Konten Media Partner

Viral Gapura Gerbang Masuk di Samarinda yang Mirip Ekor Kurama Serial Naruto

Karjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Simbol paruh burung enggang khas Kalimantan yang berada di Jalan Rifadin, Kelurahan Harapan Baru, kecamatan Loa Janan Ilir yang disebut mirip dengan ekor Bijuu dalam serial Naruto | Foto: Karja/Titiantoro
zoom-in-whitePerbesar
Simbol paruh burung enggang khas Kalimantan yang berada di Jalan Rifadin, Kelurahan Harapan Baru, kecamatan Loa Janan Ilir yang disebut mirip dengan ekor Bijuu dalam serial Naruto | Foto: Karja/Titiantoro

Masih hangat diperbincangkan oleh netizen Kota Samarinda, sebuah simbol paruh burung khas Kalimantan di pintu gerbang Samarinda yang disebut mirip dengan ekor Kurama dalam animasi serial manga Naruto karya Masashi Kishimoto. Kurama sendiri adalah monster berekor (bijuu) yang ada di dalam diri Naruto Uzumaki dalam serial manga Naruto.

Sebuah proyek yang dibangun untuk gapura pintu masuk Samarinda dari arah Balikpapan di Jalan HM Rifadin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir tersebut menjadi ramai di media sosial.

Menurut pantauan dari Karja saat berada di lokasi, gapura tersebut tepat berada di tengah jalan poros Samarinda-Balikpapan dan Kampus IAIN Samarinda.

Ada sebanyak empat tiang yang telah berdiri, dan rencananya di setiap tiang akan dipasang paruh enggang. Namun, yang sudah terpasang hanya satu tiang saja.

Karja pun menghubungi Kepala Bidang Cipta Karya Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda, Cecep Herly untuk menjelaskan mengenai simbol tersebut agar masyarakat sekitar tidak salah mengartikannya.

“Kan ada empat bagian paruh burung enggang. Jadi kalau kita dari arah Balikpapan, dengan jarak ratusan meter agak berbeda dilihatnya. Karena baru dipasang satu, jadi benar juga kalau mirip. Itu pekerjaannya belum selesai,” ungkapnya Rabu (10/6/2020) kemarin

Desain dari Pintu Gerbang Samarinda-Balikpapan. | Foto: Istimewa

Pria yang akrab dipanggil Cecep ini juga mengatakan, untuk pekerjaan gapura tersebut sudah melalui proses perencanaan dan telah dipresentasikan sampai ke pihak Wali Kota Samarinda.

“Sudah kami presentasikan ke Wali Kota mengenai arsitekturalnya. Kemudian, yang diambil masalah simbol. Dalam segi arsitek, konsultan berkarya dalam rangka seni,” katanya.

Gerbang yang dibangun ini ternyata memiliki dua titik di pintu keluar Samarinda, yaitu di Jalan HM Rifadin dan di Sungai Siring. Kedua gerbang ini memiliki konsep dan tema yang sama.

“Bedanya di kalau di Sungai Siring paru burungnya di kiri dan kanan. Kalau di Jalan HM Rifadin dibikin di tengah,” jelas Cecep.

Walaupun menjadi perbincangan hangat oleh netizen Samarinda, pihaknya pun tetap menerimanya sebagai koreksi dan masukkan.

“Wajar-wajar saja itu kan hak dari publik. Kami akan menjadikan hal itu pembelajaran,” ungkapnya.

Karena pandemi COVID-19, untuk sementara kegiatan tersebut ditunda, karena sebagian besar anggaran dialihkan untuk mengatasi pandemi tersebut.