3 Ciri-Ciri Keputihan Mau Haid yang Perlu Dipahami
ยทwaktu baca 4 menit

Saat mengalami keputihan sebelum haid, sebagian wanita mungkin akan merasakan gejala yang berbeda dengan keputihan biasa. Oleh karena itu, setiap wanita perlu memahami ciri-ciri keputihan mau haid.
Keputihan adalah kondisi yang normal dan sering terjadi pada wanita. Keputihan adalah kondisi ketika organ intim wanita mengeluarkan cairan bening atau berwarna putih (leukorea).
Keputihan adalah cairan yang berfungsi untuk menjaga kelembaban dan kesehatan organ intim wanita dari berbagai macam patogen penyebab gangguan kesehatan.
Saat mendekati waktu menstruasi, tubuh wanita akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan keputihan akan tampak berbeda dari biasanya. Lantas, bagaimana ciri-ciri keputihan mau haid?
Ciri-Ciri Keputihan Mau Haid
Dikutip dari jurnal Functional Characterization of the Mucus Barrier on the Xenopus Tropicalis Skin Surface oleh Eamon Dubaissi, dkk., keputihan terdiri dari kandungan air sebanyak lebih dari 90% dan sisanya adalah asam amino, protein, serta minyak. Saat menstruasi, keputihan bisa mengalami perubahan dari segi kuantitas, warna, dan konsistensinya. Perubahan ini biasanya dipicu oleh perubahan hormon sepanjang siklus haid atau menstruasi.
1. Volume Keputihan Lebih Banyak
Volume keputihan yang dikeluarkan mungkin lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang naik turun saat siklus menstruasi terjadi, khususnya pada masa ovulasi dan pramenstruasi
Volume keputihan akan menjadi lebih banyak ketika menstruasi mendekat. Namun, keputihan yang keluar tidak sebanyak keputihan yang menjadi tanda kehamilan.
2. Perubahan Warna
Warna keputihan mungkin akan mengalami perubahan. Warna keputihan yang normal adalah tampak bening dan jelas.
Namun, seseorang bisa mengalami perubahan warna keputihan seiring berjalannya siklus menstruasi. Perubahan warna tergantung pada perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh.
Jika estrogen meningkat, keputihan akan tampak bening dan jelas. Tapi jika progesteron yang mengalami peningkatan, keputihan akan tampak lebih keruh atau berwarna putih bersih.
Setiap tahapan siklus menstruasi akan memiliki warna keputihan yang berbeda:
Saat ovulasi: keputihan biasanya tampak lebih, bening, jernih dan berair dari biasanya. Konsistensinya juga tampak lebih tipis untuk membantu sperma mencapai sel telur.
Pramenstruasi: kondisi ini akan menyebabkan perubahan hormon progesteron menjadi lebih tinggi sehingga keputihan tampak berwarna putih.
Sehari sebelum menstruasi: keputihan yang keluar mungkin berwarna putih bercampur oranye.
Hari H menstruasi: keputihan yang keluar tepat sebelum keluarnya darah menstruasi biasanya akan tampak kecoklatan akibat tercampur darah yang akan segera keluar. Keputihan berwarna coklat sebelum menstruasi adalah kondisi normal, tetapi memerlukan perhatian medis jika terjadi di lain waktu.
3. Perubahan Tekstur
Selain perubahan warna, keputihan juga akan mengalami perubahan tekstur. Hal ini juga disebabkan oleh perubahan hormon.
Pada masa ovulasi, hormon estrogen akan meningkat untuk membantu membangun kembali lapisan rahim, sehingga sel telur yang berhasil dibuahi dapat tumbuh di dalam rahim. Pada masa ini, tekstur keputihan akan lebih cair dari biasanya.
Namun, memasuki masa pramenstruasi, ketika kadar estrogen memuncak, keputihan mungkin akan berubah menjadi lebih tebal, kental, dan lengket. Jumlahnya lebih banyak dari masa-masa saat ovulasi.
Apa Bedanya Keputihan Haid dan Hamil?
Keputihan yang berlebihan dan mengalami perubahan warna juga bisa menjadi pertanda kehamilan. Oleh karena itu, keputihan haid dan hamil terkadang sulit dibedakan.
Perbedaan yang paling mendasar yang bisa dikenali adalah gejala yang dirasakan saat mengalami keputihan yang berlebihan dan berubah warna. Keputihan hamil biasanya disertai dengan gejala awal-awal kehamilan, seperti:
Periode menstruasi yang terlewat, terlebih jika pernah melakukan hubungan seksual beberapa waktu sebelumnya
Nyeri dan perubahan pada payudara
Mual dan muntah
Mudah lelah
Sering buang air kecil
Jika keputihan disertai dengan gejala-gejala di atas, hal ini bisa menandakan terjadinya kehamilan. Namun, jika keputihan berlebihan dan berubah warna disertai dengan gejala pramenstruasi seperti kram perut, muncul jerawat, sakit kepala, hal itu bisa saja menjadi tanda menstruasi akan segera datang.
Selain itu, terdapat beberapa perbedaan pada keputihan haid dan hamil, yaitu:
Volume keputihan saat hamil cenderung lebih banyak dibandingkan keputihan sebelum haid.
Tekstur keputihan saat hamil biasanya lebih kental dibandingkan keputihan yang keluar saat menstruasi mendekat.
Warna keputihan ketika hamil cenderung lebih putih atau coklat tua (tanda implantasi).
Namun, untuk memastikan kondisi yang dialami, seseorang dapat melakukan tes kehamilan atau konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang lebih akurat.
Kapan Harus ke Dokter?
Keputihan adalah kondisi yang normal. Namun, keputihan menjadi kondisi serius jika disertai dengan ruam kemerahan di daerah vagina, gatal-gatal, atau mengalami perubahan
Warna: keputihan berwarna kuning, hijau, abu-abu, atau merah terang (pendarahan)
Bau: keputihan mengeluarkan bau busuk atau menyengat
Konsistensi: keputihan memiliki tekstur yang berbusa atau kental seperti keju cottage
Gejala-gejala di atas bisa menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius seperti infeksi, peradangan, kanker, dan lain-lain. Segera hubungi dokter atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika memiliki gejala keputihan abnormal.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu leukorea?

Apa itu leukorea?
Leukorea atau keputihan adalah cairan bening atau putih yang dikeluarkan oleh organ intim wanita.
Apa fungsi keputihan?

Apa fungsi keputihan?
Keputihan adalah cairan yang memiliki fungsi untuk menjaga kelembaban dan kesehatan organ intim wanita.
Apa saja zat yang terkandung dalam keputihan?

Apa saja zat yang terkandung dalam keputihan?
Keputihan terdiri dari kandungan air sebanyak lebih dari 90% dan sisanya adalah asam amino, protein, dan minyak.
