3 Penyebab Jamur Kulit Tak Kunjung Sembuh yang Perlu Diwaspadai
ยทwaktu baca 4 menit

Jamur kulit adalah jamur yang tumbuh di area kulit sebagai tanda munculnya suatu penyakit, seperti kudis, kurap, ruam, dan lainnya. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa sembuh hanya dalam beberapa hari. Apabila jamur kulit tak kunjung sembuh, kondisi ini menunjukkan bahwa ada pengobatan yang salah.
Itu sebabnya, pengobatan jamur kulit harus disesuaikan dengan penyebab-penyebabnya. Ingin tahu lebih lengkap apa saja penyebab jamur kulit tak kunjung sembuh dan bagaimana cara menghilangkannya? Simak informasinya pada artikel berikut ini.
Kenapa Jamur Kulit Tak Kunjung Sembuh?
Infeksi jamur dapat menimbulkan rasa gatal yang luar biasa, terlebih pada saat kondisi kulit sedang berkeringat. Jamur kulit sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yakni jamur dermatofita dan jamur non-dermatofita.
Jamur dermatofita, jamur jenis ini dapat menyebabkan kurap dan kutu air.
Jamur non-dermatofita, jamur jenis ini dapat menyebabkan panu, jamur rambut penyebab ketombe, dan keputihan (kandida).
Normalnya, infeksi jamur ringan akan mereda dalam waktu beberapa hari saja, paling lama dua minggu. Namun, jika tak kunjung sembuh, kondisi ini perlu dipertanyakan.
Berikut berbagai penyebab jamur kulit tak kunjung sembuh, seperti yang dikutip dari laman Healthline.
1. Panu
Infeksi jamur yang tak kunjung sembuh kemungkinan besar disebabkan oleh panu yang disebabkan oleh golongan jamur Malassezia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak yang berwarna lebih terang atau gelap dari area kulit di sekitarnya.
Menurut National Institute of Health, walaupun panu sudah diobati, kondisi ini tetap saja menyebabkan perubahan berupa bercak di kulit. Bercak di kulit tersebut dapat hilang, tetapi membutuhkan waktu selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
2. Kurap
Penyebab lain dari jamur tak kunjung sembuh adalah kurap. Penyakit kulit ini berupa bercak tegas, memiliki pinggiran merah, dan berbintil-bintil. Sensasi yang ditimbulkan berupa gatal terkadang disertai panas, terlebih ketika kulit sedang berkeringat.
Mirip dengan panu, kurap adalah golongan penyakit jamur yang terletak di permukaan kulit dan disebabkan oleh jamur dermatofita. Biasanya, kurap menyerang jaringan tanduk yang terdapat pada kulit ari, rambut, dan kuku.
Kurap dapat diatasi dengan salep kurap atau antijamur, seperti clotrimazole atau miconazole. Jika kurap tidak juga membaik atau sembuh setelah 2 minggu diobati, segera konsultasikan ke dokter. Dengan begitu, dokter akan memberikan obat-obatan yang tepat.
3. Candidiasis
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Jamur ini sebetulnya hidup secara alami di kulit. Namun, ketika jumlahnya terlalu banyak, jamur Candida bisa menimbulkan infeksi.
Candidiasis dapat dialami oleh siapa saja. Namun, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena infeksi ini. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan turunnya kekebalan tubuh adalah diabetes, kanker, dan HIV/AIDS.
Selain itu, candidiasis bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi, mulai dari kurang menjaga kebersihan diri, mengenakan pakaian ketat, kondisi kulit yang terlalu lembap atau menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat mengidap penyakit.
Baca Juga: 5 Pilihan Obat Gatal Selangkangan untuk Atasi Gejalanya
Cara Menghilangkan Infeksi Jamur pada Kulit
Infeksi jamur pada kulit bisa disembuhkan dengan memanfaatkan bahan alami maupun salep-salep dari apotek. Berikut cara menghilangkan infeksi jamur pada kulit, seperti yang dikutip dari laman WebMD.
1. Bawang putih
Dalam studi Antifungal Drugs, bawang putih terbukti efektif untuk melawan berbagai jenis jamur, termasuk Candida, Torulopsis, Trichophyton, dan Cryptococcus. Cara menggunakan bawang putih untuk mengatasi jamur kulit, yaitu:
Campurkan bawang putih dengan minyak zaitun atau kelapa
Oleskan tipis pada kulit yang berjamur
Kemudian, tutup dengan kain kasa selama kurang lebih 2 jam sebelum dibilas
Ulangi dua kali sehari sampai gejala berkurang atau hilang
2. Salep antijamur golongan azol
Azol adalah jenis antijamur yang terdiri dari dua subgolongan, yakni imidazol dan triazol. Cara kerja obat golongan azol ini adalah melemahkan struktur dan fungsi membran sel jamur melalui mekanisme blokade sintesis ergosterol.
Berikut contoh obat golongan azol yang bisa digunakan.
Clotrimazole, yaitu jenis obat antijamur yang mengobat infeksi kulit, seperti kutu air, gatal-gatal, infeksi jamur kulit Kandidiasis, dan lain-lain.
Miconazole, yakni jenis obat antijamur yang bisa mengatasi kurap, kutu air, panu, dan infeksi jamur lainnya pada tubuh.
Ketoconazole, yaitu jenis obat yang mengatasi infeksi akibat jamur Candida, Blastomycosis, Coccidioidomycosis, Histoplasmosis, Chromomycosis, dan Paracoccidioidomycosis.
3. Lidah buaya
Selain menggunakan bawang putih, infeksi jamur pada kulit juga bisa dihilangkan dengan lidah buaya. Sebagai informasi, lidah buaya mengandung enam agen antiseptik yang berperan sebagai antijamur, antibakteri, hingga antivirus.
Menurut National Library of Medicine, lidah buaya dapat dioleskan sebanyak 3-4 kali sehari. Tujuannya agar efek dingin dari gel lidah buaya ini bermanfaat untuk menenangkan kulit yang gatal dan bengkak.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara menghilangkan infeksi jamur pada kulit?

Bagaimana cara menghilangkan infeksi jamur pada kulit?
Selain menggunakan bawang putih, infeksi jamur pada kulit juga bisa dihilangkan dengan lidah buaya.
Apa saja penyebab infeksi jamur pada kulit?

Apa saja penyebab infeksi jamur pada kulit?
Infeksi jamur yang tak kunjung sembuh kemungkinan besar disebabkan oleh panu. Sebagai informasi, panu adalah infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh golongan jamur Malassezia.
Berapa lama hilang jamur?

Berapa lama hilang jamur?
Normalnya, infeksi jamur ringan akan mereda dalam waktu beberapa hari saja, paling lama 2 minggu.
