terusberkarya
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white