3 Obat Sakit Kepala yang Ampuh Atasi Nyeri
ยทwaktu baca 4 menit

Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala yang muncul secara tiba-tiba atau mendadak. Sakit kepala dapat terjadi karena beberapa kondisi, mulai dari kurang tidur, telat makan, cedera kepala, hingga gangguan penyakit lainnya. Untuk menyembuhkannya, ada beberapa obat sakit kepala yang dapat dikonsumsi.
Obat-obatan tersebut efektif meredakan sakit kepala, karena kandungan yang ada di dalamnya berfungsi untuk menghambat rasa nyeri, mulai dari antibiotik, paracetamol, dan lain sebagainya. Ingin tahu lebih lanjut apa saja obat sakit kepala yang ampuh untuk dikonsumsi? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Obat Sakit Kepala yang Ampuh
Sakit kepala adalah kondisi ketika timbul rasa sakit dan tidak nyaman di sekitar kelapa. Kondisi ini umum terjadi dan menurut World Health Organization, diperkirakan 7 dari 10 orang mengalami setidaknya satu kali sakit kepala di setiap tahunnya.
Meski termasuk kondisi yang umum terjadi, sakit kepala sulit untuk disembuhkan dengan sendirinya tanpa mengonsumsi obat-obatan dan istirahat yang cukup. Lantas, apa saja obat sakit kepala yang ampuh dan mudah didapatkan?
Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari laman National Health Services.
1. Paracetamol
Paracetamol adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri kepala yang ringan hingga sedang. Selain meredakan nyeri, paracetamol juga berfungsi sebagai penurun demam.
Kendati demikian, paracetamol hanya dapat membantu menurunkan gejala demam dan mengurangi rasa nyeri yang dirasakan, bukan untuk mengatasi pemicu.
Menyadur laman MIMS Indonesia, berikut cara menggunakan paracetamol yang benar dan tepat agar manfaat yang dirasakan semakin maksimal.
Konsumsi parasetamol sesuai dengan petunjuk pada kemasan atau sesuai dengan resep yang sudah dokter anjurkan.
Paracetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun sebelum dikonsumsi, pastikan untuk mengocoknya.
Apabila sakit kepala yang dirasakan tidak reda dalam 3 hari, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
2. Ibuprofen
Ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit sehari-hari untuk berbagai sakit dan nyeri, termasuk sakit punggung, nyeri haid, dan sakit gigi. Obat ini juga mengobati peradangan, seperti ketegangan, keseleo, dan rasa sakit akibat radang sendi. Ibuprofen termasuk ke dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS).
Cara kerja obat ini dengan menghambat produksi senyawa yang menyebabkan peradangan dan nyeri, sehingga sakit kepala bisa berkurang sedikit demi sedikit. Menurut laman Drugs, berikut beberapa cara menggunakan obat ibuprofen.
Jangan mengunyah, mematahkan, menghancurkan, atau mengisapnya karena dapat mengiritasi mulut hingga tenggorokan.
Ibuprofen yang tablet bisa dilelehkan dengan menggunakan air, sehingga dapat membantu beberapa orang yang sulit menelan tablet atau kapsul.
Pastikan untuk mengonsumsi ibuprofen setelah makan, ngemil, atau minum susu.
3. Aspirin
Aspirin biasanya dikenal dengan sebutan asetosal atau asam asetilsalisilat adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala dan sakit gigi. Obat ini bekerja sebagai pereda nyeri dan penurun demam yang dapat dibeli dengan bebas di apotek terdekat.
Menyadur laman Pusat Informasi Obat Nasional, berikut cara menggunakan aspirin yang dapat diikuti.
Ikuti petunjuk penggunaan yang sudah tertera di kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter.
Sebaiknya mengonsumsi aspirin setelah makan supaya terhindar dari sakit perut.
Konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya sebelum dikonsumsi, sebab aspirin termasuk obat yang dapat menyebabkan efek sindrom Reye.
Selain mengonsumsi obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, disarankan untuk melengkapinya dengan istirahat yang cukup dan perbanyak mengonsumsi air putih. Dengan begitu, sakit kepala yang dirasakan berpotensi lebih cepat mereda.
Penyebab Sakit Kepala Terus Menerus
Sakit kepala bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti kurangnya kualitas tidur, depresi berlebihan, pola makan yang tidak sehat, dan lain sebagainya. Lantas, apa saja penyebab sakit kepala terus-menerus? Simak informasinya pada artikel ini, seperti yang dikutip dari laman Cleveland Clinic.
1. Kebiasaan mengonsumsi alkohol
Alkohol dapat memicu sakit kepala ketika dikonsumsi terlalu banyak. Kondisi ini karena kandungan etanol yang ada di dalamnya menyebabkan tubuh mudah kehilangan garam, vitamin, dan mineral yang penting. Oleh karena itu, tubuh mengalami dehidrasi dan menyebabkan sakit kepala.
2. Pola tidur yang buruk
Pola tidur yang buruk bisa menjadi pemicu lain tubuh mengalami nyeri di kepala. Jadwal bangun dan tidur yang tidak teratur berpotensi mengacaukan ritme tubuh, sehingga kepala menjadi nyeri. Oleh karena itu, pastikan untuk tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.
3. Depresi yang berlebihan
Sakit kepala juga bisa dipicu oleh stres yang berlebih. Hal ini karena otak melepaskan bahan kimia tertentu yang menyebabkan perubahan pada pembuluh darah. Nantinya, kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan, kekhawatiran, depresi, hingga gangguan mental yang berujung pada sakit kepala.
4. Makanan yang dikonsumsi
Menyadur laman Medical News Today, makanan juga bisa menjadi pemicu sakit kepala, terlebih makanan yang terlalu banyak mengandung pemanis buatan, MSG, dan lain-lainnya. Lebih jelasnya, berikut makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan sakit kepala:
Kacang-kacangan
Bawang-bawangan
Alpukat
Yogurt
Makanan kaleng
Minuman berkafein
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sakit kepala?

Apa itu sakit kepala?
Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala yang muncul secara tiba-tiba atau mendadak.
Apa yang menyebabkan sakit kepala terus-menerus?

Apa yang menyebabkan sakit kepala terus-menerus?
Sakit kepala dapat terjadi karena beberapa kondisi, mulai dari kurang tidur, telat makan, cedera kepala, hingga gangguan penyakit lainnya.
Bagaimana cara menghilangkan sakit kepala dengan cepat?

Bagaimana cara menghilangkan sakit kepala dengan cepat?
Untuk menyembuhkannya, ada beberapa obat sakit kepala yang dapat dikonsumsi, mulai dari paracetamol, aspirin, hingga ibuprofen.
