Konten Media Partner

Tips Bisnis Ikan Cupang dengan Modal Minim ala Fathur Rahman

Karjaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fathur Rahman, pemuda asal Kota Samarinda yang membudidayakan ikan cupang hias. | Photo by Karja/Titiantoro
zoom-in-whitePerbesar
Fathur Rahman, pemuda asal Kota Samarinda yang membudidayakan ikan cupang hias. | Photo by Karja/Titiantoro

Ikan Cupang adalah ikan air tawar yang habitat asalnya ada di beberapa negara Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Ikan cupang sendiri mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi menjadi tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.

Salah satu jenis ikan yang gampang untuk dipelihara adalah ikan cupang hias karena tidak memerlukan lahan atau tempat yang luas untuk memeliharanya. Selain sebagai hobi, memelihara ikan cupang hias juga bisa dijadikan sebagai bisnis yang cukup menjanjikan.

Kali ini Karja menyambangi salah satu anak muda di Kota Samarinda yang sedang merintis usaha ikan cupang, yaitu Fathur Rahman. Dia mengatakan, bisnis budi daya ikan cupang ini cukup banyak di Samarinda. Apalagi peminatnya kebanyakan dari anak-anak hingga orang dewasa, yang suka dengan penampilan dari ikan tersebut.

Fathur nama akrabnya, mengatakan memulai bisnis ikan cupang dari bulan Desember 2019. Ia mempelajarinya secara otodidak mengenai budi daya ikan tersebut, melihat di era sekarang semua informasi telah mudah diakses.

Ikan cupang jenis Avatar milik Fathur yang siap untuk dipasarkan. | Photo by Karja/Titiantoro

“Sekitar bulan Desember kemarin, sampai sekarang ini. Sebelunya juga sudah pernah coba usaha ikan lohan, tapi karena tempatnya yang enggak cukup dan besar juga biaya pemeliharannya. Jadinya beralih ke ikan cupang,” ucapnya.

Fathur juga menjelaskan, dalam usahanya ini ia mengaku bermodalkan Rp 1 juta, untuk membudidayakan ikan cupang dari beberapa ekor hingga akhirnya menjadi ratusan ekor bibit.

“Kalau untuk ikan cupangnya sendiri itu saya ada ngeluarkan modal sebanyak 600 ribu, itu udah dapat sekitar 6 pasang ikan cupang dengan berbagai jenis. Terus sisanya buat beli ember, pakannya dan lain-lain. Dan sekarang udah punya bibitnya yang kecil-kecil itu,” jelasnya.

Ikan cupang jenis giant koi milik Fathur yang siap untuk dipasarkan. | Photo by Karja/Titiantoro

Fathur sendiri dalam usahanya menyediakan berbagai jenis ikan cupang, seperti Giant Koi, Avatar, Blue Rin, Halfmoon, Fancy Cooper, dan FCCP. Selain itu, lanjutnya, budi daya ikan cupang termasuk yang tidak perlu tempat yang luas dan waktunya juga cepat. Dari proses peneluran, penetasan, hingga ikan cupang tersebut siap untuk dijual cukup membutuhkan kurun waktu satu bulan.

“Jadi ikan cupang itu cepat, biasanya di umur empat bulanan sudah siap kawin atau bisa juga dilihat dari adanya busa-busa dipermukaan air. Biasanya kita sebut sobu, kalau sudah ada sobunya bisa kita kawinkan dengan betinanya. Cuman kita lihat juga ukuran betinanya, harus cari ukuran yang sama. Biar setara jadi betinanya enggak kalah, begitu juga dengan jantannya,” katanya.

Untuk kisaran harga ikan cupang yang dijual oleh Fathur, dari harga Rp 70 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per pasangnya dan tergantung dari kualitas ikan cupang tersebut.

Ikan cupang jenis Halfmoon milik Fathur yang siap untuk dipasarkan. | Photo by Karja/Titiantoro

“Kalau per ekor kita jual sepasang sekitar Rp 70 ribu, dan kita lihat juga bagus apa enggaknya dan bisa sampai Rp 150 ribu atau Rp 200 ribu misalnya. Kalau untuk penjualannya kita pasarkan lewat akun media sosial, dan sekarang kan di Samarinda sudah ada grup Facebooknya komunitas ikan cupang jadi bisa kita share foto-foto ikan kita di sana dan Instagramnya juga,” tuturnya.

Karja juga menanyakan mengenai pemberian air dalam memelihara ikan cupang, biasanya beberapa orang yang belum mengerti dan yang sering ditemui dan dialami adalah ikan cupang tersebut cepat mati karena tidak cocok. Fathur akan pun memberikan tips cara memelihara ikan cupang dengan baik dan benar.

Beberapa jenis ikan cupang milik Fathur yang dicampur dengan daun ketapang, sehingga membuat airnya didalamnya menjadi kecoklatan.

“Masalah air dalam pemeliharaan ikan cupang. Kita biasanya pakai daun ketapang, jadi daun ketapang itu kita cuci bersih, setelah itu kita rendam dengan air garam selama satu jam. Habis itu dijemur kering, kalau udah kering kita rendam dengan air keran dan kita endapkan itu semalam, karena pH airnya ikan cupang itu kisaran 6,5–7,2. Selain itu juga, bisa juga dengan air hujan, Atau air galon, tapi ya tetap dikasih daun ketapang itu,” imbuhnya.

Fathur Rahman sedang merapikan tempat ikan cupang yang berada di rak. | Photo by Karja/Titiantoro

Gimana? Tertarik untuk melakukan budi daya ikan cupang seperti Fathur? Tapi sebelumnya, kalian harus memelihara ikan cupang terlebih dahulu dengan tips yang sudah diberikan oleh Fathur. Nanti jika hasilnya sudah bagus, kalian boleh tuh naik ke level berikutnya untuk dipasarkan!

#terusberkarya

Jangan lupa follow Karja di Instagram (klik di sini) dan klik tombol 'IKUTI' (klik di sini) untuk mendukung dan mengikuti konten menarik seputar entrepreneurship, kisah inspiratif, karya anak bangsa, dan isu sosial seputar milenial ya, Sobat!