Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Obat Hernia di Apotik yang Aman Dikonsumsi

Kata Dokter

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat hernia dari apotek. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat hernia dari apotek. Foto: Unsplash

Hernia adalah benjolan di dalam bagian tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dewasa yang disertai dengan beberapa gejala, salah satunya rasa nyeri seperti terbakar. Untuk menyembuhkannya, ada beberapa obat hernia di apotek yang dapat dikonsumsi.

Selain mengonsumsi obat-obatan, pengidap hernia juga perlu melengkapinya dengan rutin berolahraga dan mengubah pola makan agar lebih sehat serta bergizi. Ingin tahu lebih jelas tentang hernia? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Obat Hernia di Apotik

Hernia adalah kondisi ketika organ di dalam tubuh mulai menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya. Kondisi hernia ini bisa terjadi pada beberapa lokasi tubuh, berikut jenis-jenis hernia berdasarkan lokasinya.

  • Hernia inguinalis, benjolan yang muncul di perut bagian bawah kanan atau kiri.

  • Hernia femoralis, benjolan yang muncul di antara paha bagian atas dan selangkangan.

  • Hernia epigastrium, benjolan yang muncul di antara pusar dan tulang dada.

  • Hernia umbilikalis, benjolan yang muncul keluar dari pusar dan dialami oleh bayi.

  • Hernia hiatus, benjolan yang muncul ke dalam rongga dada.

Untuk penyembuhan hernia, dokter mungkin akan menyarankan supaya pengidapnya melakukan operasi. Operasi yang dapat dilakukan adalah operasi terbuka dan laparoskopi.

Menurut laman Harvard Health Publishing, berikut pengertian dari operasi yang dapat dilakukan untuk mengobati hernia.

  • Operasi terbuka. Operasi yang dilakukan untuk menutup otot yang terdorong keluar. Tujuannya agar organ yang menonjol dapat kembali ke tempat semula. Nantinya, dokter akan menjahit area hernia dan menutupnya dengan lapisan khusus yang akan membantu proses penyembuhan.

  • Operasi laparoskopi. Operasi yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang memiliki kamera ke area hernia. Melalui metode ini, dokter mampu melihat kelainan, seperti infeksi, kista, fibroid, dan perlengketan di dalam organ perut atau panggul.

Namun, selain melakukan operasi, ada beberapa pengobatan non operasi yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengonsumsi obat-obatan.

Lantas, bagaimana mengobati hernia dari obat-obat apotek? Menyadur dari laman My Cleveland Clinic, berikut informasinya.

Ilustrasi obat hernia dari apotek. Foto: Unsplash

1. Obat AINS

Hernia dapat diobati dengan mengonsumsi obat-obatan dari golongan antiinflamasi nonsteroid (AINS). Obat AINS ini berfungsi untuk meredakan nyeri atau peradangan pada pasien dengan penyakit hernia. Obat AINS ini mengandung bahan aktif, seperti aspirin, asam mefenamat, ibuprofen, atau naproxen.

2. Antasida

Antasida adalah obat yang dapat meredakan gejala akibat dari sakit maag atau asam lambung. Selain maaf, antasida juga bisa digunakan untuk mengobati hernia hiatal. Sebagai informasi, hernia hiatus adalah kondisi ketika sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dada.

3. Obat nyeri

Hernia sering menimbulkan nyeri, untuk mengurangi gejala ini, pengidapnya dapat mengobatinya dengan mengonsumsi obat nyeri. Obat nyeri ini bisa dibeli di apotek secara bebas dan ada beberapa yang membutuhkan resep dokter. Salah satu obat nyeri yang dapat digunakan adalah parasetamol.

Selain operasi dan mengonsumsi obat-obatan dari apotek, pengidap hernia juga dapat mengatasinya dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal hingga teknik pemijatan. Menurut laman Mayo Clinic berikut informasinya.

  • Tanaman adas. Tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat untuk hernia karena kandungan di dalamnya, seperti minyak atsiri, anetol, fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisa, dan minyak lemak.

  • Teknik pemijatan rempah. Teknik pemijatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan ramuan herbal pendukung yang terbuat dari temu putih, sambiloto, umbi kecil, pegagan, dan rumput mutara.

  • Teknik bio quantum. Teknik ini adalah penyembuhan penyakit yang menggunakan sentuhan dan tekanan tangan di beberapa bagian tubuh tertentu.

Apakah Hernia itu Berbahaya?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hernia terjadi ketika ada bagian dari organ internal yang menekan dan menembus otot atau jaringan ikat organ lain. Apabila otot atau jaringan tersebut lemah, ada beberapa bagian tertentu dari organ, terutama usus yang menembus dan masuk ke area tubuh lainnya.

Menyadur laman Medical News Today, penyakit ini tidak mengancam jiwa. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang dapat membahayakan tubuh, salah satunya adalah tekanan pada jaringan.

Tekanan pada jaringan dapat menghalangi usus dan menyebabkan sakit yang cukup parah, mual, hingga sembelit. Apabila bagian usus yang terperangkap tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, usus berisiko mengalami ‘tercekik’, akibatnya jaringan usus terinfeksi atau mati.

Menyadur laman Healthline, berikut beberapa komplikasi yang mungkin muncul akibat hernia.

  • Infeksi. Pengidap hernia yang terlambat mendapatkan penanganan dapat menyebabkan kondisi jaringan lain terjepit hingga infeksi, seperti pembusukan jaringan, penyumbatan usus, dan kematian organ.

  • Nyeri berjangka panjang. Hernia yang tidak diobati berpotensi menyebabkan rasa nyeri berjangka panjang di area perut dan selangkangan.

  • Komplikasi reaksi usus. Usus termasuk organ yang paling berisiko mengalami kerusakan akibat penyakit.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu hernia?

chevron-down

Hernia adalah kondisi ketika organ di dalam tubuh mulai menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya.

Apa obatnya hernia tanpa operasi?

chevron-down

Hernia dapat diobati dengan mengonsumsi beberapa obat-obatan, seperti obat AINS, nyeri, dan antasida.

Gejala hernia yang dirasakan?

chevron-down

Hernia dapat terjadi pada pria dewasa yang disertai dengan beberapa gejala, salah satunya rasa nyeri seperti terbakar.