Konten Media Partner

Porter Generic Strategies : Memilih Sebuah Strategi Untuk Bisnis Anda

Karjaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bisnis | Photo by Adeolu Eletu on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bisnis | Photo by Adeolu Eletu on Unsplash

"The essence of Strategy is choosing what not to do "

- Michael Porter

Pilih Garuda atau Air Asia? BMW atau Toyota? Rolex atau Seiko? Pertanyaan – pertanyaan tersebut sangat lumrah diatara konsumen.

Perusahaan-perusahaan diatas memilih strategi yang berbeda untuk mendapatkan competitive advantage-nya, misalnya :

Garuda dengan fitur pelayanan yang premium vs Air asia dengan fitur pelayanannya yang 'low cost carrier'. Tetapi poin yang ingin ditekankan disini, kedua strategi itu memiliki tujuan yang sama, yakni profit.

Michael Porter, seorang profesor di Harvard Business School memperkenalkan generic strategies dalam bukunya yang berjudul “Competitive Advantage : Creating and Sustaining Superior Performance (1985), yang dimana strategi tersebut dapat dipraktekkan di segala jenis usaha baik barang ataupun jasa.

Generic strategies berisikan 3 strategi yang berbeda, yaitu:

  1. Leadership

Ilustrasi cost leadership | Photo by Alexander Mils on Unsplash

The Cost Leadership Strategy

  • Meningkatkan laba dengan cara menurunkan biaya, sementara harga kita tetap bersaing di pasar.

  • Meningkatkan market share dengan cara menggunakan harga yang lebih murah tetapi tetap menghasilkan laba untuk kita.

  • Pengurangan biaya melalui economies of scale, modify supply chain, lean manufacturing

Hal yang perlu diingat dalam strategi ini adalah bagaimana bisnis kita menjadi lowest cost producers among the competitor (memiliki harga produk yang paling murah dibanding pesaing), akan tetapi hal ini juga mengakibatkan bisnis kita terancam jika ada kompeitor yang memiliki cara yang lebih efisien dan efektif dari kita.

  1. Differentiation

Ilustrasi differentiation | Photo by Daniele Riggi on Unsplash

The Differentiation Strategy

  • Riset dan inovasi haruslah menjadi fokus utama

  • Mampu membuat produk / jasa berkualitas tinggi

  • Memperhatikan fitur dari produk / jasa (layanan pelanggan, pelayanan maksimal)

  • Sales dan marketing supaya target pasar menyadari manfaat dari produk yang kita tawarkan

  • Memperhatikan reputasi dari brand kita dan produk dari brand itu sendiri

Dalam strategi ini kita harus terus menerus mengembangkan produk kita untuk dapat terus bersaing atau kita akan kalah bersaing dengan pesaing yang mampu membuat diferensiasi produk yang lebih baik dari kita.

  1. Focus

Ilustrasi focus | Photo by Paul Skorupskas on Unsplash

The Focus Strategy

  • Fokus pada niche market ( pasar yang sangat khusus)

  • Memberikan servis pada barang / jasa yang unik sesuai dengan kebutuhan khusus dari costumer

Dalam strategi ini yang paling penting adalah membangun brand loyalty pada customer dan tetaplah fokus pada niche market karena jika kita memiliki produk yang terlalu umum maka kemungkinan kita akan kalah bersaing dengan produk yang mengedepankan cost leadership (harga murah) atau differentiation (unik).

Bagaimana dengan strategi untuk bisnis kamu? Buat yang masih bingung bisa bertanya di kolom komentar yang ada di bawah ini, ya!

#terusberkarja

Content Writer : Stephenly Tonggano

Editor : Charles