Anak Indonesia Borong 8 Piala Kejuaraan Pencak Silat Persahabatan di Eropa

Perawat, relawan perawat, Ibu rumah tangga, relawan.
Tulisan dari Belantara Kata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sabtu, 24 Maret 2018, Badhoevedorp, Nedherland, siswa Sekolah Indonesia Den Haag mengharumkan nama bangsa Indonesia di Belanda diajang pertandingan persahabatan, siswa-siswi itu adalah, Berekhya Kiri Grace Syandana juara 1 kelas youth, Pertina Tsaubani juara 2 kelas junior, Casyista Regina juara 2 kelas youth, Pradana A.T Effendi juara 2 kelas junior, Nailah Fauziah Fachrudin juara 3 junior, Fairuz Kamilah Fachrudin juara 3 kelas youth, Fatimah Kamilah Lutfiah juara 3 kelas youth, M.Yudhistira juara 3 kelas youth.
Menurut Zulaikha Nur Hasanah pelatih untuk Sekolah Indonesia Den Haag dari Perguruan Pencak Silat Setia Hati Terate cabang Belanda, melatih anak-anak Indonesia di sekolah ini butuh perjuangan karena mereka istimewa dengan waktu latihan yang belum ada setahun berjalan adalah hal yang sangat mengejutkan mereka bisa menyabet 8 kejuaraan sekaligus, "Sebuah prestasi yang membanggakan dibanding pertandingan sebelumnya untuk tingkat lokal Belanda, perkembangan mereka begitu cepat belajar" ujar pelatih yang kerap disapa Nur.
Pertandingan pencak silat yang mengangkat tema “Met Internationale gasten” (bersama tamu dari luar negeri) ini diikuti 20 perguruan pencak silat dari Belanda dan 3 negara tetangga yaitu Belgia, Prancis, German. Juga hadir Dubes RI untuk kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja para guru SIDH dan juga orang tua siswa.
Penyelenggara ajang ini adalah Federasi Pencak Silat Belanda (FPSN) telah diakui secara resmi oleh Federasi Pencak Silat Eropa (EPSF), yang berbasis di London, Inggris, dan Federasi Pencak Silat Internasional (PERSILAT), yang berbasis di Jakarta, Indonesia.

