3 Jenis Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Sayur-sayuran adalah jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, terdapat jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Mengonsumsi sayuran yang dilarang untuk ibu hamil tidak hanya membahayakan, tetapi juga bisa mengancam kesehatan janin di dalam perut ibu hamil.
Oleh sebab itu, ibu hamil perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran ini. Apa saja jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil? Simak jawabannya di bawah ini.
Sayuran yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Sayuran adalah jenis makanan yang mengandung sejumlah nutrisi, berupa vitamin serta mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatannya dan mendukung pertumbuhan janin dalam perut ibu.
Meskipun demikian, ada sejumlah sayuran yang dilarang untuk ibu hamil. Dikutip dari laman situs Food Authority of NSW Government Australia, berikut adalah jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil.
1. Sayuran Mentah
Sayuran mentah merupakan jenis sayuran yang dilarang untuk ibu hamil. Sayuran yang mentah bisa saja mengandung sejumlah bakteri dan parasit, seperti Toxoplasma, Escherichia., Salmonella, dan Listeria, yang berbahaya bagi kesehatan ibu hamil.
Bakteri dan parasit ini dapat mengancam kesehatan bayi, mulai dari menyebabkan bayi lahir dalam keadaan mati serta, penyakit neurologis yang parah, seperti cacat intelektual, kebutaan, serta epilepsi.
Untuk menghindari hal ini, ibu hamil perlu mengonsumsi sayur-sayuran yang dimasak hingga matang. Dengan begitu, ibu hamil dan bayi akan terhindar dari gangguan kesehatan yang mengancam.
2. Sayuran yang Tidak Dicuci
Sayuran yang tidak dicuci juga bisa meningkatkan risiko adanya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan bayi. Sayuran yang tidak dicuci bisa saja mengandung bakteri dan parasit tertentu yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan bayi.
Ketika hamil, ibu perlu mengurangi risiko infeksi dengan mencuci makanan dengan air bersih, serta mengolahnya dengan matang agar bisa menjaga kesehatannya serta janin yang ada dalam perut.
3. Kecambah Mentah
Alfalfa mentah, semanggi, dan tauge, kacang hijau, lobak adalah tempat berkembang biaknya bakteri, seperti bakteri Escherichia dan Listeria. Jika tidak diolah hingga matang, jenis kecambah ini bisa mengganggu kesehatan ibu hamil dan bayi.
Dikutip dari jurnal Escherichia coli Bacteraemia in Pregnant Women oleh L. Surgers, dkk, infeksi bakteri, termasuk bakteri Escherichia dapat menyebabkan masalah yang fatal selama kehamilan. Hal ini termasuk keracunan makanan, infeksi saluran kemih, diare yang parah, serta gangguan pernapasan.
Selain itu, kecambah juga bisa mengandung bakteri listeria. Bakteri ini dapat menular ke bayi melalui plasenta dan menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir dalam kondisi mati, atau masalah kesehatan yang lebih serius.
Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Selain sayuran, terdapat buah tertentu yang dilarang untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Buah-buahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan tertentu pada ibu hamil.
Jenis buahan yang dilarang untuk ibu hamil adalah buah-buahan yang tidak dicuci. Sama halnya dengan sayuran, buah-buahan yang tidak dicuci bisa menjadi sumber bakteri dan parasit yang dapat menginfeksi tubuh ibu hamil.
Selain itu, ibu hamil juga perlu menghindari jenis buah-buahan yang bisa menyebabkan sakit perut dan mulas. Dikutip dari jurnal Treatment of Heartburn and Acid Reflux Associated with Nausea and Vomiting During Pregnancy oleh Ruth Law, dkk, 80% ibu hamil akan mengalami penyakit asam lambung yang disebabkan oleh kurangnya tekanan pada otot kerongkongan karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan.
Oleh sebab itu, ibu hamil perlu menghindari buah penyebab penyakit asam lambung, seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, mangga, stroberi, dan lain-lain yang dapat memicu refluks asam lambung.
Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Tak hanya sayuran dan buah tertentu, ibu hamil juga perlu menghindari makanan tertentu. Mengutip dari jurnal Food Safety During Pregnancy oleh Marsha Taylor dan Eleni Galanis, berikut adalah jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil:
Ikan dengan kandungan merkuri tinggi. Merkuri bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal yang bisa menyebabkan masalah pada tumbuh kembang anak.
Makanan laut yang kurang matang atau mentah karena dapat meningkatkan infeksi virus, bakteri, parasit yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Daging yang kurang matang atau mentah dapat meningkatkan risiko infeksi mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh.
Daging olahan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, obesitas, hipertensi, dan lain-lain.
Telur setengah matang atau mentah yang bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella.
Kafein yang dapat menghambat pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah saat melahirkan.
Produk susu, keju, dan jus buah yang tidak dipasteurisasi yang bisa menyebabkan infeksi bakteri Listeria, Salmonella, E., dan Campylobacter.
Alkohol dapat menyebabkan kelainan bentuk wajah, cacat jantung, dan kecacatan intelektual pada bayi.
Makanan berlemak tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan olahan, gorengan, dan lain-lain karena rendah nutrisi dan tinggi kalori yang menyebabkan diabetes, kolesterol, obesitas, dan lain-lain.
Itulah kumpulan makanan yang perlu dihindari oleh ibu hamil. Jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil perlu diperhatikan karena setiap makanan dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa dampak infeksi bakteri Escherichia pada ibu hamil?

Apa dampak infeksi bakteri Escherichia pada ibu hamil?
Escherichia dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, infeksi saluran kemih, diare yang parah, serta gangguan pernapasan.
Apa saja jenis buah yang menyebabkan asam lambung naik?

Apa saja jenis buah yang menyebabkan asam lambung naik?
Jenis buah yang menyebabkan asam lambung naik adalah jeruk, lemon, jeruk nipis, mangga, stroberi.
Apa bahaya merkuri bagi kesehatan anak?

Apa bahaya merkuri bagi kesehatan anak?
Merkuri bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal yang bisa menyebabkan masalah pada tumbuh kembang anak.
