3 Cara Membersihkan Pusar yang Aman untuk Orang Dewasa dan Bayi
ยทwaktu baca 4 menit

Pusar adalah bagian tubuh yang sering tidak diperhatikan kebersihannya. Padahal tanpa disadari, ada beberapa kondisi yang sering menyebabkan infeksi di pusar karena tidak dibersihkan.
Oleh karena itu, ada berbagai cara membersihkan pusar yang bisa diterapkan. Dengan begitu, kegunaan pusar dapat lebih maksimal, yakni untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit-penyakit ringan.
Lebih lanjut, ada berbagai macam kegunaan dari pusar yang sering tidak disadari. Menyadur dari laman Health How Stuff dan The Healthy, berikut beberapa kegunaan dari pusar, di antaranya:
Pintu gerbang dari operasi medis
Melancarkan sirkulasi darah
Menonjolkan keindahan dan kesuburan tubuh wanita
Menentukan potensi reproduksi
Sebagai pengatur pergerakan hormon
Cara Membersihkan Pusar yang Aman
Pusar adalah area tubuh yang jarang terpapar sinar UV, sabun, atau sekresi tubuh. Oleh karena itu, pusar menjadi area tubuh yang sering terkontaminasi bakteri dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bahkan menyadur UPMC HealthBeat, rata-rata pusar manusia dihinggapi lebih dari 67 jenis bakteri.
Apabila tidak bisa dibersihkan dengan rutin, pusar bisa mengalami iritasi, reaksi alergi, hingga infeksi yang bisa mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Sebagai informasi, pusar yang dimiliki oleh seseorang terdiri dari dua, yakni outie dan innies.
Secara sederhana, pusar outie menunjukkan pusar yang menonjol keluar. Sementara itu, pusar innies menunjukkan pusar yang masuk ke dalam. Walau memiliki bentuk yang berbeda, cara membersihkan kedua pusar ini cukup sama dan tidak perlu langkah-langkah yang sulit.
Lantas, apa saja cara membersihkan pusar yang aman? Menyadur dari Wound Care Society, berikut informasinya.
1. Membersihkan pusar dengan bahan alami
Pusar bisa dapat dibersihkan dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti yogurt, cuka apel, teh hitam, dan bawang, dan lain sebagainya.
Bahan-bahan alami ini mudah untuk ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan penggunaannya pun cukup mudah. Sebagai contoh, simak penjelasan di bawah ini.
Yogurt. Penggunaan yogurt bisa dimanfaatkan dengan mengoleskan bola kapas yang sudah dicelupkan ke dalam yogurt dan biarkan selama 15-30 sebelum membilas dengan air hangat.
Cuka apel. Pengguna bisa mencampurkan bola kapas dengan cuka apel, kemudian oleskan di sekitar pusar dan diamkan selama 30 menit sebelum dibilas dengan air hangat. Perawatan ini dapat dilakukan 2 kali sehari.
Bawang putih. Bawang putih bisa dimasukkan ke dalam panci berisi air, lalu direbus untuk mendapatkan airnya. Kemudian, celupkan bola kapas ke dalam campuran dan biarkan selama 15 menit.
2. Membersihkannya saat mandi
Selain memanfaatkan bahan-bahan alami, membersihkan pusar juga bisa dilakukan ketika mandi. Sebagaimana yang diketahui, mandi merupakan kegiatan yang memang dilakukan untuk membersihkan diri dari kotoran dan bakteri.
Oleh karena itu, jangan lupa juga untuk membersihkan pusar ketika mandi. Supaya lebih jelas, berikut beberapa cara membersihkan pusar yang tepat saat mandi, seperti yang dikutip dari laman Healthline, di antaranya:
Campurkan air dengan sabun mandi secukupnya.
Ambil kain atau handuk yang bersih dan lembut.
Setelah itu, celupkan kain ke air campuran sabun dan bersihkan bagian sekitar pusar dengan mengusapnya secara lembut.
3. Menggunakan scrub
Scrubbing adalah proses menggosok kulit dengan butiran halus scrub yang berguna untuk mengangkat sel kulit mati. Penggunaan scrub ini bisa dimanfaatkan untuk membersihkan pusar.
Caranya pun cukup mudah, yakni dengan menggosok pusar secara perlahan dengan menggunakan lulur. Pastikan bahwa pengguna menggosoknya dengan lembut.
Cara Membersihkan Pusar Bayi
Pusar pada bayi sudah ada sejak dirinya di dalam rahim. Pada saat itu, tali pusat menempel pada pusar di perut bayi yang dimanfaatkan untuk mengirimkan oksigen, nutrisi, dan kotoran.
Setelah lahir, bayi akan bernapas, makan, dan membuang kotorannya sendiri, sehingga tali pusat akan diputus. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pusar pada bayi agar tidak terjadi infeksi.
Sebagai informasi, apabila tali pusat tidak terlepas dalam waktu tiga minggu setelah bayi lahir. Apabila tidak terlepas, hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri di tali pusat bayi atau omfalitis. Omfalitis ini dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan khusus oleh dokter.
Lebih lanjut, berikut beberapa gejala ketika kondisi tali pusat bayi mengalami infeksi, seperti yang dikutip dari laman WebMD, di antaranya
Munculnya cairan berwarna putih di dekat tali pusat bayi.
Mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Pembengkakan pada area perut.
Dalam jurnal Umbilical Cord Care in the Newborn Infant yang diterbitkan langsung American Academy of Pediatrics, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan pusar bayi, di antaranya:
Pastikan bahwa ibu sudah mencuci tangan sebelum menyentuh pusar bayi.
Bersihkan pusar bayi menggunakan kapas dan air hangat.
Di sela-sela pusar, ibu bisa menggunakan cotton bud, kapas, atau kasa yang sangat tipis.
Keringkan bagian pusar bayi secara perlahan menggunakan handuk berbahan lembut.
Jangan mengoleskan minyak, bedak, atau lotion tanpa petunjuk dari dokter atau bidan yang menangani bayi.
Pusar bayi dapat dibersihkan saat mandi atau ganti popok.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apakah kotoran di pusar harus dibersihkan?

Apakah kotoran di pusar harus dibersihkan?
Ada beberapa kondisi yang sering menyebabkan infeksi di pusar karena tidak dibersihkan. Oleh karena itu, ada berbagai cara membersihkan pusar yang bisa diterapkan.
Bagaimana cara membersihkan kotoran di pusar?

Bagaimana cara membersihkan kotoran di pusar?
Pusar bisa dapat dibersihkan dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti yogurt, cuka apel, teh hitam, dan bawang, dan lain sebagainya.
Apakah pusar kotor berbahaya?

Apakah pusar kotor berbahaya?
Apabila tidak bisa dibersihkan dengan rutin, pusar bisa mengalami iritasi, reaksi alergi, hingga infeksi yang bisa mengalami berbagai macam gangguan kesehatan.
