3 Ciri-Ciri Bipolar yang Perlu Diketahui dan Penyebabnya
·waktu baca 4 menit

Bipolar adalah kondisi di mana seseorang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Adapun beberapa ciri-ciri bipolar yang bisa menjadi gejala dari gangguan mental ini, seperti memiliki rasa kepercayaan diri yang berlebihan, kerap berbicara dengan tempo yang cepat, hingga merasa tidak memerlukan tidur.
Untuk mengatasinya, psikiater akan merekomendasikan metode pengobatan yang tepat sesuai kondisinya. Simak informasi lengkapnya dalam uraian di bawah ini.
Ciri-Ciri Bipolar
Bipolar adalah suatu gangguan kesehatan jiwa yang bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan bisa menyebabkan hal yang fatal. Menyadur laman Healthline, bipolar berhubungan dengan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang tidak menentu.
Pengidap bipolar akan bertindak secara cepat, seperti tidak bahagia, bahagia, energik, hingga mudah marah. Adapun beberapa ciri-ciri bipolar yang perlu diwaspadai. Ciri-ciri tersebut bisa berbeda-beda setiap individu dan ada beberapa episode yang dapat berlangsung jangka panjang.
Menyadur laman Medical News Today, berikut beberapa episode yang dialami pengidap bipolar dan ciri-cirinya.
1. Hypomania
Hypomania adalah episode pada gangguan bipolar ketika suasana hati sedang meningkat. Gejala yang dirasakan pengidap hypomania, adalah:
Merasa gembira atau euforia yang berlebihan
Memiliki tingkat kepercayaan diri, harga diri, dan kepentingan diri yang tinggi
Berbicara lebih banyak dan aktif serta lebih cepat
Merasa mampu melakukan apa saja
Menjadi lebih mudah bergaul dan bisa menjadi lebih agresif
Terlibat dalam tindakan-tindakan yang membahayakan dan berisiko tinggi
Suka melompat dari satu topik ke topik lain dalam percakapan
Memiliki ‘semangat’ yang datang dan pergi dengan cepat, dan ide-ide aneh yang dapat ditindaklanjuti oleh orang tersebut
2. Depresif
Depresif adalah episode di mana penderita bipolar merasakan depresi yang sangat mendalam. Gejala yang dialami ketika mengalami depresif, yakni:
Merasa sakit pada bagian tubuh tertentu, tetapi tidak diobati
Memiliki rasa cemas dan rasa bersalah yang tidak pada tempatnya
Terjadi perubahan pola makan, bisa makan lebih banyak atau lebih sedikit
Adanya penurunan dan penambahan berat badan yang secara berlebihan
Timbul rasa lelah yang ekstrem
Tidak mampu untuk menikmati kegiatan atau minat yang biasanya memberi kesenangan
Memiliki kepekaan terhadap suara, bau, dan hal-hal lain yang mungkin tidak diperhatikan orang lain
Tidak mampu untuk pergi bekerja atau sekolah yang mungkin menyebabkan kinerja menjadi buruk
3. Psikosis
Menyadur laman Mayo Clinic, psikosis adalah kondisi ketika pengidap bipolar tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Gejala paling umum yang dirasakan adalah halusinasi tingkat tinggi, sehingga muncul suara-suara atau melihat hal-hal yang tidak ada.
Selain halusinasi tingkat tinggi, psikosis yang menimbulkan beberapa gejala lainnya, seperti:
Gangguan suasana hati, tidur, dan konsentrasi
Keinginan untuk bunuh diri
Kehilangan nafsu makan dan semangat untuk beraktivitas
Kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain
Muncul kebiasaan berbicara melantur dan tidak sesuai dengan topik
Penyebab Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, salah satunya adalah faktor usia. Menyadur data dari World Health Organization (WHO), kurang lebih 45 juta orang di dunia mengidap gangguan bipolar. Setengah dari kasus bipolar dialami oleh anak berusia di bawah 25 tahun.
Selain karena faktor usia, kondisi ini berpotensi disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah pengaruh lingkungan. Supaya lebih jelas, berikut beberapa penyebab-penyebab gangguan bipolar yang perlu diketahui, seperti yang dikutip dari laman WebMD.
1. Ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak
Penyebab gangguan bipolar adalah ketidakseimbangan zat kimia yang ada di dalam otak. Perlu diketahui, otak mengalami perubahan fisik dan berpengaruh pada jumlah bahan kimia otak yang terkait dengan suasana hati, seperti serotonin dan dopamin.
Ketika otak mengalami ketidakseimbangan zat kimia, itu bisa memicu munculnya gejala gangguan bipolar, salah satunya adalah episode hypomania. Kondisi ini terjadi cukup sering karena meningkatnya hormon noradrenalin di dalam otak.
2. Pengaruh lingkungan
Penyebab lain dari gangguan bipolar adalah pengaruh lingkungan. Menurut beberapa penelitian, pengaruh lingkungan bisa menjadi penyebab utama terjadinya bipolar. Pengaruh lingkungan tersebut, di antaranya:
Hubungan buruk yang dialami dengan orang lain
Terjadi perceraian di dalam keluarga
Masalah keuangan
Trauma yang dipicu karena kematian anggota keluarga terdekat
Perasaan stres yang berlebihan
Apakah Penyakit Bipolar Bisa Sembuh Sendiri?
Menyadur laman Mental Health America, bipolar tidak bisa disembuhkan, tapi gejala yang dirasakannya dapat dikelola agar pasien bisa beraktivitas dengan normal. Biasanya, gejala yang tersebut diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan atau terapi psikologis.
Dengan melakukan psikoterapi, pengidap bipolar bisa mengubah dan mengenali emosi yang dirasakan. Selain itu, psikiater mungkin akan memberikan obat-obatan untuk membantu mengatasi masalah tidur serta kecemasan yang kerap dialami oleh pengidap bipolar.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu bipolar?

Apa itu bipolar?
Bipolar adalah suatu gangguan kesehatan jiwa yang bisa membuat aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu, bahkan bisa menyebabkan hal yang fatal.
Apa yang dirasakan oleh orang bipolar?

Apa yang dirasakan oleh orang bipolar?
Salah satu ciri-ciri bipolar yang bisa menjadi gejala dari gangguan mental ini adalah memiliki rasa kepercayaan diri yang berlebihan.
Apakah penyakit bipolar bisa sembuh?

Apakah penyakit bipolar bisa sembuh?
Menyadur laman Mental Health America, bipolar tidak bisa disembuhkan, namun gejala yang dirasakannya dapat dikelola agar pasien bisa beraktivitas dengan normal.
