4 Obat Mata Bintitan: Antibiotik hingga Antinyeri
ยทwaktu baca 4 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bintitan merupakan salah satu jenis infeksi pada mata yang umum terjadi. Kondisi ini bisa diredakan menggunakan obat mata bintitan atau perawatan rumahan biasa.
Bintitan atau bahasa medisnya hordeolum atau stye merupakan jenis peradangan yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri tertentu, termasuk bakteri Staphylococcus aureus. Kondisi ini menimbulkan benjolan kecil seperti jerawat di tepi kelopak mata.
Meskipun ukurannya relatif kecil, kondisi ini bisa mengakibatkan sakit mata dan mata terasa gatal, nyeri, serta terasa ganjal. Bintitan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, kondisi ini terkadang bisa mengganggu sehingga perlu segera di atasi.
Obat Mata Bintitan di Apotek
Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga pengobatannya berfokus pada pembasmian bakteri penyebab bintitan serta meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang terjadi.
Bintitan dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu apabila gangguan ini tidak kunjung sembuh. Selain itu, terdapat obat-obatan yang dapat meredakan gejala dari bintitan.
Berikut daftar obat di apotek yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah bintitan.
1. Salep Antibiotik
Mengutip dari jurnal Hordeolum oleh Bragg KJ, dkk, hordeolum dapat diatasi dengan terapi antibiotik. Obat antibiotik merupakan salah satu obat mata bintitan yang banyak digunakan untuk meredakan infeksi pada bagian mata.
Obat antibiotik juga berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab bintitan serta menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian mata lainnya.
Contoh salep antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri di mata adalah Gentamicin, Erythromycin, Ciprofloxacin, Polymyxin B-bacitracin, dll.
2. Antibiotik Oral
Selain penggunaan antibiotik dari luar, antibiotik oral atau yang dapat diminum juga bisa dimanfaatkan untuk meredakan mata bintitan dengan cepat. Obat antibiotik oral juga biasa dianjurkan untuk mengobati bintitan yang kemudian berkembang dan menginfeksi wilayah mata lainnya.
Obat antibiotik oral yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi mata bintitan adalah amoxicillin, sefalosporin, tetracycline, doksisiklin, dan eritromisin.
3. Suntikan Steroid
Dikutip dari sumber yang sama, obat jenis steroid juga bermanfaat untuk mengatasi bintitan serta mempercepat proses penyembuhan. Obat steroid bisa membantu tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalannya sehingga tubuh dapat melawan infeksi, termasuk bintitan.
4. Obat Pereda Nyeri
Obat pereda nyeri adalah jenis obat-obatan yang bisa dikonsumsi untuk meredakan rasa nyeri yang timbul akibat bintitan. Contoh obat pereda nyeri adalah parasetamol dan ibuprofen.
Perlu diingat bahwa obat antinyeri ini tidak berfungsi untuk mengatasi bintitan secara langsung, tetapi hanya membantu meredakan rasa nyeri yang muncul sebagai gejala bintitan.
Cara Mengobati Mata Bintitan secara Alami
Mata bintitan juga bisa diatasi dengan cara alami, seperti menggunakan bahan alami atau dengan perawatan rumahan. Salah satunya adalah mengompresnya dengan air hangat.
Untuk mengatasi bintitan, sebaiknya hindari kebiasaan untuk memecahkannya dengan paksa. Alih-alih memecahkannya dengan paksa, cobalah untuk mengompres menggunakan air hangat.
Kompres air hangat merupakan salah satu cara untuk meringankan gejala bintitan serta memudahkan nana keluar. Kompreslah bintitan selama 10-15 menit sebanyak 3-4 kali setiap hari untuk mempercepat penyembuhan bintitan pada mata.
Selain kompres air hangat, penyembuhan bintitan juga dapat disembuhkan dengan cara berikut ini:
Jaga kebersihan mata dengan baik.
Hindari penggunaan produk kecantikan pada bagian benjolan bintitan terlebih dahulu hingga bintitan benar-benar sembuh.
Hindari penggunaan lensa kontak selama bintitan belum sembuh total agar lensa kontak tidak terkontaminasi oleh bakteri penyebab bintitan.
Mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan obat salep untuk bintitan.
Hindari penggunaan perawatan kulit dan kosmetik khusus mata yang sudah kedaluwarsa.
Cara Mencegah Bintitan
Hal terpenting yang perlu dilakukan untuk mencegah bintitan adalah menjaga kebersihan mata untuk menghindari infeksi terjadi. Upaya menjaga kebersihan mata adalah sebagai berikut:
Hindari kebiasaan menggaruk mata sebab hal ini dapat memicu terjadinya iritasi sehingga mata mudah diinfeksi oleh bakteri.
Biasakan mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh mata untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.
Menggunakan kacamata saat membersihkan rumah dan perabotan agar terhindar dari alergen yang bisa mengiritasi mata.
Menghindari penggunaan handuk dan alat yang digunakan di mata dengan orang lain, khususnya dengan orang yang memiliki bintitan.
Lakukan sterilisasi lensa kontak sebelum menggunakan serta cucilah tangan sebelum menggunakan lensa kontak pada mata.
Membersihkan kosmetik pada bagian mata dengan bersih setelah menggunakannya.
Menghindari penggunaan kosmetik yang sudah kedaluwarsa dan tidak menggunakan kembali kosmetik mata yang pernah digunakan saat bintitan.
Membersihkan wajah sebelum tidur.
Konsumsi cairan yang cukup dan makan-makanan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa melawan bakteri penyebab infeksi.
Bintitan adalah salah satu infeksi pada mata yang bisa sembuh dengan sendirinya maupun diobati menggunakan cara-cara di atas. Apabila peradangan pada bagian mata menjadi lebih parah dan disertai gejala tak wajar, segera periksakan ke dokter untuk memperoleh pengobatan secara medis.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa nama bakteri penyebab bintitan?

Apa nama bakteri penyebab bintitan?
Bintitan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri lainnya.
Apa fungsi obat antibiotik?

Apa fungsi obat antibiotik?
Obat antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab bintitan serta menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian mata lainnya.
Apa contoh obat antibiotik oral?

Apa contoh obat antibiotik oral?
Amoxicillin, sefalosporin, tetracycline, doksisiklin, dan eritromisin.
