Konten Media Partner

Tips Berbisnis, Ketahui Proses Negosiasi yang Baik dan Benar

Karjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi proses negosiasi | Photo by Thomas Drouault on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses negosiasi | Photo by Thomas Drouault on Unsplash

Tahukah kalian, proses negosiasi yang tepat bisa menyelesaikan beragam konflik ataupun untuk memperoleh keuntungan tertentu. Ketika proses negosiasi telah terselesaikan, perlu disadari, bahwa akan muncul dua solusi.

Solusi pertama, dimana negosiator menang, dan pihak lainnya kalah. Solusi kedua, dimana kedua pihak akan diuntungkan dengan hasil akhirnya. Menurut Judge & Robbins (2017), ada 5 proses negosiasi yang wajib kalian ketahui, antara lain:

  1. Persiapan dan Perencanaan

Ilustrasi perencanaan | Photo by Breakingpic from Pexels

Semua hal yang kalian citakan berakhir baik, pasti membutuhkan persiapan atau perencanaan yang cukup, begitupun dengan bernegosiasi. Pertama, ketahui permasalahan yang terjadi, tokoh yang terlibat, pendapat dari negosiator lain terkait konflik, dan ketahui apa yang anda inginkan dari negosiasi yang akan terjadi nantinya.

Seorang negosiator yang baik juga harus mempertimbangkan tujuan yang diinginkan dari pihak lawan. Kalian bisa mencari tahu dengan memperhatikan hal yang diucapkan atau dipertanyakan oleh negosiator lain.

Ketika kalian sudah mempersiapkan diri dengan mengetahui keinginan lawan, kalian bisa mempersiapkan argumen, pendapat, dan fakta yang bisa kalian jadikan sebagai bahan ketika negosiasi berlangsung.

  1. Mendefinisikan Aturan Dasar

Dalam proses negosiasi, kalian perlu menetapkan aturan dasar. Semacam strategi, kalian harus memutuskan siapa yang akan melakukan negosiasi. Entah itu kalian sendiri, atau mencari orang yang dinilai tepat.

Kemudian, tetapkan juga dimana dan jam berapa negosiasi akan dimulai. Apa saja batasannya, agar pembahasan tidak merembet ke masalah lain, atau bisa fokus pada topik yang ingin di negosiasikan.

  1. Klarifikasi dan Justifikasi

Dalam tahap ini, negosiator dari kedua belah pihak mulai menjelaskan mengenai pendapat atau argumen masing-masing. Penting bagi kalian untuk menjaga emosi dan tata cara berbicara agar bisa menghindari konflik yang tidak diperlukan.

Bukti pendukung seperto dokumen, rekaman, dan lainnya bisa ditunjukkan di fase ini. Hal tersebut berfungsi untuk memperkuat argumen yang telah kalian berikan.

  1. Tawar Menawar dan Penyelesaian Masalah

Dalam tahap ini, kalian akan mulai melakukan proses tawar-menawar sampai akhirnya muncul sebuah kesepakatan. Solusi yang diambil bisa bersifat win-lose solution, dimana salah satu pihak keluar sebagai pemenang dan pihak lainnya kalah. Namun, bisa juga win-win solution, dimana kedua belah pihak berhasil diuntungkan.

  1. Mengakhiri Konflik dan Menerapkan Solusi

Ilustrasi solusi | Photo by Pixayab from Pexels

Setelah menyepakati atau menandatangani surat perjanjian penyelesaian konflik, kalian harus mengakhiri konflik tersebut. Dengan menerapkan solusi yang sudah disepakati bersama, seperti tertera pada surat tersebut.

#terusberkarya