3 Penyebab Mimisan dari Ringan hingga Serius
ยทwaktu baca 4 menit

Mimisan adalah perdarahan yang terjadi di hidung. Penyebab mimisan ini cukup beragam, mulai dari kondisi udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung. Kondisi ini relatif umum terjadi sehubungan dengan lokasi hidung yang berada di tengah-tengah wajah, serta jumlah pembuluh darah yang ditemukan pada hidung.
Kebanyakan mimisan tidak perlu mendapatkan penanganan yang cukup serius. Namun, jika mimisan yang dialami sudah mengeluarkan darah yang sangat banyak, tidak berhenti setelah 30 menit, hingga membuat Anda lemah sampai pingsan, sebaiknya cek kondisi tersebut ke dokter.
Ingin tahu lebih banyak tentang mimisan dan apa saja penyebab-penyebabnya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Penyebab Mimisan
Dalam istilah medis, mimisan disebut juga dengan epistaxis. Menyadur laman Healthline, mimisan adalah kondisi di mana darah yang keluar dari hidung akan berhenti dengan sendirinya. Mimisan ini jarang menandakan sesuatu, tetapi dalam kasus tertentu, mimisan bisa mengancam nyawa seseorang.
Dalam laman National Health Service, mimisan terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu mimisan di bagian depan dan belakang. Berikut pengertian singkatnya.
Mimisan di bagian depan. Kondisi ini terjadi di bagian depan, di mana darah mengalir dari dinding antara dua kanal atau sekat di dalam hidung.
Mimisan di bagian belakang. Kondisi ini terjadi ketika pendarahan berasal dari rongga hidung, terletak di dalam hidung antara otak dan langit-langit mulut.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab mimisan cukup bervariasi. Ada yang disebabkan karena udara yang kering, kebiasaan mengorek hidung yang terlalu dalam, hingga cedera. Lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab mimisan, seperti yang dikutip dari laman Mayo Clinic.
1. Masuknya benda asing
Penyebab mimisan yang memungkinkan terjadi adalah masuknya benda asing ke hidung. Kondisi ini sering menjadi penyebab terjadinya mimisan pada anak-anak, misalnya karena memasukkan mainan atau makanan dengan paksa ke bagian hidung.
2. Cedera pada hidung
Cedera pada hidung juga bisa memicu keluarnya darah atau mimisan. Cedera ini bisa saja terjadi karena kebiasaan mengorek hidung atau mengeluarkan ingus yang terlalu keras, sehingga hidung luka atau mengalami cedera.
3. Adanya masalah kesehatan
Penyebab mimisan yang selanjutnya adalah adanya masalah kesehatan. Ada beberapa masalah kesehatan yang gejalanya diawali dengan mimisan, seperti penyakit liver, gangguan ginjal, hingga kecanduan alkohol berat.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan menurunnya kemampuan pembekuan darah, sehingga pengidapnya berisiko mengalami mimisan secara tiba-tiba.
Selain penyebab-penyebab yang disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami mimisan. Menurut laman WebMD, berikut beberapa informasinya.
Obat-obatan yang dikonsumsi terlalu berlebihan
Adanya perubahan iklim
Alergi hidung atau serbuk bunga
Trauma di kepala
Paparan terhadap pengiriasi kimia
Menghembuskan hidung terlalu keras
Iritasi pada hidung
Kapan Mimisan Harus ke Dokter?
Mimisan termasuk kondisi yang cukup relatif dialami oleh hampir kebanyakan orang. Namun, kondisi ini akan berbahaya dan perlu penanganan ekstra apabila menunjukkan gejala-gejala yang serius.
Menyadur laman Medical News Today, berikut beberapa gejala yang perlu ditangani dengan penanganan dokter.
Frekuensi mimisan yang sering dan terus-menerus terjadi
Berlanjut setelah 20 menit dan terasa ada tekanan pada hidung
Mimisan yang terjadi setelah cedera kepala, jatuh atau pukulan ke wajah
Darah yang mengalir cukup deras, sehingga menyebabkan kehilangan darah
Munculnya sakit pada kepala, demam, hingga gejala lainnya
Nantinya, dokter atau tenaga kesehatan akan memberikan rekomendasi perawatan yang dapat diikuti untuk menyembuhkan mimisan yang dialami.
Bagi anak-anak yang mengalami mimisan, sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Sebab, mimisan bisa saja menandakan bahwa adanya gangguan kesehatan.
Langkah Pertama yang Harus Dilakukan pada Saat Mengalami Mimisan
Saat mengalami mimisan, kebanyakan orang memilih untuk menyekanya dengan tisu. Padahal, penggunaan tisu ketika mengalami mimisan sebetulnya tidak cukup efektif.
Lantas, apa langkah pertama yang harus dilakukan pada saat mengalami mimisan? Menyadur laman Mayo Clinic, berikut informasinya.
1. Duduk tegak
Ketika mengalami mimisan, coba untuk duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan. Posisi ini dipercaya dapat mengurangi tekanan darah di pembuluh darah hidung dan mencegah pendarahan lebih lanjut. Sementara itu, mencondongkan tubuh ke depan dapat mencegah darah agar tidak tertelan.
2. Tiup hidung dengan lembut
Langkah lain ketika mengalami mimisan adalah meniup hidung dengan lembut. Tujuan meniup ini dilakukan untuk membersihkan hidung dari gumpalan darah.
Namun, pastikan Anda melakukannya secara lembut agar tidak memperparah iritasi. Setelah itu, Anda bisa menyemprotkan kedua sisi hidung dengan dekongestan.
3. Jepit hidung
Menjepit hidung ketika mengalami mimisan mungkin terlihat asing, tetapi kondisi ini bisa dilakukan untuk mengirimkan tekanan ke titik perdarahan pada septum, sehingga hidung dapat menghentikan aliran darah.
Supaya lebih aman, jepit hidung selama 10-15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan, sebaiknya penanganan darurat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu mimisan?

Apa itu mimisan?
Mimisan adalah kondisi di mana darah yang keluar dari hidung akan berhenti dengan sendirinya.
Apa yang menyebabkan mimisan?

Apa yang menyebabkan mimisan?
Penyebab mimisan ini cukup beragam, mulai dari kondisi udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung.
Mimisan tandanya apa?

Mimisan tandanya apa?
Ada beberapa masalah kesehatan yang gejalanya diawali dengan mimisan, seperti penyakit liver, gangguan ginjal, hingga kecanduan alkohol berat.
