Konten Media Partner

RSJD Atma Husada Samarinda Buka Pelayanan Rapid Test Gratis untuk Umum

Karjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSJD Atma Husada, Samarinda | Foto: Karja/Titiantoro
zoom-in-whitePerbesar
RSJD Atma Husada, Samarinda | Foto: Karja/Titiantoro

SAMARINDA - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada kini membuka pelayanan kepada masyarakat umum untuk rapid test dengan metode Immunofluorescence Assay (IFA) secara gratis.

Pasalnya, rumah sakit rujukan COVID-19 yang beralamat di Jalan Kakap, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir tersebut mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur RSJD Atma Husada, Dr Padilah Rane Muna, mengatakan membuka pelayanan rapid test secara gratis kepada masyarakat umum serta pegawai Pemprov. Hal tersebut dilaksanakan karena melihat lonjakan kasus COVID-19 di Samarinda yang semakin meninggi.

“Melihat kondisi yang terjadi di Kota Samarinda angka kasusnya semakin meningkat, dari RSJD Atma Husada sendiri membuka pelayanan rapid test bagi masyarakat umum dan pegawai Pemprov,” katanya, Selasa (21/7/2020) pagi.

Wanita yang akrab disapa Padilah ini menjelaskan, tercatat sudah sebanyak 300 orang melakukan rapid test di RSJD Atma Husada sejak Kamis, (16/7/2020) hingga hari ini Selasa (21/7/2020).

Masyarakat umum mengikuti rapid tes di RSJD Atma Husada. | Foto: Karja/Titiantoro

“Jumlah keseluruhan yang sudah ikut rapid test mencapai 300 lebih baik dari masyarakat umum dan pegawai negeri. Hasilnya satu yang reaktif dan yang lainnya non reaktif,” jelasnya.

Mengenai satu orang yang mendapatkan hasil reaktif, pihaknya pun berkoordinasi dengan call center Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Samarinda 112 untuk menindaklanjuti.

“Untuk satu hasil yang reaktif, segera kita komunikasikan dengan 112 untuk melakukan swab,” ungkapnya.

Demi mencegah penyebaran virus corona, pihak RSJD Atma Husada Selain membuka pelayanan rapid test, juga telah memisahkan pasien baru dan lama.

“Sejak bulan Maret kemarin kita sudah memisahkan antara pasien yang lama dan yang baru, jadi tidak ada kontak. Dan untuk pengunjung, sementara tidak kita izinkan masuk,” pungkasnya.