3 Obat Maag Cair yang Ampuh untuk Atasi Gejala
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Obat maag cair merupakan salah satu obat-obatan yang dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung dalam perut. Obat-obatan maag cair terbukti lebih bekerja secara cepat dibandingkan obat-obatan jenis tablet ataupun kapsul.
Maag merupakan suatu kondisi ketika perut terasa sakit, nyeri, dan menyebabkan tidak tidak nyaman. Maag bisa diakibatkan oleh adanya peradangan pada lambung, refluks asam lambung, hingga gangguan pada otot lambung.
Kondisi maag biasanya disertai dengan gejala berupa perut kembung dan terasa penuh, nyeri pada ulu hati, cepat kenyang, dan lain-lain. Maag perlu segera diatasi sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Obat Maag Cair di Apotik
Maag bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu, khususnya obat sirup atau cair. Berikut adalah obat-obatan maag cair yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi gejala maag.
1. Antasida
Antasida adalah jenis obat-obatan yang sering digunakan untuk mengatasi gejala-gejala maag. Menurut Salisbury BH dan Terrell JM dalam artikel ilmiah berjudul Antacids, obat antasida bisa bekerja untuk mengurangi asam lambung, gangguan pencernaan, sakit perut, dan lain-lain.
Secara umum, antasida mengandung bahan-bahan berupa:
aluminium hidroksida
kalsium karbonat
magnesium hidroksida
natrium bikarbonat
Kandungan-kandungan tersebut menyatu dan bekerja untuk menetralkan keasaman dalam perut, meningkatkan pH, atau mengurangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi keasaman di lambung.
Contoh obat-obatan antasida yang tersedia dalam bentuk cair adalah Promag, Mylanta, Waisan, Gastran, Antasida Doen, Polysilane, dan Camaag Mint.
2. Sucralfate
Sucralfate adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk mengobati maag, tukak lambung, ulkus duodenum, serta penyakit radang lambung kronis. Obat ini tersedia dalam bentuk suspensi atau cair sehingga memudahkan penderita sakit maag untuk mengkonsumsinya.
Dalam jurnal Sucralfate oleh Kudaravalli P dan John S, obat ini bekerja pelindung dari mukosa lambung sehingga berperan sebagai antiulkus dan mencegah terjadinya inflamasi, luka, dan peradangan pada bagian perut yang menyebabkan rasa sakit pada bagian perut.
Perlu diingat bahwa sucralfate hanya bisa digunakan dengan resep dokter. Contoh obat sucralfate dalam bentuk cair yang biasa dipakai adalah Sucralfate Suspensi, Episan Suspensi, Gitafat, dan lain-lain.
3. Ranitidine
Ranitidine adalah jenis obat yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan terkait lambung dan kerongkongan, seperti refluks asam lambung, sakit perut, disfagia, dan lain-lain.
Ranitidine merupakan bagian dari obat H2 blocker atau antagonis H2 yang bekerja dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat penghambatan reseptor histamin-H2. Ranitidine tersedia dalam bentuk sirup, tablet, dan kapus. Contoh obat maag cair ranitidine adalah Ranivel, Ranicho Ranitidine Syr, dan lain-lain.
Obat Maag untuk Anak
Ada beberapa jenis obat maag yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengatasi gejala sakit maag yang diakibatkan oleh beberapa kondisi. Berikut adalah jenis obat-obatannya:
Antasida adalah jenis obat-obatan maag yang bisa menetralkan asam lambung yang menyebabkan rasa nyeri pada ulu hati, radang lambung, dan beberapa kondisi lainnya. Antasida bisa diberikan kepada anak di atas usia 6 tahun, sedangkan pada anak di bawah 6 tahun dibutuhkan anjuran dari dokter.
Obat pelindung mukosa untuk melindungi lapisan dalam lambung serta kerongkongan sehingga tidak terluka dan membantu mengurangi jumlah produksi asam lambung. Contohnya adalah Gaviscon yang bisa digunakan untuk anak di atas 1 tahun.
Antagonis reseptor H2 histamine, seperti famotidine, cimetidine, dan ranitidine yang dapat mengobati gejala maag. Obat ini biasa bekerja dengan cepat, tetapi tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang pada bayi.
Inhibitor pompa proton (PPI) yang dapat mengobati gejala maag akibat penyakit asam lambung dengan mengurangi jumlah asam di perut.
Sebelum menggunakan obat-obatan di atas untuk mengatasi maag pada anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, khususnya penggunaan oleh bayi berumur 1-5 tahun.
Cara Mengobati Maag secara Alami
Maag adalah salah satu kondisi yang dapat diobati menggunakan perawatan rumahan dengan bahan-bahan alami. Bahan-bahan alami ini terbukti dapat meredakan gejala yang timbul saat maag menyerang.
1. Teh Peppermint
Peppermint adalah bahan yang tidak hanya bermanfaat untuk menyegarkan napas, tetapi juga bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, seperti, mual, sakit maag, dan lain-lain. Peppermint dapat dikonsumsi bersama teh setelah makan untuk meredakan gejala maag yang timbul.
Namun, apabila maag disebabkan oleh refluks asam, sebaiknya hindari penggunaan peppermint sebab bahan alami ini dapat melemahkan otot sfingter esofagus yang mencegah naiknya asam lambung.
2. Jahe
Jahe adalah salah satu bahan alami yang terbukti dapat mengurangi produksi asam lambung. Jahe dapat dikonsumsi menggunakan teh untuk meredakan gejala maag.
Dalam jurnal The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting oleh Inaki Lete dan Jose Allue, konsumsi jahe perlu dibatasi sebanyak 3-4 gram per hari untuk mengurangi efek samping berupa perut kembung, sakit tenggorokan, dan mulas.
3. Teh Kamomil
Kamomil merupakan bahan alami yang banyak digunakan untuk meringankan rasa tidak nyaman pada perut, meredakan gangguan pencernaan dengan mengurangi kadar asam lambung di saluran pencernaan.
Selain itu, bahan alami ini bisa berperan sebagai antiinflamasi yang dapat meredakan rasa sakit pada lambung. Kamomil bisa dikonsumsi bersama teh dan tambahan madu untuk menghentikan gangguan pencernaan.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa gejala sakit maag?

Apa gejala sakit maag?
Kondisi maag biasanya disertai dengan gejala berupa perut kembung dan terasa penuh, nyeri pada ulu hati, cepat kenyang, dan lain-lain.
Apa kandungan dari obat antasida?

Apa kandungan dari obat antasida?
Antasida umumnya mengandung aluminium hidroksida, kalsium karbonat, magnesium hidroksida, natrium bikarbonat.
Apa contoh obat antagonis H2?

Apa contoh obat antagonis H2?
Contoh obat antagonis H2 yang biasa digunakan adalah famotidine, cimetidine, dan ranitidine.
